14 Apr 2013

Diantara Penghalang Pintu Rizki

·   88

rezeki tukang becak
Diantara Penghalang Pintu Rizki | Mengawali artikel yang mungkin sedikit bermanfaat ini, simaklah obrolan tukang becak seputar rejeki nomplok karena banyaknya order pengiriman air bersih dari warga karena ada masalah distribusi air bersih. Allah memang Maha Kuasa memberi rejeki dengan cara yang dikehendaki dan tidak diduga-duga.

Pagi itu jam baru menunjuk pukul 06.45,  tapi Muksin salah satu tukang becak sudah mengirim 2 rit / becak berisi 6 derigen air dengan harga Rp 50.000 / rit.  Sungguh limpahan rejeki yang luar biasa bagi Muksin yang masih sibuk mengisi derigen airnya untuk dikirim lagi. Pada hari biasa Muksin biasa mengantongi Rp 20.000 – Rp 25.000 / hari.

“Alhamdulillah masih ada 2 rit lagi yang masih harus saya kirim, mudah-mudahan sore nanti ada yang order lagi” kata Muksin bersemangat. Tapi harapannya kendur setelah temannya nyeletuk ” Gak ada order lagi Sin … pagi ini air sudah nyala”.

Meskipun mulai ragu Muksin tetap yakin air PAM belum mengalir karena baru saja dia terima order, dia menyahut: ” Air menyala dari mana ? Perbaikan pipa akan lama , bisa setengah bulan itu yang saya dengar dari orang-orang”.
“Kalau tidak percaya coba buka kran itu” kata teman Muksin sambil menunjuk halaman salah satu rumah yang ada kran airnya”.

Muksin pun dengan langkah gontai berjalan menuju kran yang ditunjuk oleh temannya, dan josssssss…... air mengalir. Lemaslah dengkul Muksin, rejeki yang sudah di depan mata lenyap sudah. Semoga Allah memberikan jalan rejeki yang lain bagi tukang-tukang becak dan penjual air lainnya..........

Sobat Muro’i El-Barezy, dialaog diatas hanya sebuah gambaran bahwa memang rizki itu sudah ada yang mengatur. Ada istilah lebih tepatnya anekdot dalam bahasa daerah dimana saya tinggal (sunda), “Rezeki mah moal pahili jeung sandal jepit”. Yang artinya rezeki itu tidak akan tertukar dengan sandal jepit. Allah juga sudah menentukan rizki bagi siapa saja yang mau berusaha. Dan kadang tanpa disangka-sangka dan dengan jalan yang tidak terduga pula.

Dan mungkin jika tiba-tiba apa yang sudah ada depan mata, namun tidak kita miliki juga, berarti itu rizki orang lain. Sahabat, bisa jadi Allah menjauhkan rizki dari kita karena beberapa sebab perbuatan kita. Diantara sebab-sebab penghalang rizki adalah sebagai berikut :

1. Melawan Pemberi Rezeki
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah Ini (Ka’bah). Yang Telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan (QS. Quraisy:3-4) Ayat ini memerintahkan untuk memurnikan ibadah hanya kepada Rabb penguasa Ka’bah sehingga Allah akan memberikan dua rezeki sekaligus, yaitu dicukupkan kebutuhan dunianya dan diberi keamanan diakhirat.

2. Berbuat Dosa
Rasulullah bersabda: Malaikat Jibril membisikkan di dalam hatiku, bahwa suatu jiwa tidak akan mati hingga telah sempurna rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki  dengan cara yang baik dan hendaklah tertundanya rezeki tidak mendorong kalian untuk mencarinya dengan kemaksiatan kepada Allah, karena sesungguhnya keridhaan di sisi Allah tidak akan bisa diraih kecuali dengan ketaatan kepada-Nya (HR Abu Nu’aim, al-Baihaqi dan al-Bazar dari Ibn Mas’ud).

3. Mengingkari Nikmat
Dan Allah Telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat (QS. AN Nahl: 112)

4. Mengotori diri dengan harta riba
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya :Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Ibnu Mas’ud berkata: Pemakan riba, yang memberikan harta riba, penulisnya, dan saksinya dilaknat oleh Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam.

5. Curang dalam usaha
Abu Hurairah berkata bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam suatu saat melewati seonggok makanan yang dijual di pasar. Lalu Rasulullah memasukkan tangannya ke dalam onggokan makanan itu hingga jari beliau menyentuh makanan yang basah. Rasulullah bertanya, “Apa ini wahai penjual makanan?” Penjual makanan menjawab, “Itu kena hujan wahai Rasulullah!” Rasulullah bersabda: “Mengapa tidak kamu letakkan yang basah itu di atas supaya dapat dilihat orang-orang? Barang siapa berbuat curang maka ia bukan golongan kami “(HR Muslim).

6. Bakhil
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Ali Imran: 180).

7. Bekerja sampai melalaikan kewajiban
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi (QS. Al Munafikun: 9)

8. Melalaikan dzikir
Dan barangsiapa berpaling dari mengingat-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.(QS. Thaha: 124)
Ad Dhahak berkata: Yang dimaksud penghidupan yang sempit adalah penghidupan yang dipenuhi amal buruk serta rezeki yang buruk pula. [sumber]

Semoga bermanfaat dan happy blogging…..


Subscribe to this Blog via Email :