7 Nov 2012

Pelajaran Dari Kisah Si Penjual Ikan

·   59

Penjual Ikan
Pelajaran Dari Kisah Si Penjual Ikan | Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "DISINI JUAL IKAN SEGAR"

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata :DISINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI ,bukan DISANA?"
"Benar juga!" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.

"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"
"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR" dantinggallah tulisan "JUAL IKAN"


Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakantulisannya : "Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?"
Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah tulisan "IKAN"

Selang beberapa waktu, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini ikan bukan daging?"
"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu. (Author Unknown)
Renungan :
Nah sobat Muro’i El-Barezy, kadang kala hal seperti ini kita alami dalam keseharian. Gambaran di atas adalah betapa susahnya jika kita ingin memuaskan semua orang yang kita hadapi. Alih-alih mungkin kita justru akan dirugikan sendiri dengan sikap seperti itu…

Kita punya jati diri dan komitmen  dalam hidup yang seyogyanya menjadi pegangan selama komitmen itu adalah benar adanya. Kita boleh mendengarkan pendapat orang lain, namun cerna dan pahamilah pendapat mereka , apakah sesuai dengan kata hati sobat? Jika tidak, maka katakan....”Maaf..Tidak!
Semoga bermanfaat…….


Subscribe to this Blog via Email :