3 Jun 2013

Ada Apa Dengan Jengkol

jengkol
Ada Apa Dengan Jengkol | Jengkol, siapa yang tidak kenal dengan makanan khas yang satu ini. Hampir semua orang mungkin pernah mengkonsumsinya. Tapi bagi sebagian besar orang, makan jengkol mungkin merupakan sesuatu hal yang memalukan. Makanan yang satu ini memang sangat kontroversial. Meskipun tanpa bau saat memakannya, orang-orang di sekeliling sudah terlebih dahulu menutup hidung.

Sudah pada tahu kan dengan jengkol ini, itu loh buah yang berupa polong berbentuk gepeng dan berbelit. Warna buahnya lembayung tua. Setelah tua, bentuk polong buahnya menjadi cembung dan di tempat yang mengandung biji ukurannya membesar. Tiap polong dapat berisi 5-7 biji.Bijinya berkulit ari tipis dan berwarna cokelat mengilap. Biji ini, terutama yang sudah tua, merupakan bagian tanaman yang paling penting dan paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan.

Lalu ada apa dengan jengkol saat ini. Bagi pecinta jengkol siap-siaplah untuk berburu jengkol dengan susah payah dan harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Karena saat saya mempublish postingan ini jengkol susah ditemukan dipasaran, dan kalupun ada harganya selangit bisa sama seperti daging ayam.

Menurut para pedagang sayuran dan juga biasa menjual jengkol yang saya liat di tipi, mereka menduga kenaikan harga tersebut karena turut campur spekulan dalam memainkan harga sehingga setiap sore harga beli sejumlah sayur mayur terus meningkat. Jengkol harganya kini naik drastis dari Rp10 ribu perkilogram menjadi Rp50 ribu perkilogram. Weleh kok mahal banget yah hargnaya.

Jengkol memang menjadi primadona dan menu wajib warung makan kelas menengah kebawah, sebut saja Warteg, Warung Betawi dan bahkan Warung Padang sekalipun biasanya menu jengkol ini tersedia. Dan biasanya jengkol ini paling nikmat ya di semur, jadilah semur jengkol yan lezat.

Sebenarnya para pecinta jengkol bukan tanpa alasan mengkonsumsi makanan ini. Meskipun bau dan dianggap makanan kurang gaul, jangan meremehkan jengkol. Selain sangat kaya akan vitamin C, menurut beberapa sumber yang saya dapatkan ternyata kandungan proteinnya lebih tinggi dari tempe. Jengkol pun diperlukan buat mereka yang mengalami anemia. Selain itu ada beberapa kandungan positif lainnya diantaranya adalah :

Kaya Zat Gizi
Meskipun sering dianggap sebagai makanan kelas rendah, hasil penelitian menunjukkan bahwa jengkol juga kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.

Tinggi Kalsium
Jengkol merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g.

Kebutuhan protein setiap individu tentu saja berbeda-beda. Selain untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan, protein juga berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. Karena itu, protein sering disebut zat pembangun.

Cara Hilangkan Bau Jengkol
Penyebab bau tak sedap dari jengkol itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung dalam biji jengkol. Asam amino didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur sulfur (belerang). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino akan menghasilkan berbagai komponen aroma yang sangat bau akibat pengaruh sulfur tersebut.

Sebenarnya ada cara mudah untuk menghilangkan bau jengkol ini. Bau jengkol dapat dikurangi melalui proses perendaman dan perebusan. Dengan, demikian kedua proses tersebut selain bermanfaat untuk melunakkan biji jengkol, juga berperan dalam mengurani bau tak sedap. Dan lebih penting lagi jika buang air kecil, buanglang di closet sehingga bisa mengurangi bau tak sedap ini.

Yah itulah beberapa manfaat buah jengkol yang saat ini harganya selangit. Apakah karena ada kenaikan BBM, saya sendiri kurang tahu. Tapi biasanya bisa berdampak juga, BBM belum naik harga-harga kebutuhan sudah merangkak naik. Dan yang biasanya kalau sudah naik susah turunnya. Mungkin ini harus menjadi perharian pemerintah. Kalau jengkol saja harganya selangit, bagaimana dengan harga kebutuhan lainnya? Apa kata dunia……

Semoga bermanfaat dan happy blogging…..