Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #9: Pelayan dan Ikan

Pelayan dan ikan Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk memb…

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #9: Pelayan dan Ikan
Pelayan dan ikan

Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 9 yang menceritakan tentang seorang pelayan yang diperintah tuannya untuk membeli ikan oleh tuannya, tapi mendapat perlakuan tidak mengenakan dari penjual ikan. Lalu apa yang dilakukan oleh pelayan tersebut? Ikuti kisahnya berikut ini!


الخَادِمُ وَالسَّمَكَةُ

أَرْسَلَ سَيِّدٌ خَادِمَهُ لِيَشْتَرِيَ لَهُ سَمَكًا مِنَ السُّوقِ، فَلَمَّا وَصَلَ إِلَى الحَانُوتِ، وَجَدَ زِحَامَ المُشْتَرِينَ شَدِيدًا، فَوَقَفَ بُرْهَةً يَنْتَظِرُ خِفَّةَ الزِّحَامِ، وَالنَّاسُ يَتَسَابَقُونَ إِلَى الشِّرَاءِ بِلَا تَرْتِيبٍ. فَلَمَّا طَالَ انْتِظَارُهُ دَفَعَ إِلَى دَاخِلِ الحَانُوتِ، وَقَبَضَ عَلَى سَمَكَةٍ وَرَجَا مِنَ البَائِعِ أَنْ يَزِنَهَا

وَلَمَّا لَمْ يَلْتَفِتِ السَّمَّاكُ إِلَيْهِ لِحَقَارَةِ ثِيَابِهِ، كَرَّرَ عَلَيْهِ الطَّلَبَ، فَلَمْ يَزْدَدْ إِلَّا انْصِرَافًا عَنْهُ. فَتَغَيَّظَ الخَادِمُ مِنْ مُعَامَلَةِ البَائِعِ لَهُ، وَدَبَّرَ فِي نَفْسِهِ حِيلَةً لَطِيفَةً يَكِيدُ لَهُ بِهَا

فَأَخَذَ سَمَكَةً وَقَرَّبَهَا مِنْ أَنْفِهِ كَأَنَّهُ يَشُمُّهَا، فَاعْتَاظَ البَائِعُ مِنْ ذَلِكَ وَقَالَ غَاضِبًا: "لِمَاذَا تَشُمُّ سَمَكِي أَيُّهَا الرَّجُلُ وَلَيْسَ عِنْدِي سَمَكٌ نَتِنٌ؟ اتْرُكِ السَّمَكَ إِنْ لَمْ يُعْجِبْكَ، وَارْحَلْ عَنِّي وَرِزْقِي عَلَى اللهِ."

فَقَالَ الخَادِمُ: "أَنَا لَا أَشُمُّ هَذِهِ السَّمَكَةَ، وَلَكِنِّي أَسْمَعُ مِنْهَا الجَوَابَ عَنْ سُؤَالٍ أَلْقَيْتُهُ عَلَيْهَا."

فَقَالَ السَّمَّاكُ: "مَاذَا سَأَلْتَهَا وَبِمَاذَا أَجَابَتْكَ؟" فَقَالَ الخَادِمُ: "سَأَلْتُهَا هَلْ رَأَتْ أَخِي الَّذِي غَرِقَ فِي البَحْرِ مُنْذُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فَأَجَابَتْ أَنَّهَا لَا تَعْرِفُ شَيْئًا مِنْ أَخْبَارِ البَحْرِ الحَدِيثَةِ، لِأَنَّهَا خَرَجَتْ مِنْهُ مُنْذُ أُسْبُوعَيْنِ."


المُفْرَدَاتُ

الحَانُوتِ : Toko / kedai
زِحَامَ : Kepadatan / kesesakan / kerumunan
بُرْهَةً : Sebentar / sejenak
يَزِنَهَا : Menimbangnya
لِحَقَارَةِ : Karena kefakiran / kehinaan / kepandiran (dalam konteks ini: karena pakaiannya yang lusuh)
فَتَغَيَّظَ / فَاعْتَاظَ : Maka dia menjadi sangat marah / kesal
حِيلَةً : Siasat / akal muslihat / trik
يَكِيدُ : Membalas / mengelabui / memperdayai
نَتِنٌ : Busuk / berbau tidak sedap
غَرِقَ : Tenggelam

Pelayan dan Ikan

Seorang tuan mengutus pelayannya untuk membeli ikan di pasar. Setibanya di toko, ia mendapati kerumunan pembeli sangat padat. Ia pun berdiri sejenak menunggu kerumunan tersebut agak lengang, sementara orang-orang saling berebut untuk membeli tanpa teratur. Ketika penantiannya sudah terlalu lama, ia menerobos ke dalam toko, mengambil seekor ikan, dan meminta si penjual untuk menimbangnya.

Namun, karena pakaian pelayan itu tampak lusuh, si penjual ikan sama sekali tidak memedulikannya. Pelayan itu mengulangi permintaannya, tetapi si penjual justru semakin mengabaikannya. Pelayan itu merasa sangat kesal dengan perlakuan si penjual terhadapnya, lalu ia memikirkan sebuah siasat cerdik di dalam hatinya untuk membalas perbuatan penjual tersebut.

Ia lalu mengambil seekor ikan dan mendekatkannya ke hidung seolah-olah sedang mengendusnya. Si penjual pun merasa kesal melihat hal itu dan berkata dengan marah, "Mengapa kamu mengendus ikanku, hai anak muda? Aku tidak punya ikan yang busuk! Tinggalkan ikan itu jika kamu tidak menyukainya, dan pergilah dariku, rezekiku sudah diatur oleh Allah."

Pelayan itu menjawab, "Aku tidak sedang mengendus ikan ini, melainkan aku sedang mendengarkan jawaban atas pertanyaan yang aku ajukan kepadanya."

Si penjual ikan bertanya, "Apa yang kamu tanyakan dan apa jawabannya?" Pelayan itu menjawab, "Aku bertanya kepadanya apakah ia melihat saudaraku yang tenggelam di laut tiga hari yang lalu. Ia menjawab bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang kabar terbaru dari laut, karena ia sudah keluar dari laut sejak dua minggu yang lalu."




Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #9: Pelayan dan Ikan"

Artikel Terkini

Kembali ke atas