Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemah Muthola'ah Kelas 4 KMI #11: Balasan Pengkhianatan

Balasan Pengkhianatan Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk…

Terjemah Muthola'ah Kelas 4 KMI #11: Balasan Pengkhianatan
Balasan Pengkhianatan

Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 4 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 11 yang menceritakan tentang seorang pria dari kalangan bangsawan mengadakan perjamuan makan yang mewah untuk para tamu yang datang mengunjunginya. Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Silakan anda bisa mengikuti kisahnya berikut ini.


الْجَزَاءُ الْخِيَانَةُ

أَدَّبَ رَجُلٌ مِنْ عَلِيَّةِ الْقَوْمِ مَأْدُبَةً فَاخِرَةً لِضُيُوفٍ نَزَلُوا بِهِ فَزَيَّنَ الْمَائِدَةَ بِالْأَزْهَارِ وَالرَّيَاحِينِ وَجَمَعَ فِيهَا مِنْ شَهِيِّ الطَّعَامِ أَشْكَالًا وَأَلْوَانًا وَ لَمْ يَنْقُصْ مِنْ كَمَالِهَا فِي عَيْنِ صَاحِبِهَا إِلَّا غِيَابُ طَعَامِ السَّمَكِ لِأَنَّ خَادِمَهُ عَادَ مِنَ السُّوقِ وَ لَمْ يَجِدْ فِيهِ سَمَكًا

وَبَيْنَمَا الرَّجُلُ جَالِسٌ يُفَكِّرُ فِي هَذَا الْأَمْرِ إِذْ دَخَلَ عَلَيْهِ خَادِمُهُ وَمَعَهُ صَيَّادٌ يَحْمِلُ ثَلَاثَ سَمَكَاتٍ كَبِيرَاتٍ لَا تَزَالُ الْحَيَاةُ تَدِبُّ فِي جُسُومِهَا فَفَرِحَ الرَّجُلُ بِهَا

وَقَالَ لِلصَّيَّادِ: "مَاذَا تَطْلُبُ ثَمَنًا لَهَا" فَقَالَ الصَّيَّادُ "يَا مَوْلَايَ إِنَّ هَذِهِ السَّمَكَاتِ كَلَّفَتْنِي مَشَقَّةً عَظِيمَةً فِي صَيْدِهَا وَالدُّخُولِ بِهَا عَلَيْكَ وَلَا أُرِيدُ لَهَا ثَمَنًا أَقَلَّ مِنْ أَنْ أَضْرِبَ مِائَةَ سَوْطٍ" فَتَعَجَّبَ صَاحِبُ الدَّارِ مِنْ هَذَا الطَّلَبِ وَلَكِنَّ الصَّيَّادَ أَلَحَّ عَلَيْهِ فِي الْأَمْرِ فَأَمَرَ بِجَلْدِهِ كَمَا طَلَبَ وَلَمَّا أَنْ بَلَغَ الضَّارِبُ خَمْسِينَ جَلْدَةً صَاحَ الصَّيَّادُ وَقَالَ "كَفَّ عَنِ الضَّرْبِ فَإِنِّي أَخَذْتُ نَصِيبِي وَلِي شَرِيكٌ يَسْتَحِقُّ النِّصْفَ الثَّانِيَ" فَقَالَ السَّرِّيُّ "وَمَنْ شَرِيكُكَ" قَالَ الصَّيَّادُ "بَوَّابُكَ الَّذِي لَمْ يَسْمَحْ لِي بِالْمُثُولِ بَيْنَ يَدَيْكَ إِلَّا بَعْدَ أَنْ وَعَدْتُهُ بِنِصْفِ الثَّمَنِ فَادْعُهُ إِلَيْكَ وَأَدِّهِ حَقَّهُ" فَاغْتَاظَ السَّيِّدُ مِنْ خِيَانَةِ بَوَّابِهِ وَأَمَرَ بِجَلْدِهِ خَمْسِينَ جَلْدَةً وَطَرَدَهُ مِنْ خِدْمَتِهِ وَأَعْطَى الصَّيَّادَ جُنَيْهَيْنِ ثَمَنًا لِسَمَكِهِ وَمُكَافَأَةً لَهُ عَلَى فَرْطِ ذَكَائِهِ


المُفْرَدَاتُ

عَلِيَّةِ الْقَوْمِ : Kalangan bangsawan / orang-orang terpandang
مَأْدُبَةً : Perjamuan makan / pesta makan
الرَّيَاحِينِ : Tumbuhan harum / bunga aromatik
شَهِيِّ : Lezat / menggugah selera
تَدِبُّ : Masih bergerak / berdenyut (hidup)
مَشَقَّةً : Kesulitan / kepayahan
سَوْطٍ : Cambukan / pecutan
أَلَحَّ : Mendesak / meminta dengan sangat
بِجَلْدِهِ : Untuk mencambuknya
صَاحَ : Berteriak / berseru
كَفَّ : Berhentilah / tahanlah
نَصِيبِي : Bagianku / jatahku
السَّرِّيُّ : Orang kaya / tuan yang mulia
بَوَّابُكَ : Penjaga pintumu / satpammu
بِالْمُثُولِ : Menghadap / tampil di depan
فَاغْتَاظَ : Maka dia sangat marah / geram
طَرَدَهُ : Mengusirnya / memecatnya
فَرْطِ ذَكَائِهِ : Kecerdikan yang luar biasa

Balasan Pengkhianatan

Seorang pria dari kalangan bangsawan mengadakan perjamuan makan yang mewah untuk para tamu yang datang mengunjunginya. Ia menghias meja hidangan dengan bunga-bunga dan tanaman yang harum, serta mengumpulkan bermacam-macam bentuk dan warna makanan yang lezat di atasnya. Kesempurnaan jamuan itu sama sekali tidak berkurang di mata sang pemilik rumah, kecuali karena tidak adanya hidangan ikan. Hal ini terjadi karena pelayannya baru saja kembali dari pasar dan tidak menemukan seekor ikan pun di sana.

Ketika pria itu sedang duduk memikirkan masalah tersebut, tiba-tiba pelayannya masuk bersama seorang nelayan yang membawa tiga ekor ikan besar yang masih bergerak hidup di dalam wadahnya. Pria itu pun merasa sangat gembira.

Ia lalu berkata kepada sang nelayan, "Berapa harga yang kamu minta untuk ikan-ikan ini?" Nelayan itu menjawab, "Wahai tuanku, sesungguhnya ikan-ikan ini telah membuat saya mengalami kesulitan yang besar saat menangkap dan membawanya kemari untuk Anda. Saya tidak meminta harga lain selain dicambuk sebanyak seratus kali." Pemilik rumah tentu saja terkejut mendengar permintaan yang aneh ini. Namun, karena sang nelayan terus mendesak, ia akhirnya memerintahkan pelayan lain untuk mencambuk nelayan itu sesuai permintaannya.

Ketika orang yang bertugas mencambuk telah mencapai cambukan kelima puluh, sang nelayan berteriak dan berkata, "Tahan cambukannya! Sungguh, saya telah mengambil bagian saya, dan saya memiliki seorang sekutu yang berhak mendapatkan setengah bagian sisanya." Pria terpandang itu bertanya, "Siapa sekutumu?" Nelayan itu menjawab, "Penjaga pintumu yang tidak mengizinkan saya untuk menghadap Anda, kecuali setelah saya berjanji akan memberikan setengah dari harga ikan ini kepadanya. Maka, panggillah dia kemari dan berikan haknya."

Mendengar hal itu, sang tuan sangat marah atas pengkhianatan penjaga pintunya. Ia pun memerintahkan agar penjaga pintu tersebut dicambuk sebanyak lima puluh kali dan langsung memecatnya dari pekerjaan. Setelah itu, ia memberikan uang sebesar dua pound kepada sang nelayan sebagai harga ikan sekaligus hadiah atas kecerdikannya yang luar biasa.

---------------------------------------

Pesan Moral

Pesan moral utama dari cerita ini adalah bahwa kejujuran dan kecerdikan akan membawa keberuntungan, sedangkan keserakahan dan pengkhianatan pasti akan berujung pada kehancuran. Melalui kisah ini, kita diajarkan untuk tidak menyalahgunakan amanah atau memeras orang lain demi keuntungan pribadi seperti yang dilakukan oleh si penjaga pintu, karena kebenaran lambat laun akan terungkap dan pelaku kecurangan akan menerima balasan yang setimpal.

Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 4 KMI #11: Balasan Pengkhianatan"

Artikel Terkini

Kembali ke atas