16 May 2013

Tidak Usah Makan, Nanti Juga Lapar Lagi

makan nasi
Tidak Usah Makan, Nanti Juga Lapar Lagi | Untuk mengawali coretan iseng dan mungkin kurang bermanfaat ini, ada sebuah ilustrasi menarik. Sebuah parody atau anekdot yang mungkin bisa diambil pelajaran. Mungkin sebagian sobat blogger sudah pernah membacanya. Karena memang cerita ini sudah populer. Ketika dulu saya belajar bahasa Inggrispun ada cerita yang mirip-mirip seperti ini tapi lain versi.

Ceritanya suatu hari di musim hujan seorang sopir Angkutan Kota sebut saja namanya si Ucok menyuruh kondekturnya (keneknya) si Poltak untuk mencuci mobil penumpang yang sangat kotor karena kemarin  mereka seharian sibuk mencari penumpang demi sesuap nasi. Maklumlah musim hujan begini kendaraan yang bersih dengan sekejap jadi kotor kembali dan harus tiap hari mencuci tentunya.

Ucok    : “Poltak tolong cucikan dulu mobil itu, supaya kita narik lagi hari ini!”
Poltak    : “Gak usah bos…nanti kotor lagi”

Akhirnya mereka jalan terus, pikir sopir nanti akan saya balas kau. Setelah menjelang siang, si Poltak merasa lapar dan minta kepada Ucok untuk makan siang…

Poltak    : “Makanlah dulu kita, sudah lapar perut aku”
Ucok   : “Gak usahlah kita makan siang, nanti toh lapar juga….”
Poltak   : Sialan kau….aku dibalas…jadi satu – satu, sudah keroncongan perut aku nih…
+++++

Mungkin kita senyum-senyum atau bahkan ada yang tertawa membaca sepenggal dialog diatas. Tapi sebenarnya bisa jadi kita mentertawakan diri kita sendiri. Kita kadang juga sering berbuat seperti itu. Ketika di suruh taubat dari dosa-dosa misalnya, kadang ada diantara kita mengatakan, ah nanti saja lah taubatnya, entar juga berbuat dosa lagi. Padahal kita tidak tahu kapan ajal menjemput kita kan?

Atau mungkin ketika melihat kekotoran misalnya tidak segera di bersihkan, karena beranggapan ah nanti juga kotor lagi. Maka yang timbul adalah mungkin kita akan menemukan suasana  yang begitu semrawut dan kotor karena tiap orang berfikiran sama.

Kehidupan memang berputar dari satu perbuatan ke perbuatan yang lain. Dan terkadang apa yang kita perbuat sama saja dari hari-kehari. Tapi setidaknya apa yang kita perbuat setiap harinya ada nilai tersendiri dan pastinya akan berbeda dari setiap perbuatan itu.

Jadi jangan bosan dengan apa yang kita perbuat dengan rutinitas kita hari ini dan mungkin esok bahkan lusa jika apa yang kita kerjakan akan sama. Semoga hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

Semoga bermanfaat dan happy blogging….

Dialog nemu di kompasiana