9 May 2012

Ala Bisa Karena Biasa

Setelah posting “Tips Mudah Mendapat Google Sitelink”, jaringan hotspot di tempatku tinggal terputus karena petir. Sehingga berbekal modem lemot, yang kadang putus kadang nyambung demi untuk mengobati kerinduan kepada sobat blogger, postingan yang ga tahu juntrungannya ini ane publish sebagai sarana untuk menasehati diri sendiri. 

Pernahkah sobat sebelum tidur menyalakan jam beker. Yah.. jam beker agar terbangun sesuai dengan waktu yang di inginkan. Tapi apakah sobat langsung terbangun ketika mendengar suara beker tersebut, atau malah mematikan lagi kemudian tidur lagi? Silakan dijawab masing-masing.
Bagi kita yang sering mendengar jam beker kemudian mematikan dan tidur kembali, kita akan merasa terbiasa  dan kebal. Yang pada akhirnya kita tidak akan terbangun ketika mendengan jam beker berbunyi karena telinga kita sudah beradaptasi, tidak lagi bereaksi ketika jam beker berbunyi.
Sama halnya orang yang tinggal dipinggir jalan raya, di pinggir rel kereta api, atau bahkan di pinggir tempat pembuangan sampah. Yang terbiasa tinggal dipinggir jalan dan rel, mereka bisa tidur dengan nyenyak walaupun ada suara berisik ,suara mobil lewat, suara kereta lewat,  suara tukang sayur lewat dan sebaginya. Bau sampah yang menyengat buat yang tinggal di pinggir sampah tidak mengusik sama sekali. Kenapa bisa demikian? Ya karena sering mengabaikan dan tidak menghiraukannya sehingga  lama kelamaan menjadi kebal.
Pernahkah juga kita mendengar seruan adzan kemudian kita tidur lagi. Akan sama akibatnya jika kita mengabaikannya. Kita akan terbisa santai dan bahkan meremehkan panggilan Allah tersebut akibat kita sering terbiasa tidak menghiraukannya.

Ala Bisa Karena Biasa…., semoga kita terhindar dari sikap demikian.