Muthola'ah Kelas 5 KMI Beserta Terjemahannya #11: Demi Membela Tanah Air
Demi membela tanah air Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita mema…
![]() |
| Demi membela tanah air |
Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 5 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 11 yang bercerita tentang kisah perjuangan kepahlawanan Arnold von Winkelried .
فِي سَبِيلِ الْوَطَنِ
فِي أَوَاخِرِ الْقَرْنِ الرَّابِعِ عَشَرَ لِلْمِيلَادِ، كَانَتِ الْحَرْبُ نَاشِبَةً بَيْنَ النَّمْسَوِيِّينَ وَالسُّوسِرِيِّينَ، الَّذِينَ هَاجُوا يَطْلُبُونَ اسْتِقْلَالَ بِلَادِهِمْ مِنْ أَيْدِي الْغَاصِبِينَ، عَلَى مَشَافِرِ السُّيُوفِ وَظُبَاتِ الرِّمَاحِ. فَهَاجَمَهُمُ النَّمْسَوِيُّونَ، وَتَكَاثَرُوا عَلَيْهِمْ فِي وَقْعَةِ سِمْبَاخَ، وَحَصَرُوهُمْ فِي أَجَمَةٍ كَثِيفَةِ الْأَشْجَارِ، وَأَحَاطُوا بِهِمْ، وَضَيَّقُوا عَلَيْهِمُ الْخِنَاقَ، حَتَّى كَادَ الْيَأْسُ يَتَسَرَّبُ إِلَى نُفُوسِهِمُ الْبَاسِلَةِ، الْمُسْتَمِيتَةِ فِي سَبِيلِ خَلَاصِ الْوَطَنِ، وَافْتِدَائِهِ بِالْأَمْوَالِ وَالْبَنِينَ وَالْأَنْفُسِ. وَكُلَّمَا خَرَجَ نَفَرٌ مِنْهُمْ يُهَاجِمُونَ الْعَدُوَّ، وَقَعُوا صَرْعَى عَلَى رُؤُوسِ الرِّمَاحِ الْمَصْفُوفَةِ، مُضَرَّجِينَ بِدِمَائِهِمُ الزَّكِيَّةِ، وَأَرْوَاحُهُمُ الْبَرِيئَةُ تَشْكُو إِلَى اللهِ بَثَّهَا وَبَلْوَاهَا مِنْ ظُلْمِ الظَّالِمِينَ. وَلَمَّا ضَاقَتْ بِهِمُ الْحِيَلُ فِي صَدْعِ صُفُوفِ النَّمْسَوِيِّينَ وَكَسْرِ شَوْكَتِهِمْ، بَرَزَ وِنْكِلْرِيدُ السُّوسِرِيُّ مِنْ بَيْنِ مُوَاطِنِيهِ وَصَاحَ بِهِمْ صَيْحَةَ شَهْمٍ مِغْوَارٍ: "أَنِ اتَّبِعُونِي أَفْسَحْ لَكُمْ فُرْجَةً فِي صُفُوفِ الْعَدُوِّ فَتُنَكِّلُوا بِهِمْ تَنْكِيلًا."
وَخَرَجَ يَعْدُو مُسْتَقْبِلًا تِلْكَ الرِّمَاحَ الْمُتَحَفِّزَةَ لِإِعْدَامِهِ، وَوَثَبَ عَلَى الْأَعْدَاءِ وَثْبَةَ اللَّيْثِ يَذُودُ عَنْ عَرِينِهِ، وَقَبَضَ بِيَدَيْهِ عَلَى جُمْلَةٍ مِنَ الْأَسِنَّةِ، فَاحْتَرَقَتْ صَدْرَهُ وَمَزَّقَتْ فُؤَادَهُ، وَلَكِنَّهُ لَمْ يَحْفَلْ بِمَا انْتَابَهُ مِنَ الْآلَامِ، وَلَبِثَ قَابِضًا عَلَى الرِّمَاحِ يُمَكِّنُهَا مِنْ صَدْرِهِ، وَخَرَّ بِهَا عَلَى الْأَرْضِ. فَأَقْبَلَ مُوَاطِنُوهُ عَلَى تِلْكَ الثُّلْمَةِ فِي صُفُوفِ الْأَعْدَاءِ، وَأَشْبَعُوهُمْ طَعْنًا وَضَرْبًا وَتَقْتِيلًا
فَاضْطَرَبَتْ تِلْكَ الصُّفُوفُ، وَارْتَعَبَ الْعَسْكَرُ وَخَارَ بَأْسُهُمْ، وَاخْتَلَّ نِظَامُهُمْ وَانْقَلَبُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ، ثُمَّ لَاذُوا بِأَذْيَالِ الْفِرَارِ، خَوْفًا مِمَّا حَلَّ بِهِمْ مِنَ الْعَذَابِ وَالدَّمَارِ. "وَكَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللهِ وَاللهُ مَعَ الصَّابِرِينَ." فَانْتَصَرَ السُّوسِرِيُّونَ الْأَبْطَالُ، وَمُتِّعُوا بِالْحُرِّيَّةِ وَالِاسْتِقْلَالِ، بَعْدَ أَنْ بَذَلَ بَطَلُهُمْ وِنْكِلْرِيدُ حَيَاتَهُ الشَّرِيفَةَ وَمَاتَ شَهِيدَ الْإِخْلَاصِ لِلْوَطَنِ
المُفْرَدَاتُ
نَاشِبَةً : berkecamuk / berkobar (tentang perang)هَاجُوا : bergerak serentak / bangkit bergejolak
الْغَاصِبِينَ : para perampas / kaum penjajah
مَشَافِرِ : tepi / ujung (ujung pedang)
ظُبَاتِ : mata pedang / ujung senjata yang tajam
وَقْعَةِ : pertempuran / peristiwa perang
أَجَمَةٍ : hutan lebat / belukar
الْخِنَاقَ : cekikan / jeratan (mempersempit ruang gerak)
المُسْتَمِيتَةِ : berjuang mati-matian / rela berkorban demi tujuan
صَرْعَى : bergelimpangan / tewas terkapar
مُضَرَّجِينَ : berselimutkan / berlumuran (darah)
شَوْكَتِهِمْ : kekuatan mereka / taring kekuasaan mereka
شَهْمٍ : orang yang berani / berjiwa ksatria
مِغْوَارٍ : pejuang pemberani / penyerbu ulung
يَذُودُ : menghalau / mempertahankan
الْأَسِنَّةِ : mata tombak
الثُّلْمَةِ : celah / celah robekan pada barisan
Demi Membela Tanah Air
Pada akhir abad ke-14 Masehi, perang berkecamuk antara bangsa Austria dan bangsa Swiss. Bangsa Swiss bergerak serentak menuntut kemerdekaan negeri mereka dari tangan para penjajah, bertaruh di ujung pedang dan mata tombak. Pasukan Austria lalu menyerang mereka. Jumlah pasukan Austria jauh lebih banyak daripada mereka dalam pertempuran Sempach. Pasukan Austria mengepung mereka di hutan yang lebat, mengurung mereka, dan mempersempit ruang gerak mereka, hingga keputusasaan hampir saja menyusup ke dalam jiwa-jiwa mereka yang berani, yang berjuang mati-matian demi keselamatan tanah air serta menebusnya dengan harta, anak-anak, dan jiwa. Setiap kali sekelompok dari mereka keluar menyerang musuh, mereka tewas terkapar di ujung tombak-tombak yang berbaris rapat, berlumuran darah mereka yang suci. Jiwa-jiwa mereka yang tidak berdosa mengadukan kesedihan dan penderitaan mereka kepada Allah atas kezaliman orang-orang yang zalim. Ketika mereka telah kehabisan akal untuk memecah barisan pasukan Austria dan mematahkan kekuatan mereka, muncullah Winkelried, seorang warga Swiss, dari antara sesama warga negaranya. Ia berseru kepada mereka dengan teriakan seorang ksatria yang pemberani, "Ikutilah aku! Aku akan membuka celah untuk kalian di barisan musuh, lalu hancurkanlah mereka sehancur-hancurnya!"Ia pun keluar berlari menyongsong tombak-tombak yang telah bersiap untuk mencabut nyawanya. Ia menerkam musuh layaknya terkaman singa yang mempertahankan sarangnya. Ia meraup dengan kedua tangannya sejumlah mata tombak sekaligus, hingga tombak-tombak itu menusuk dadanya dan merobek jantungnya. Namun, ia tidak memedulikan rasa sakit yang menimpanya. Ia tetap memegang erat tombak-tombak itu hingga menancap kuat di dadanya, lalu ia roboh bersama tombak-tombak tersebut ke tanah. Warga negaranya segera maju menyerbu celah yang terbuka di barisan musuh tersebut, lalu mereka menghujani musuh dengan tikaman, pukulan, dan pembantaian.
Maka, barisan musuh menjadi kocar-kacir. Pasukan mereka ketakutan, runtuh keberaniannya, rusak sistem pertahanannya, dan mereka saling serang sendiri. Kemudian, mereka lari tunggang-langgang karena takut akan siksaan dan kehancuran yang menimpa mereka. "Dan betapa banyak kelompok kecil dapat mengalahkan kelompok yang besar dengan izin Allah, dan Allah beserta orang-orang yang sabar." Akhirnya, bangsa Swiss yang berjiwa pahlawan memperoleh kemenangan, dan mereka menikmati kemerdekaan serta kedaulatan, setelah pahlawan mereka, Winkelried, mengorbankan nyawanya yang mulia dan wafat sebagai martir yang tulus demi tanah air.
-------------------

Post a Comment for "Muthola'ah Kelas 5 KMI Beserta Terjemahannya #11: Demi Membela Tanah Air"