27 Mar 2012

Katakpun Mengajari Kita

·   22

Setelah posting Memunculkan Postingan di Google Plus, aktifitas blogging Muro'i El-Barezy sempat terhenti karena ulah pencuri kabel telfon, sehingga koneksi internet dimana ane tinggal terputus sampai sekarang. Jadi tidak bisa up date postingan deh..dan mohon maaf jika tidak bisa silaturrahim ke tempat sobat. 
Yah... mumpung lagi ketemu koneksi gratis di tempat lain, kali ini Muro'i El-Barezy ingin berbagi sedikit cerita lama yang mudah mudahan sedikit memberi manfaat.
Pada suatu hari, ada segerombolan katak kecil menggelar lomba lari. Tujuannya adalah mencapai puncak menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul dan mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta lomba.
Perlombaan dimulai. Secara jujur, tak satupun penonton benar-benar percaya bahwa katak katak kecil itu akan bisa mencapai puncak menara. Terdengar suara, “Oh, jalannya terlalu sulit! Mereka tidak akan pernah sampai ke puncak.”
Katak-katak kecil itu mulai berjatuhan satu persatu, kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan-lahan dan semakin tinggi. Penonton terus berteriak, “Terlalu sulit!!! Aku yakin tak satupun katak yang akan berhasil!!” Lebih banyak lagi katak yang lelah dan menyerah. Namun ada satu katak yang melanjutkan hingga makin tinggi. Sepertinya, ia tidak akan menyerah. Dan akhirnya, dengan usaha keras, ia menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak. Semua katak kecil yang lain terpana dan ingin tahu bagaimana katak kecil itu melakukannya. Apa sebabnya? Ternyata katak pemenangnya adalah seekor katak tuli.

Dari cerita tadi, kita mendapat sebuah pelajaran yang sangat berharga. Intinya adalah jangan pernah mendengar orang lain yang punya kecenderungan negative ataupun pesimistis. Karena , mereka mengambil sebagian besar mimpi kita dan menjauhkannya dari kita. Segala sesuatu yang kita dengar dan baca bisa mempengaruhi perilaku kita! Karena itu tetaplah selalu positif. Dan yang terpenting, berlaku tuli jika ada orang yang berkata kepada kita bahwa kita tidak bisa menggapai cita-cita. Berfikirlah selalu, “I can do this!”

Subscribe to this Blog via Email :