Featured Post

Buku Asyik Belajar dengan PAKEM untuk SD-MI dan SMP-MTs

Program Managing Basic Education atau (MBE), yang didukung oleh USAID, bertujuan meningkatkan mutu dan efisiensi pengelolaan pendidikan da...

Buku Asyik Belajar dengan PAKEM untuk SD-MI dan SMP-MTs

Program Managing Basic Education atau (MBE), yang didukung oleh USAID, bertujuan meningkatkan mutu dan efisiensi pengelolaan pendidikan dasar dalam rangka desentralisasi pemerintahan. Program ini dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota, dengan mengembangkan praktik-praktik yang baik yang sudah ada. Program juga mendorong pengembangan dan diseminasi praktik yang baik serta gagasan-gagasan lain di tingkat kabupaten/kota. Praktik-praktik ini meliputi:
  • Pengelolaan Sumber Daya, khususnya Fasilitas dan Pegawai.
  • Pendanaan Sekolah secara langsung untuk menunjang Manajemen Berbasis Sekolah.
  • Manajeman Berbasis Sekolah (MBS) dan Peran Serta Masyarakat (PSM).
  • Proses Belajar Mengajar.
Tujuan utama program MBE adalah meningkatkan kualitas pendidikan anak. MBE telah bekerja secara langsung di 449 sekolah di 23 kabupaten dan kota dan secara tidak langsung di banyak sekolah lain di daerah-daerah tersebut.
Buku Asyik Belajar dengan PAKEM untuk SD-MI dan SMP-MTs

Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) yang disebut Pembelajaran Kontekstual di SMP dan MTs bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kaya serta mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari.

Buku panduan ini ’Asyik Belajar dengan PAKEM’ disusun untuk menambah wawasan para guru, pengelola dan pihak pendidikan lainnya dalam mengembangkan pembelajaran.

Buku ini terdiri atas enam jilid yang mencakup SD/MI dan SMP/MTs yang terinci sebagai berikut.
  • Kelas Awal khusus SD/MI
  • Bahasa Indonesia
  • Matematika
  • IPA – Sains
  • Pelajaran Sosial
  • Bahasa Inggris khusus SMP/MTs
Setiap jilid buku Asyik Belajar dengan PAKEM ini berisi hal-hal berikut.
  1. Cerita Pembelajaran berupa cerita pengalaman, foto, karya siswa yang ditulis guru dan fasilitator (pelatih) sekolah-sekolah binaan MBE;
  2. Ide-Ide Pembelajaran berupa ide singkat untuk pembelajaran dan permainan;
  3. Skenario Pembelajaran berupa contoh rencana pembelajaran yang telah dipraktekkan di lapangan;
  4. Serba-Serbi berupa ide singkat untuk pembelajaran
Harapan atas diterbitkannya buku ini ialah bertambahnya wawasan para pembaca serta dapat diterapkannya ide-ide sesuai kondisi di tempat mengajar masing-masing.

    Download Buku Asyik Belajar dengan PAKEM untuk SD-MI dan SMP-MTs

    Selengkapnya mengenai Buku Asyik Belajar dengan PAKEM untuk SD-MI dan SMP-MTs ini silahkan unduh buku lainnya pada link di bawah ini:

    Download File:
    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Buku Asyik Belajar dengan PAKEM untuk SD-MI dan SMP-MTs. Semoga bisa bermanfaat.

    sumber: http://prioritaspendidikan.org

    POS USBN dan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2018-2019

    pos un dan usbn 2019
    Pada hari Kamis (29/11/2018), BSNP menetapkan POS Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2019. Penetapan POS tersebut dimuat dalam Keputusan BSNP Nomor 0048/P/BSNP/XI/2018 untuk POS USBN dan Nomor 0047/P/BSNP/XI/2018 untuk POS UN.

    POS USBN dan UN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN tahun 2019. Secara umum, kebijakan USBN dan UN tahun 2019 tidak jauh berbeda dengan kebijakan tahun 2018. Perbedaan pada jadwal pelaksanaan dan proyeksi jumlah peserta.
    “Kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Perbedaan ada pada proyeksi jumlah peserta dan jadwal ujian”, ucap Bambang Suryadi Ketua BSNP.

    Terkait dengan soal, tambah Bambang, untuk USBN ada soal Pilihan Ganda (PG) sebanyak 90 persen dan soal uraian sebanyak 10 persen. Masih ada soal dari Pusat sebanyak 20-25 persen. Sisanya, 75-80 persen soal USBN disusun oleh masing-masing guru di satuan pendidikan yang dikonsolidasikan oleh MGMP/KKG/Forum Tutor/Pokja Pondok Pesantren Salafiyah.

    Soal UN 100 persen disiapkan oleh Pusat. Semua soal dalam bentuk pilihan ganda, kecuali soal Matematika SMA/MA, SMK/MAK dan Paket C/Ulya yang terdiri atas pilihan ganda dan isian singkat. Demikian juga soal yang berorientasi pada penalaran tingkat tinggi (HOTS), masih diterapkan dalam UN 2019.

    “Waktu pelaksanaan UN 2019 sedikit bergeser ke depan dibandingkan tahun 2018. UN tahun 2018 dimulai pada bulan April, sedangkan UN tahun 2019 dimulai pada bulan Maret. Pergeseran ini karena menyesuaikan waktu puasa Ramadhan yang diproyeksikan mulai tanggal 5 Mei 2019”, ujar Ketua BSNP.

    UN SMK/MAK tahun 2019 dilaksanakan pada tanggal 25-28 Maret 2019, sedangkan UN SMA/MA pada tanggal 1,2, 4, dan 8 April 2019. UN Program Paket C/Ulya pada tanggal 12-16 April 2019. UN SMP/MTs pada tanggal 22-25 April 2019, sedangakn UN Program Paket B/Wustha pada tanggal 10-13 Mei 2019.

    Lebih lanjut Bambang mengatakan bahwa moda pelaksanaan UN 2019 adalah dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sesuai dengan hasil rapat koordinasi dengan Balitbang dan Direktorat terkait di Kemendikbud dan Kementerian Agama, untuk SMA/MA, SMK, dan Paket C ditargetkan 100 persen UNBK. Sedangkan untuk jenjang SMP ditargetken 85 persen UNBK, dan jenjang MTs serta Paket B ditargetkan 100 persen UNBK.

    Selain itu, POS UN 2019 juga memuat kebijakan pelaksanaan UN di daerah terdampak gempa, yaitu daerah Lombok dan Sulawesi Tengah. Ada kebijakan khusus untuk pelaksanaan UN di daerah terkena dampak gempa. Secara teknis, Direktorat terkait dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah dan akan terus berkoordinasi dengan daerah terdampak gempa.

    Secara terpisah, Kiki Yuliati Sekretaris BSNP mengatakan bahwa POS USBN dan UN telah diedarkan ke Dinas Pendidikan Provinsi, LPMP, Kanwil Kemenag, Balitbang, dan Direktorat terkait di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama. Selanjutnya BSNP bersama Balitbang akan melaksanakan sosialisasi kebijakan USBN dan UN 2019.

    POS USBN dan POS UN dapat diunduh melalui laman berikut.


    Demikian yang dapat kami sampaikan menegani POS USBN dan POS UN Tahun Pelajaran 2018-2019. [sumber :http://bsnp-indonesia.org/]

    Download Kisi-Kisi USBN SD dan UN SMP/SMA/SMK Tahun 2019

    Download Kisi-Kisi USBN SD dan UN SMP/SMA/SMK Tahun 2019
    Hari ini, Selasa, 27 November 2018, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merilis Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2019. Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan BSNP Nomor Nomor 0296/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi UN dan Nomor 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi USBN.

    Fungsi Kisi-kisi tersebut adalah sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian, baik soal USBN maupun soal UN. Kisi-kisi disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.

    Menurut Bambang Suryadi Ketua BSNP, kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Perbedaan ada pada jumlah peserta dan jadwal ujian.

    “Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda sebanyak 90 persen dan soal esai sebanyak 10 persen. Masih ada soal dari Pusat sebanyak 20-25 persen untuk USBN, sedangkan untuk soal UN, 100 persen disiapkan oleh Pusat”, ucapnya seraya menambahkan penerapan soal yang berorientasi pada penalaran atau Higher Order Thinking Skills (HOTS)

    Kisi-kisi  USBN danUN  dapat diunduh di laman:
    Unfuh File :
    Dengan adanya kisi-kisi USBN dan UN ini, diharapkan para guru di masing-masing satuan pendidikan dapat melakukan perencanaan ketuntasan pembelajaran untuk persiapan ujian. Terkait dengan pelaksanaan USBN dan UN, BSNP akan segera merilis POS USBN dan UN dalam waktu dekat ini, dengan mempertimbangkan masukan dari direktorat terkait. POS tersebut  merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN.

    sumber : http://bsnp-indonesia.org

    Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2018 Digelar Awal Desember 2018

    Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2018 rencananya akan digelar awal Desember 2018 ini. Dalam pelaksanaan SKB tersebut, Panitia Seleksi CPNS Daerah diwajibkan menggunakan metode CAT BKN. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BKN Bima Haria Wibisana saat memimpin langsung Rapat Rekonsiliasi Data Hasil SKD CPNS 2018, Sabtu (24/11/2018) di Swiss-Belhotel Jakarta. Rapat telah dimulai sejak Jumat (23/11/2018) dan rencananya akan berlangsung hingga Minggu (25/11/2018).
    skb cpns 2018

    Kepala BKN menyampaikan bahwa rencana titik lokasi yang akan digunakan di antaranya station CAT pada Kantor BKN Pusat dan seluruh station CAT yang berada pada Kantor Regional dan Unit Pelaksana Teknis BKN di daerah karena dianggap sudah siap secara matang. Selanjutnya Kepala BKN juga meminta Tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk menjajaki kemungkinan hadirnya titik lokasi tes di luar ibukota provinsi. Pertimbangan tersebut menurut Kepala BKN untuk mempermudah peserta SKB dalam mengikuti seleksi. Titik lokasi SKB mandiri, menurut Kepala BKN juga harus segera dipersiapkan.

    Kepala BKN juga menegaskan kembali bahwa Pansel Instansi seluruh daerah wajib menggunakan CAT dalam proses SKB. Kepala BKN meminta seluruh SDM baik Panselnas maupun Pansel Instansi untuk segera menyiapkan diri. “Kesiapan SKB meliputi SDM dan infrastruktur CAT. Kita harus siapkan dengan matang,” ujar Kepala BKN. “Proses rekonsiliasi data antara Panselnas dan Pansel Instansi harus segera dirampungkan. Saya harapkan rampung dalam 3 atau 4 hari ke depan, setelahnya segera umumkan hasil SKD dan proses SKB segera dilaksanakan,” tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen (PPSR) BKN Heri Susilowati meyakini bahwa proses rekonsiliasi data hasil SKD CPNS 2018 akan rampung maksimal pada pekan depan. Rapat tersebut menurutnya dilakukan sebagai langkah sosialisasi awal kepada Pansel Instansi sebelum hasil SKD diumumkan. Pihaknya menegaskan bahwa hingga berita ini diturunkan, rekonsiliasi hasil SKD dari sebanyak 36 K/L dan 381 Instansi Daerah sudah rampung.

    sumber : http://www.bkn.go.id

    Inilah 16 Instansi yang Sudah Umumkan Hasil SKD CPNS 2018, Cek Disini

     Hasil SKD CPNS 2018
    Tahapan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 memasuki tahapan pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar (SKD). Sejumlah instansi sudah mengumumkan hasil SKD CPNS 2018.

    Namun demikian, tak sedikit juga instansi yang menunda pengumuman hasil seleksi CPNS 2018. Hingga Senin (19/11/2018), berikut ini daftar 16 instansi yang sudah mengumumkan hasil SKD CPNS 2018 silakan klik link dibawah ini:
    1. Provinsi Jawa Tengah
    2. Provinsi Jawa Timur
    3. Provinsi Bali
    4. Provinsi Bangka Belitung
    5. Pemerintah Kota Makassar
    6. Kota Mataram
    7. Provinsi Maluku Utara
    8. Provinsi Sumatera Barat
    9. Kabupaten Majalengka
    10. Kabupaten Karanganyar
    11. Kabupaten Grobogan
    12. Kabupaten Asahan
    13. Kota Tegal
    14. Kabupaten Belitung Timur
    15. Kabupaten Demak
    16. Kabupaten Tegal
    Kendati sementara 16 instansi telah mengumumkan hasil tes SKD CPNS 2018 sehingga para pelamar CPNS 2018 bisa memperkirakan kemungkinannya lolos atau tidak, tetapi masih banyak pula instansi lain yang tak mengumumkan hasil SKD CPNS 2018.

    Bahkan beberapa instansi yang tak mengumumkan hasil SKD CPNS 2018 merupakan instansi yang dianggap masuk kualifikasi menuju informatif.

    Sementara di sisi lain, pemerintah akan menerapkan sistem ranking sebagai alternatif kriteria kelulusan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018. Acuan para peserta adalah hasil SKD CPNS 2018.

    sumber : http://www.tribunnews.com

    Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Th 2018 Tentang Optimalisasi Pemenuhan CPNS 2018

    Pada kesempatan kal ini blog Kang Muroi akan mereshare tentang Menteri PAN RB  yang pada akhirnya mengeluarkan Permen PAN RB Nomor 61 Tahun 2018 Tentang Optimalisasi Pemenuhan CPNS 2018. Hal ini bertujuan untuk mengatasi minimnya pelamar CPNS yang berhasil lolos tes SKD. Berdasarkan Permen tersebut, nilai SKD 255 yang memenuhi syarat bisa mengikuti SKB.

    Dan berikut merupakan kutipan pasal yang ada dalam Permen PAN RB Nomor 61 Tahun 2018 Tentang Optimalisasi Pemenuhan CPNS 2018 yang kami kutip dari Permen PAN RB tersebut.

    Pasal 1
    Peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 yang mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dapat melanjutkan ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

    Pasal 2
    Peserta SKB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri atas:
    1. Peserta SKD yang memenuhi Nilai Ambang Batas berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018; dan
    2. Peserta SKD yang tidak memenuhi Nilai Ambang Batas berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018, namun memiliki peringkat terbaik dari angka kumulatif SKD diatur berdasarkan Peraturan Menteri ini.
    Pasal 3
    Peserta SKD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b berlaku ketentuan sebagai berikut:
    1. Nilai kumulatif SKD formasi Umum paling rendah 255 (dua ratus lima puluh lima);
    2. Nilai kumulatif SKD formasi Umum untuk jabatan Dokter Spesialis dan Instruktur Penerbang paling rendah 255 (dua ratus lima puluh lima);
    3. Nilai kumulatif SKD formasi Umum untuk jabatan Petugas Ukur, Rescuer, Anak Buah Kapal, Pengamat Gunung Api, Penjaga Mercu Suar, Pelatih/Pawang Hewan, dan Penjaga Tahanan paling rendah 255 (dua ratus lima puluh lima);
    4. Nilai kumulatif SKD formasi Putra/Putri Lulusan Terbaik (Cumlaude) dan Diaspora paling rendah 255 (dua ratus lima puluh lima);
    5. Nilai kumulatif SKD formasi Penyandang Disabilitas paling rendah 220 (dua ratus dua puluh);
    6. Nilai kumulatif SKD formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat paling rendah 220 (dua ratus dua puluh);
    7. Nilai kumulatif SKD formasi Tenaga Guru dan Tenaga Medis/Paramedis dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II paling rendah 220 (dua ratus dua puluh).
    Pasal 4
    Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 diberlakukan, apabila:
    1. tidak ada peserta SKD yang memenuhi nilai ambang batas berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018, pada kebutuhan/formasi yang telah ditetapkan; atau
    2. belum tercukupinya jumlah peserta SKD yang memenuhi nilai ambang batas berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018, untuk memenuhi jumlah alokasi kebutuhan/formasi yang telah ditetapkan.
    Pasal 5
    Peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b dan Pasal 4 huruf a, berlaku ketentuan sebagai berikut:
    1. peserta yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan berperingkat terbaik sesuai dengan jenis formasi jabatan diikutsertakan sejumlah paling banyak 3 (tiga) kali jumlah alokasi formasi;
    2. apabila terdapat peserta yang mempunyai nilai kumulatif SKD sama, penentuan didasarkan secara berurutan mulai dari nilai Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK); dan
    3. apabila terdapat peserta yang mempunyai nilai TKP, TIU, dan TWK sama, serta berada pada batas jumlah 3 (tiga) kali alokasi formasi, keseluruhan peserta dengan nilai sama tersebut diikutsertakan.
    Pasal 6
    (1) Peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b dan Pasal 4 huruf b berlaku ketentuan sebagai berikut:
    1. peserta yang telah memenuhi nilai ambang batas berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar, diikutsertakan sebagai peserta SKB kelompok pertama;
    2. apabila jumlah peserta SKB pada kelompok pertama masih berada dibawah jumlah alokasi formasi, dibuat peserta SKB kelompok kedua yang berasal dari peserta lain yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan berperingkat terbaik;
    3. jumlah peserta SKB pada kelompok kedua paling banyak 3 (tiga) kali dari selisih antara jumlah alokasi formasi dengan jumlah peserta pada kelompok pertama;
    4. apabila terdapat peserta pada kelompok kedua mempunyai nilai kumulatif SKD sama, penentuan didasarkan secara berurutan mulai dari nilai TKP, TIU, dan TWK; dan
    5. apabila terdapat peserta pada kelompok kedua mempunyai nilai TKP, TIU, dan TWK sama serta berada pada batas jumlah 3 (tiga) kali dari selisih antara jumlah alokasi formasi dengan jumlah peserta pada kelompok pertama, keseluruhan peserta dengan nilai sama tersebut diikutsertakan.
    (2) Peserta SKB berkompetisi pada kelompoknya masing-masing.
    (3) Peserta SKB pada kelompok kedua berkompetisi untuk mengisi formasi sebanyak selisih antara jumlah alokasi formasi dengan jumlah peserta pada kelompok pertama.

    Pasal 7
    (1) Tata cara pengisian formasi yang belum terpenuhi setelah integrasi nilai SKD dan SKB sebagai berikut:
    1. dalam hal kebutuhan formasi umum belum terpenuhi, dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi khusus pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang bersesuaian di unit penempatan/lokasi formasi yang sama serta memenuhi nilai ambang batas formasi Umum sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar dan berperingkat terbaik;
    2. dalam hal kebutuhan formasi umum pada huruf a masih belum terpenuhi, dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi khusus pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang bersesuaian di unit penempatan/lokasi formasi yang sama, serta memenuhi nilai kumulatif SKD formasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a dan berperingkat terbaik;
    3. dalam hal kebutuhan formasi khusus belum terpenuhi, dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi umum dan formasi khusus lainnya pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang bersesuaian di unit penempatan/lokasi formasi yang sama serta memenuhi nilai ambang batas formasi Umum sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar dan berperingkat terbaik;
    4. dalam hal kebutuhan formasi khusus pada huruf c belum terpenuhi, dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi umum dan formasi khusus lainnya pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang bersesuaian di unit penempatan/lokasi formasi yang sama serta memenuhi nilai kumulatif SKD formasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a dan berperingkat terbaik;
    5. khusus instansi daerah, dalam hal masih terdapat formasi yang belum terpenuhi, dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi lainnya yang jabatan dan kualifikasi pendidikan bersesuaian dari unit penempatan/lokasi formasi yang berbeda serta memenuhi nilai ambang batas formasi Umum sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar dan berperingkat terbaik; dan
    6. khusus instansi daerah, dalam hal masih terdapat formasi yang belum terpenuhi sebagaimana diatur pada huruf e, dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi lainnya yang jabatan dan kualifikasi pendidikan bersesuaian dari unit penempatan/lokasi formasi yang berbeda serta memenuhi nilai kumulatif SKD formasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a dan berperingkat terbaik.
    (2) Khusus untuk Formasi Eks Tenaga Honorer Kategori II tidak diberlakukan tata cara pengisian formasi yang belum terpenuhi.

    Pasal 8
    Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

    Untuk lebih jelasnya menegnai Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Th 2018 Tentang Optimalisasi Pemenuhan CPNS 2018 bisa anda unduh atau download pada tautan link berikut ini.

    PERMEN PAN RB NOMOR 61 TAHUN 2018 TENTANG OPTIMALISASI PEMENUHAN KEBUTUHAN/FORMASI PEGAWAI NEGERI SIPIL TAHUN 2018

    Demikian informasi mengenai Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Th 2018 Tentang Optimalisasi Pemenuhan CPNS 2018. Semoga bermanfaat...

    Buku Literasi Numerasi (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional)

    Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk (a) menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari dan (b) menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.
    literasi numerasi
    Secara sederhana, numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sebagai warga negara) dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita. Kemampuan ini ditunjukkan dengan kenyamanan terhadap bilangan dan cakap menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan. Kemampuan ini juga merujuk pada apresiasi dan pemahaman informasi yang dinyatakan secara matematis, misalnya grafik, bagan, dan tabel.

    Perbedaan Numerasi dengan Matematika
    Numerasi tidaklah sama dengan kompetensi matematika. Keduanya berlandaskan pada pengetahuan dan keterampilan yang sama, tetapi perbedaannya terletak pada pemberdayaan pengetahuan dan keterampilan tersebut. Pengetahuan matematika saja tidak membuat seseorang memiliki kemampuan numerasi. Numerasi mencakup keterampilan mengaplikasikan konsep dan kaidah matematika dalam situasi real sehari-hari, saat permasalahannya sering kali tidak terstruktur (unstructured), memiliki banyak cara penyelesaian, atau bahkan tidak ada penyelesaian yang tuntas, serta berhubungan dengan faktor nonmatematis.

    Sebagai contoh, seorang siswa belajar bagaimana membagi bilangan bulat dengan bilangan bulat lainnya. Ketika bilangan yang pertama tidak habis dibagi, maka akan ada sisa. Biasanya siswa diajarkan untuk menuliskan hasil bagi dengan sisa, lalu mereka juga belajar menyatakan hasil bagi dalam bentuk desimal. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, hasil bagi yang presisi (dengan desimal) sering kali tidak diperlukan sehingga sering kali dilakukan pembulatan. Secara matematis, kaidah pembulatan ke bawah dilakukan jika nilai desimalnya lebih kecil daripada 5, pembulatan ke atas jika nilai desimalnya lebih besar daripada 5, dan pembulatan ke atas atau ke bawah bisa dilakukan jika nilai desimalnya 5. Namun, dalam konteks real, kaidah itu tidaklah selalu dapat diterapkan. Contohnya, jika 40 orang yang akan bertamasya diangkut dengan minibus yang memuat 12 orang, secara matematis minibus yang dibutuhkan untuk memuat semua orang itu adalah 3,333333. Jumlah itu tentu tidak masuk akal sehingga dibulatkan ke bawah menjadi 3 minibus. Akan tetapi, jika sebuah tempat duduk hanya boleh diduduki oleh satu orang saja, artinya ada 4 orang tidak mendapatkan tempat duduk. Oleh karena itu, jumlah minibus yang seharusnya dipesan adalah 4 buah.

    Perlu dicermati bahwa numerasi membutuhkan pengetahuan matematika yang dipelajari dalam kurikulum. Akan tetapi, pembelajaran matematika itu sendiri belum tentu menumbuhkan kemampuan numerasi.

    2.2 Prinsip Dasar Literasi Numerasi
    1. Bersifat kontekstual, sesuai dengan kondisi geografis, sosial budaya, dan sebagainya;
    2. Selaras dengan cakupan matematika dalam Kurikulum 2013; dan
    3. Saling bergantung dan memperkaya unsur literasi lainnya.
    2.3 Ruang Lingkup Literasi Numerasi
    Literasi Numerasi merupakan bagian dari matematika. Literasi numerasi bersifat praktis (digunakan dalam kehidupan sehari-hari), berkaitan dengan kewarganegaraan (memahami isu-isu dalam komunitas), profesional (dalam pekerjaan), bersifat rekreasi (misalnya, memahami skor dalam olahraga dan permainan), dan kultural (sebagai bagian dari pengetahuan mendalam dan kebudayaan manusia madani). Dari sini kita bisa melihat bahwa cakupan literasi numerasi sangat luas, tidak hanya di dalam mata pelajaran matematika, tetapi juga beririsan dengan literasi lainnya, misalnya, literasi kebudayaan dan kewarganegaraan.

    Literasi numerasi merupakan bagian dari matematika, dalam hal komponen literasi numerasi diambil dari cakupan matematika di dalam Kurikulum 2013.

    Komponen Literasi Numerasi:
    Mengestimasi dan menghitung dengan bilangan bulat
    Menggunakan pecahan, desimal, persen, dan perbandingan
    Mengenali dan menggunakan pola dan relasi
    Menggunakan penalaran spasial
    Menggunakan pengukuran
    Menginterpretasi informasi statistik

    Cakupan Matematika Kurikulum 2013:
    Bilangan
    Bilangan
    Bilangan dan Aljabar
    Geometri dan Pengukuran
    Geometri dan Pengukuran
    Pengolahan Data

    2.4 Indikator Literasi Numerasi

    2.4.1 Indikator Literasi Numerasi di Sekolah

    1. Basis Kelas
    a. Jumlah pelatihan guru matematika dan nonmatematika;
    b. Jumlah pembelajaran matematika berbasis permasalahan dan pembelajaran matematika berbasis proyek;
    c. Jumlah pembelajaran nonmatematika yang melibatkan unsur literasi numerasi;
    d. Nilai matematika peserta didik; dan
    e. Nilai matematika dalam PISA/TIMSS/INAP.

    2. Basis Budaya Sekolah
    a. Jumlah dan variasi buku literasi numerasi;
    b. Frekuensi peminjaman buku literasi numerasi;
    c. Jumlah penyajian informasi dalam bentuk presentasi numerasi;
    d. Akses situs daring yang berhubungan dengan literasi numerasi;
    e. Jumlah kegiatan bulan literasi numerasi;
    f. Alokasi dana untuk literasi numerasi;
    g. Adanya tim literasi sekolah; dan
    h. Adanya kebijakan sekolah mengenai literasi numerasi.

    3. Basis Masyarakat
    a. Jumlah ruang publik di lingkungan sekolah untuk literasi numerasi;
    b. Jumlah keterlibatan orang tua di dalam tim literasi sekolah; dan
    c. Jumlah sharing session oleh publik mengenai literasi numerasi.

    2.4.2 Indikator Literasi Numerasi di Keluarga
    1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi numerasi yang dimiliki setiap keluarga;
    2. Peningkatan frekuensi pemanfaatan bahan bacaan literasi numerasi; dan
    3. Peningkatan frekuensi kesempatan (opportunity, bukan chance) anak mengaplikasikan numerasi dalam kehidupan sehari-hari.

    2.4.3 Indikator Literasi Numerasi di Masyarakat
    1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi numerasi yang dimiliki fasilitas publik;
    2. Peningkatan frekuensi pemanfaatan bahan bacaan literasi numerasi;
    3. Peningkatan kecakapan penggunaan data numerasi dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada masyarakat (contoh: dalam pemanfaatan anggaran desa); dan
    4. Jumlah penyajian informasi dalam bentuk presentasi numerasi (contoh: grafik frekuensi peminjaman buku di perpustakaan). 

    GERAKAN LITERASI NUMERASI DI SEKOLAH 

    3.1 Sasaran Gerakan Literasi Numerasi di Sekolah

    1. Basis Kelas
    a. Meningkatnya jumlah pelatihan guru matematika dan nonmatematika;
    b. Meningkatnya intensitas pemanfaatan dan penerapan numerasi dalam pembelajaran;
    c. Meningkatnya jumlah pembelajaran matematika berbasis permasalahan dan pembelajaran matematika berbasis proyek;
    d. Meningkatnya jumlah pembelajaran nonmatematika yang melibatkan unsur literasi numerasi; dan
    e. Meningkatnya nilai matematika dalam Pisa/TIMSS/INAP.

    2. Basis Budaya Sekolah
    a. Meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi numerasi;
    b. Meningkatnya frekuensi peminjaman bahan bacaan literasi numerasi;
    c. Meningkatnya jumlah kegiatan literasi numerasi di sekolah;
    d. Meningkatnya jumlah penyajian informasi dalam bentuk presentasi numerasi (contoh: grafik frekuensi peminjaman buku di perpustakaan);
    e. Adanya kebijakan sekolah mengenai literasi numerasi;
    f. Meningkatnya akses situs daring yang berhubungan dengan literasi numerasi;
    g. Tersedianya alokasi dana untuk literasi numerasi; dan 
    h. Tersedianya tim literasi sekolah.

    3. Basis Masyarakat
    a. Meningkatnya jumlah sarana dan prasarana yang mendukung literasi numerasi di sekolah; dan
    b. Meningkatnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mengembangkan literasi numerasi di sekolah.

    3.2 Strategi Gerakan Literasi Numerasi di Sekolah
    Strategi utama Gerakan Literasi Numerasi Sekolah berupa Literasi Numerasi Lintas Kurikulum (Numeracy Across Curriculum), yaitu sebuah pendekatan penerapan numerasi secara konsisten dan menyeluruh di sekolah untuk mendukung pengembangan literasi numerasi bagi setiap peserta didik. Kenyataan bahwa peserta didik sering kali tidak dapat menerapkan pengetahuan matematika mereka di bidang lain secara langsung menunjukkan adanya suatu kebutuhan bahwa semua pendidik perlu memfasilitasi proses tersebut.

    Keterampilan literasi numerasi secara eksplisit diajarkan di dalam mata pelajaran matematika, tetapi peserta didik diberikan berbagai kesempatan untuk menggunakan matematika di luar mata pelajaran matematika, di berbagai situasi. Menggunakan keterampilan matematika lintas kurikulum memperkaya pembelajaran bidang studi lain dan memberikan kontribusi dalam memperluas dan memperdalam pemahaman numerasi. Selain melalui kurikulum, literasi numerasi juga dimunculkan di dalam lingkungan sekolah oleh staf nonguru atau melalui kegiatan-kegiatan rutin yang terjadi di sekolah, yang memberikan kesempatan nyata bagi peserta didik untuk mempraktikkan keterampilan literasi numerasi mereka, misalnya, membuat anggaran untuk berbagai kegiatan sekolah yang sudah dilaksanakan secara rutin.

    3.2.1 Penguatan Kapasitas Fasilitator
    1. Pelatihan guru matematika dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Guru matematika juga dilatih bagaimana memilih, membuat, dan memodifikasi permasalahan sehari-hari yang dapat digunakan di dalam pembelajaran di kelas dan untuk penilaian (assessment of learning). Selain itu, guru juga diperlengkapi dalam pemberian tugas atau pekerjaan rumah yang dapat melibatkan anggota keluarga dalam literasi numerasi.
    2. Pelatihan guru nonmatematika dalam menggunakan matematika untuk memperkaya penyajian informasi di dalam mata pelajaran yang diampu, misalnya, dengan menggunakan data-data yang ditampilkan dalam tabel, bagan, atau grafik. Dengan cara ini, peserta didik dapat melihat bagaimana penggunaan konsep dan keterampilan matematika di dalam bidang studi lain yang dapat membantu mereka memahami konsep di dalam bidang studi itu. Pada saat yang sama, peserta didik memiliki kesempatan mengaplikasikan konsep dan keterampilan matematika di luar jam pembelajaran matematika. Berikut ini contoh numerasi lintas kurikulum untuk beberapa mata pelajaran nonmatematika. IPA Mengestimasi pertumbuhan makhluk hidup dan menyatakan prediksi dengan membuat bagan. IPS Membuat grafik penggunaan air pribadi dan membandingkannya dengan ketersediaan air di berbagai daerah di Indonesia. Bahasa Membandingkan istilah-istilah matematika yang memiliki pengertian yang berbeda dari penggunaan sehari-hari. Sejarah Menggunakan diagram batang untuk membandingkan persediaan makan pada Perang Dunia II dengan konsumsi makanan peserta didik. Seni Memperkirakan ruangan yang dibutuhkan untuk menggambar dengan proporsi yang tepat. PJOK Memperkirakan berapa kalori yang dibakar untuk kegiatan fisik tertentu PKn Membandingkan tingkat pertumbuhan ekonomi di berbagai era Presiden Indonesia.
    3. Pelatihan staf dalam keterampilan menampilkan informasi- informasi, yang biasanya hanya dalam bentuk teks, tetapi sekarang dapat diperkaya dengan unsur numerasi. Misalnya, staf perpustakaan dapat menampilkan informasi mengenai jumlah peminjam buku (contoh: berdasarkan genre, gender, dan sebagainya) setiap bulannya dengan menggunakan diagram lingkaran, tabel, dan grafik.
    4. Pendidikan guru dalam mempersiapkan calon-calon guru agar memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengaplikasikan literasi numerasi.
    3.2.2 Peningkatan Jumlah dan Ragam Sumber Belajar Bermutu
    1. Penyediaan buku-buku berkaitan dengan numerasi, baik fiksi, nonfiksi, maupun referensi.
    2. Program Satu Guru Satu Buku, khususnya bagi guru matematika untuk menulis buku-buku yang berhubungan dengan numerasi.
    3.2.3 Perluasan Akses terhadap Sumber Belajar dan Cakupan Peserta Belajar
    1. Pengembangan sarana penunjang dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran numerasi sehingga tercipta ekosistem yang kaya numerasi.
    2. Penyediaan informasi dan sumber belajar daring mengenai literasi numerasi oleh PUSTEKKOM (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi).
    3.2.4 Peningkatan Pelibatan Publik
    1. Sharing Session dengan mengundang pihak publik untuk berbagi tentang cara-cara mereka mengaplikasikan matematika di dalam profesi dan kehidupan sehari-hari.
    2. Mengadakan kegiatan Bulan Literasi Numerasi dengan cara sebagai berikut. a. Mengundang dan melibatkan orang tua serta publik untuk melakukan kegiatan literasi numerasi bersama dengan peserta didik dan membuat alat peraga atau permainan numerasi yang dapat digunakan di rumah; b. Memamerkan hasil karya proyek peserta didik (hasil dari Project-Based Learning) interdisipliner yang menjadikan numerasi sebagai salah satu unsurnya; dan c. Menampilkan buku-buku yang berhubungan dengan literasi numerasi.

    3.2.5 Penguatan Tata Kelola
    1. Alokasi dana untuk kegiatan penguatan pelaku, peningkatan jumlah dan ragam sumber belajar, penyediaan sarana penunjang, dan kegiatan-kegiatan literasi numerasi terkait.
    2. Pembentukan Tim Literasi Sekolah yang dapat terdiri atas kepala sekolah, pengawas, guru, dan wakil orang tua peserta didik dengan tugas memantau berjalannya kegiatan-kegiatan literasi di sekolah.
    3. Pembuatan kebijakan sekolah yang menyatakan pentingnya literasi numerasi, pengertian literasi numerasi, dan keterlibatan semua guru dan staf dalam menjalankan literasi numerasi.
    4. Memperkuat persatuan orang tua murid dan guru untuk membangun relasi kerja sama yang kuat untuk terlibat di dalam literasi numerasi.
    5. Menyediakan ruang di lingkungan sekolah untuk tampilan- tampilan berkaitan dengan literasi numerasi, misalnya, mading.

      Download Buku Literasi Numerasi (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional)

      Selengkapnya mengenai Buku Literasi Numerasi (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional) ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Download File:
      Buku Literasi Numerasi (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional).pdf
      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Buku Literasi Numerasi (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional). Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya di blog Kang Muroi ini....

      Informasi Pendaftaran Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Serang Tahun 2019-2019

      Pendaftaran Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Serang Tahun 2019-2019Sekilas Tentang NFBS

      Nurul Fikri Boarding School merupakan sekolah berasrama yang mengintegrasikan program pendidikan ilmu agama Islam dan ilmu umum. Berdiri pada 19 Juli 1999, Nurul Fikri Boarding School memiliki luas 30 Ha. Beralamat di Desa Bantarwaru, Kec. Cinangka, Kab. Serang – Banten. Terletak 8,5 Km dari Pantai Anyer.

      Keunggulan lokal yang sedang dan akan dikembangkan di lingkungan kampus Nurul Fikri Boarding School adalah agrowisata. Ini diambil karena lingkungan sekolah kami sangat mendukung dan diharapkan akan menjadi daerah wisata bagi siapapun yang berkunjung dan khususnya bagi santri dan orang tua santri yang berkunjung untuk menengok anaknya. Adapun format pengembangan agrowisata meliputi :

      1. Wisata taman sekolah yang indah
      2. Wisata kebun buah-buahan
      3. Wisata area outbond (outbond training)
      4. Wisata air (kolam renang, bendungan, sepeda air, pemancingan, dll.)
      5. Kerajinan Tangan (Handycraft)

      Jumlah seluruh santri tingkat SMP dan SMA pada tahun 2017 mencapai 950 santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri. Dengan karakteristik santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri menjadikan Nurul Fikri Boarding School sebagai tempat bertemunya berbagai budaya dan menghasilkan santri yang berwawasan luas.

      Nurul Fikri Boarding School secara rutin memberikan beasiswa kepada anak-anak berpotensi yang berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah sekitar NFBS. Beasiswa ini berbentuk beasiswa pendidikan penuh.

      Tenaga pengajar Nurul Fikri Boarding School merupakan lulusan dari Universitas-universitas terbaik nasional yang diseleksi secara ketat untuk menjamin mutu pendidikan di NFBS. Kompetensi Guru NFBS harus sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya. Jumlah Guru di tingkat SMP sebanyak 40 orang, sedangkan untuk SMA Islam NFBS sebanyak 45 orang dengan pendidikan lulusan S1 sebanyak 88% dan lulusan S2 sebanyak 10%. Rasio perbandingan Guru dan Santri di tingkat SMP adalah 1 : 10, sedangkan di tingkat SMA adalah 1:9.

      Manajemen pengawasan asrama di Nurul Fikri Boarding School di bawah tanggung-jawab Wali Asrama yang berpengalaman dan dibekali pelatihan secara rutin mengenai keasramaan.

      SMP Islam NFBS mendapatkan akreditasi A pada tahun 2011, sedangkan SMA Islam NFBS mendapatkan akreditasi A pada tahun 2006.

      Lulusan SMA Islam Nurul Fikri Boarding School tersebar di berbagai Universitas favorit, baik itu dalam negeri, seperti : UI, ITB, UGM, IPB dan lainnya, serta Universitas di berbagai negara, seperti : Malaysia, Singapura, Jerman, Jepang dan lainnya.

      Pada tahun 2016 tercatat lulusan SMA Islam NFBS diterima di Universitas Negeri favorit sebanyak hampir 70%.

      Pendaftaran Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Serang Tahun 2019-2019


      PERSYARATAN ADMINISTRASI :

      Data calon siswa dan orang tua/wali siswa (isi dalam formulir online maupun offline) dengan melengkapi :

      1. NISN

      2. NIK (yang tertera di kartu keluarga)

      3. Alamat Lengkap Rumah dan Sekolah (Lengkap dengan kabupaten, kecamatan, provinsi)

      Pada saat sudah dinyatakan diterima dibawa pada saat kedatangan di PESANTREN:
      Fotokopi Akte Kelahiran rangkap 2 (dengan menunjukkan aslinya).
      Fotokopi kartu keluarga (KK) 1 lembar
      Data validasi NISN dari sekolah asal (berupa surat keterangan /kartu NISN)
      Pas Foto hitam putih, ukuran 2 x 3, 3 x 4, dan 4 x 6 masing-masing 2 (dua) lembar (wanita wajib berjilbab).
      Setelah kelulusan disekolahnya, persyaratan lainnya diserahkan ke TU sekolah berupa:
      Fotokopi Ijazah SD/MI/SMP/MTs yang telah dilegalisir sebanyak 1 lembar
      Fotokopi Nilai Ujian Akhir Nasional yang telah dilegalisir sebanyak 1 lembar

      ALUR PENDAFTARAN
      alur pendaftaran


      alur pendaftaran

      Untuk lebih jelasnya mengenai Informasi Pendaftaran Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Serang Tahun 2019-2019 bisa Anda kunjungi link PSB di bawah ini.

      https://psb.nfbs.or.id/

      Demikian mengenai Informasi Pendaftaran Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Serang Tahun 2019-2019. Semoga bermanfaat....

      Informasi Pendaftaran Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman Pandeglang Tahun 2019-2020

      Kami percaya bahwa ilmu agama dan ilmu umum adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Lahirnya para pemimpin, para cendekia muslim di masa silam yang karya nya masih dapat kita rasakan hingga saat ini adalah bukti yang tidak terbantahkan atas pernyataan tersebut.

      flayer ibad ar rahman
      Berbekal Al Qur’an in my heart Science in my mind, Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman berupaya melahirkan generasi pemimpin serta cendekia muslim masa depan sehingga mampu menghantarkan dien ini menuju kembali ke puncak kejayaannya.

      Kurikulum Utama

      Keislaman

      Aqidah dan tauhid, ahlussunnah wal jamaah, pembiasaan pelaksanaan sunnah sehari-hari, siroh nabawiyah para sahabat dan tabi'in, Al Qur'an wa ulumuhu, tahsin, tahfidzul Qur'an (wajib), hadits wa ulumuhu, fiqih wa ulumuhu, Bahasa Arab, nahwu-shorrof, imla' khot.

      Sains & akademik

      Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Proyek Sains, Matrikulasi Dasar, Program Literasi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Kewarganegaraan, Kelas Olimpiade, Persiapan Pendidikan Tinggi (PTN maupun PT Timur Tengah).

      Kepemimpinan

      Manajemen diri, Pendidikan Etiket dan Kepribadian, Interpersonal Skills dengan Kurikulum Pembelajaran Internasional, Pembiasaan Hidup Rapi, Teratur, dan Disiplin, Manajemen Organisasi, Body System Lanal Banten, Orientasi Karir, Proficio Day, Mukhoyyam (Kemah Kepemimpinan), Program Imamah & Khitobiah, Public Speaking, dan Program Pengabdian.
      alur pendaftaran

      Standar Kompetensi Lulusan

      Kepribadian Islami

      Mendidik dan menanamkan aqidah yang lurus, ibadah yang benar, dan akhlak yang baik.

      Kompetensi Al Qur'an

      Memiliki hafalan Al Qur'an (minimal 10 juz) dan pemahaman Al Qur'an

      Kepemimpinan

      Memiliki kualifikasi kepe-mimpinan islami, keman-dirian dan keterampilan, manajemen organisasi.

      Sains & teknologi

      Menguasai dasar-dasar (pengembangan) sains dan teknologi.

      Lebih lengkapnya mengenai Informasi Pendaftaran Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman Pandeglang Tahun 2019-2020 silakan klik tautan dibawah ini.

      PPDB IBAD AR RAHMAN 2019-2020

      Demikian Informasi Pendaftaran Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman Pandeglang Tahun 2019-2020. Semoga bermanfaat....

      Informasi Pendaftaran Santri Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta TP. 2019-2019

      Informasi Pendaftaran Santri Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta | Pondok Pesantren Darunnajah adalah lembaga pendidikan Islam swasta (non-pemerintah). Dirintis sejak 1942, didirikan Pondok Pesantren pada tanggal 1 April 1974 oleh (Alm) KH. Abdul Manaf Mukhayyar dan dua rekannya (Alm) KH. Qomaruzzaman dan KH. Mahrus Amin, dengan sistem kurikulum yang terpadu, pendidikan berasrama serta pengajaran bahasa Arab dan Inggris secara intensif.
      Informasi Pendaftaran Santri Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta TP. 2019-2019

      Pondok Pesantren Darunnajah adalah bagian dari Yayasan Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan. Saat ini Pondok Pesantren Darunnajah memiliki 17 Cabang dan 57 satuan Pendidikan  Yang tersebar di Sumatra, Tangerang, Bogor, Jakarta Dan Serang Banten, dengan jumlah 9.230 santri, dengan santri Pondok Pesantren Darunnajah Pusat sejumlah 3.900 dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi dengan 2.654 TMI berasrama dan insya Allah akan terus bertambah.

      Seiring berjalannya waktu, Pesantren Darunnajah Jakarta juga melaksanakan penyegaran untuk selalu meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, baik berupa fasilitas pendidikan hingga tingkat kesarjanaan maupun dalam bentuk pelatihan jangka pendek atau berupa kunjungan ke lembaga-lembaga pendidikan lain guna memberikan masukan terhadap kemajuan lembaga pesantren.

      Tahun ajaran 2019/2020 Pesantren Darunnajah Jakarta menerima Pendaftaran Santri Baru yang dimulai pada 10 Oktober 2018 secara Online, untuk informasi lebih lanjut hubungi Panitia Penerimaan Santri Baru.

      Atau klik link untuk melihat informasi lengkapnya DISINI

      sumber : http://darunnajah.com/

      Inilah Revisi Jadwal Simulasi 1 UNBK Tahun Pelajaran 2018-2019

      revisi jadwal simulasi unbk 2018-2019
      Sesuai yang disampaikan di website resmi dalam pendataan Ujian Nasional di https://unbk.kemdikbud.go.id/, maka pelaksanaan Simulasi pada Bulan Desember atau simulasi pertama mengalami revisi.

      Seperti yang bisa anda lihat pada gambar di bawah postingan, di situ tertera mengenai waktu pelaksanaan simulasi pada bulan desember.

      Silahkan anda baca baik-baik jadwal tersebut, supaya sekolah/madrasah anda tidak ketinggalan waktu dalam persiapan simulasi.
      • Biodata Peserta diambil dari bioun.
      • Setiap satuan pendidikan hanya dapat memilih satu periode saja.
      • Pelaksanaan simulasi SERENTAK untuk semua jenjang pendidikan.
      • Setiap satuan pendidikan tidak harus melaksanakan simulasi selama 4 hari, boleh kurang dari 4 hari.
      • Mata Pelajaran yang disimulasi 4 mata pelajaran Ujian Nasional. Setiap peserta didik tidak harus mengikuti 4 mata ujian, boleh memilih kurang dari 4 mata ujian.
      • Guru mata pelajaran dapat mengikuti simulasi ini (mekanisme pendaftaran khusus guru akan disampaikan kemudian).
      • Jadwal simulasi untuk setiap mata ujian diatur sendiri oleh satuan pendidikan. Dalam satu hari dapat dilaksanakan lebih dari satu mata ujian, tetapi setiap peserta didik dalam satu hari hanya dapat mengikuti 1 mata ujian.
      • Setiap server tidak dapat dipakai untuk dua jenjang atau lebih dalam satu periode simulasi.
      Untuk lebih jelasnya mengani Revisi Jadwal Simulasi UNBK SD, SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2018-2019, silahkan Anda lihat tabel atau gambar di bawah ini:

      revisi jadwal unbk 1
      revisi jadwal unbk 1
      revisi jadwal unbk 1

      Demikianlah informasi mengenai Revisi Jadwal Simulasi Pertama UNBK SD, SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2018-2019 yang bisa kami sampaikan kepada anda semuanya. Semoga bermanfaat

      Modul Diklat Fungsional Calon Pengawas Sekolah dan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah

      modul diklat pengawas sekolah
      Penilaian kinerja kepala sekolah dan guru merupakan suatu sistem yang dirancang untuk mengidentifikasi kinerja dalam melaksanakan tugasnya melalui pengukuran penguasaan kompetensi yang ditunjukkan dalam unjuk kerjanya. Hasil penilaian kinerja kepala sekolah dan guru diharapkan dapat bermanfaat untuk menentukan berbagai kebijakan operasional yang terkait dengan peningkatan mutu sekolah.

      Dalam melakukan penilaian kinerja guru, pengawas sekolah berkewajiban (1) membimbing kepala sekolah binaannya dan guru senior dalam melaksanakan penilaian kinerja guru di sekolahnya; (2) melakukan verifikasi, validisasi, dan rekapitulasi hasil penilaian kinerja guru yang dilakukan oleh kepala sekolah atau guru senior tersebut; dan (3) melakukan penilaian kinerja kepala sekolah dan kinerja guru yang melekat pada tugas dan jabatan kepala sekolah, (4) memanfaatkan hasil penilaian kinerja dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan. Oleh karena itu pengawas sekolah perlu meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan seluruh dimensi kompetensi evaluasi pendidikan.

      Target Kompetensi: Peserta diklat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang evaluasi pendidikan di sekolah

      Adapun indikator pencapaian kompetensinya yaitu:
      1. Terampil menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan serta mengembangkan instrumen dan memanfaatkannya;
      2. Terampil melaksanakan pemantauan pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar peserta didik untuk meningkatkan mutu pembelajaran/ bimbingan;
      3. Terampil melakukan pembimbingan/pembinaan guru dalam pengembangan instrumen penilaian hasil belajar dan pemanfaatannya;
      4. Terampil melaksanakan Penilaian Kinerja Guru, Kepala Sekolah, dan Penilaian Kinerja Guru dengan tugas tambahan lainnya dan pengolahan serta analisis hasilnya sebagai bahan PKB.
      Ruang Lingkup dan Organisasi Pembelajaran:
      1. Penyusunan kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan serta pengembangan instrumen dan pemanfaatannya.
      2. Pemantauan pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.
      3. Pembinaan Guru dalam pengembangan instrumen penilaian hasil belajar dan Pemanfaatan Hasil Penilaian.
      4. Penilaian Kinerja Guru, kepala sekolah (Komponen pembelajaran dan komponen pengelolaan sekolah), dan 
      5. Penilaian Kinerja Guru dengan tugas tambahan lainnya dan pengolahan serta analisis hasilnya sebagai bahan PKB.

      Pembelajaran evaluasi pendidikan merupakan pembelajaran tatap muka sejumlah 10 (sepuluh) jam pelajaran (jp) meliputi 30% teori dan 70% praktik. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan andragogi dan metode diskusi informasi, diskusi kelompok, praktik, penugasan (pengerjaan lembar kerja), dan metode lain yang relevan.

      Cara Penggunaan Modul:
      Materi yang dipelajari dalam modul ini terdiri dari 4 (empat) kegiatan belajar, yaitu:
      1. Kegiatan Belajar-1: Kisi – Kisi dan Pengembangan Instrumen Evaluasi Pendidikan dan Pemanfaatannya
      2. Kegiatan Belajar-2: Pemantauan Pelaksanaan Pembelajaran dan Hasil Belajar Peserta Didik
      3. Kegiatan Belajar-3: Pembinaan Guru dalam Pemanfaatan Hasil Penilaian
      4. Kegiatan Belajar-4: Penilaian Kinerja Guru, Kepala Sekolah (komponen pembelajaran dan komponen pengelolaan sekolah).
      Dalam setiap kegiatan belajar terdapat komponen yaitu: Tujuan, Indikator Pencapaian Tujuan, Materi Pembelajaran, Aktivitas Pembelajaran, Rangkuman, Penguatan, Refleksi dan Evaluasi.

      Setiap tugas dimuat dalam Lembar Kerja (LK).Pada materi B4. Evaluasi Pendidikan, terdapat beberapa Lembar Kerja yang banyaknya sangat tergantung kepada kedalaman dari substansi materi yang dibelajarkan. Secara garis besar sesuai dengan tema kegiatan pembelajaranya maka materi B4, minimal ada 4 LK , dengan kode B4 LK-01, B4 LK-02, B4 LK-03 dan B4.LK 04. Sedangkan jika dalam satu tema kegiatan pembelajaran terdiri dari beberapa LK, maka pengkodeanya menjadi B4 LK-01a, B4 LK-01b dan seterusnya.

      Materi ini dirancang untuk dipelajari oleh pengawas sekolah dalam pelatihan. Oleh karena itu, kegiatan yang harus dilakukan dalam mempelajari materi ini mencakup aktivitas individual dan kelompok. Secara umum aktivitas belajar individual meliputi: (1) membaca materi pelatihan, (2) menyelesaikan tugas/latihan, (3) membuat rangkuman, dan (4) melakukan refleksi. Sedangkan aktivitas belajar secara kelompok meliputi: (1) mendiskusikan materi pelatihan, (2) bertukar pengalaman (sharing) dalam menyelesaikan tugas/ latihan pada Lembar Kerja, dan (3) membuat rangkuman.

      Modul evaluasi pendidikan bagi peserta diklat fungsional calon pengawas sekolah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari modul diklat lainnya. Calon pengawas sekolah perlu memiliki berbagai kompetensi sebagai tuntutan tugas pokoknya.Pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pokok nya yaitu melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial harus didukung oleh kemampuan dalam mengevaluasi baik internal maupun eksternal. Oleh karena itu kompetensi evaluasi pendidikan seharusnya dimiliki oleh pengawas sekolah karena merupakan bentuk kemampuan yang dapat menggambarkan tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan tugasnya. Dengan demikian pengawas sekolah yang menguasai evaluasi pendidikan akan mendapat kemudahan dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan sekaligus memberikan solusi untuk perbaikan dan pengembangan.

      Modul evaluasi pendidikan diklat fungsional calon pengawas sekolah ini diharapkan dapat memberikan keterampilan bagi calon pengawas sekolah untuk melakukan evaluasi terhadap semua kegiatan pengawasan baik pada sasaran guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainya.

      Perluasan dan pengembangan wawasan dan pengetahuan peserta berkenaan dengan substansi materi ini penting dilakukan baik melalui kajian buku, jurnal, maupun penerbitan lain yang relevan. Disamping itu, penggunaan sarana perpustakaan, media internet, serta sumber belajar lainnya merupakan wahana yang efektif bagi upaya perluasan tersebut.

      Pada akhirnya, keberhasilan peserta dalam mempelajari modul ini bergantung pada tinggi rendahnya motivasi dan komitmen peserta dalam mempelajari dan mempraktikkan materi yang disajikan. Modul ini merupakan salah satu bentuk stimulasi bagi peserta untuk mempelajari lebih lanjut substansi materi yang disajikan serta penguasaan kompetensi lainnya.

        Download Modul Evaluasi Pendidikan Diklat Fungsional Calon Pengawas Sekolah dan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah

        Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Modul Evaluasi Pendidikan Diklat Fungsional Calon Pengawas Sekolah dan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah ini silahkan Anda Download pada link di bawah ini:

        Download File:
        Modul Evaluasi Pendidikan Diklat Fungsional Calon Pengawas Sekolah dan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah
        Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Modul Evaluasi Pendidikan Diklat Fungsional Calon Pengawas Sekolah dan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah. Semoga bisa bermanfaat.