Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #7: Hadiah Tikus-Tikus

Hadiah tikus-tikus Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk me…

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #7: Hadiah Tikus-Tikus
Hadiah tikus-tikus

Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 7 yang menceritakan tentang seorang wanita pemilik kucing yang memberikan hadiah sekotak tikus kepeda tetangganya karena telah membunuh kucingnya tanpa sebab.


هَدِيَّةُ الْفِيرَانِ

كَانَ لِامْرَأَةٍ قِطٌّ جَمِيلٌ تُحِبُّهُ كَثِيرًا لِبَرَاعَتِهِ فِي صَيْدِ الْفِيرَانِ، وَتَتَسَلَّى بِمُدَاعَبَتِهِ سَاعَاتِ الِانْفِرَادِ. فَخَرَجَ الْقِطُّ يَوْمًا وَلَمْ يَعُدْ كَعَادَتِهِ، فَقَلِقَتِ الْمَرْأَةُ عَلَيْهِ، وَخَرَجَتْ تَبْحَثُ عَنْهُ، فَوَجَدَتْهُ فِي الطَّرِيقِ قَتِيلًا بِرَصَاصَةٍ فِي رَأْسِهِ. فَحَزِنَتْ عَلَيْهِ حُزْنًا شَدِيدًا

وَبَعْدَ أَيَّامٍ قَلَائِلَ، بَلَغَهَا أَنَّ جَارَهَا هُوَ الَّذِي قَتَلَ ذَلِكَ الْقِطَّ لِحَاجَةٍ فِي نَفْسِهِ. فَاعْتَاظَتْ مِنْ ذَلِكَ الْفِعْلِ السَّيِّئِ، وَصَمَّمَتْ عَلَى الِانْتِقَامِ مِنْ جَارِهَا، الَّذِي لَمْ يُرَاعِ حُرْمَةَ الْجِوَارِ، وَلَمْ يَشُكَّ ذَلِكَ الْقِطُّ إِلَيْهَا أَبَدًا. فَاشْتَرَتْ جُمْلَةَ مَصَايِدَ لِلْفِيرَانِ، صَادَتْ بِهَا أَكْثَرَ مِنْ خَمْسِينَ فَأْرًا. ثُمَّ وَضَعَتِ الْفِيرَانَ فِي صُنْدُوقٍ كَبِيرٍ، وَكَتَبَتْ عَلَيْهِ اسْمَ جَارِهَا وَأَرْسَلَتْهُ إِلَيْهِ بِالْبَرِيدِ

وَلَمَّا تَسَلَّمَ الرَّجُلُ الصُّنْدُوقَ فَرِحَ بِهِ، وَظَنَّهُ هَدِيَّةً نَفِيسَةً مِنْ أَحَدِ أَصْدِقَائِهِ. فَفَتَحَهُ لِيَرَى مَا فِيهِ، وَإِذَا الْفِيرَانُ خَرَجَتْ تَثِبُ فِي وَجْهِهِ، وَانْتَشَرَتْ فِي أَنْحَاءِ الْغُرْفَةِ وَهُوَ يَتَقَزَّزُ مِنْ ذَلِكَ الْمَنْظَرِ الْخَبِيثِ، وَلَمْ يَدْرِ سَبَبًا لِهَذِهِ الْمَكِيدَةِ. ثُمَّ الْتَفَتَ فِي الصُّنْدُوقِ فَرَأَى وَرَقَةً مَكْتُوبًا فِيهَا الْعِبَارَةُ الْآتِيَةُ:

"لَقَدْ قَتَلْتَ قِطِّي وَحَرَمْتَنِي وُجُودَهُ، فَأَهْدَيْتُ لَكَ هَذِهِ الْفِيرَانَ الَّتِي أَصْبَحَتْ تَمْرَحُ فِي بَيْتِي بِلَا رَقِيبٍ"

فَصَبَرَ الرَّجُلُ عَلَى هَذِهِ الْمُصِيبَةِ، الَّتِي اعْتَبَرَهَا جَزَاءً حَقًّا عَلَى سُوءِ فِعْلِهِ


المُفْرَدَاتُ

لِبَرَاعَتِهِ : Karena kemahirannya / kehebatannya
بِمُدَاعَبَتِهِ : Dengan mencandainya / mengelusnya / mengajaknya bermain
الِانْفِرَادِ : Waktu menyendiri / waktu luang sendiri
قَتِيلًا : Terbunuh / mati terbunuh
بِرَصَاصَةٍ : Dengan sebutir peluru
فَاعْتَاظَتْ : Maka ia merasa sangat geram / marah besar
مَصَايِدَ : Perangkap-perangkap / jebakan (bentuk jamak dari mishyadah)
تَثِبُ : Melompat / meloncat
يَتَقَزَّزُ : Merasa jijik / mual
الْمَكِيدَةِ : Tipu daya / siasat balas dendam
تَمْرَحُ : Bersuka ria / berkeliaran dengan bebas
رَقِيبٍ : Pengawas / penjaga


Hadiah Tikus-Tikus

Seorang wanita memiliki seekor kucing cantik yang sangat ia sayangi karena kemahirannya dalam menangkap tikus. Ia biasa menghibur diri dengan mengajaknya bermain saat sedang menyendiri. Suatu hari, kucing itu pergi dan tidak kunjung pulang seperti biasanya. Wanita itu pun merasa khawatir, lalu keluar untuk mencarinya. Ia mendapati kucingnya telah mati terbunuh di jalan dengan sebutir peluru di kepalanya. Kesedihan yang mendalam pun melanda dirinya.

Beberapa hari kemudian, ia mendapat kabar bahwa tetangganyalah yang telah membunuh kucing tersebut demi memenuhi suatu keinginan pribadinya. Wanita itu merasa sangat geram atas perbuatan buruk tersebut. Ia pun membulatkan tekad untuk membalas dendam kepada tetangganya yang tidak menghormati hak bertetangga itu, padahal kucing tersebut tidak pernah sekalipun mengganggunya.

Wanita itu kemudian membeli beberapa buah perangkap tikus, lalu menggunakannya hingga berhasil menangkap lebih dari lima puluh ekor tikus. Selanjutnya, ia memasukkan tikus-tikus tersebut ke dalam sebuah kotak besar, menuliskan nama tetangganya pada kotak itu, lalu mengirimkannya melalui pos.

Ketika pria itu menerima kotak tersebut, ia merasa senang karena mengiranya sebagai hadiah berharga dari salah seorang temannya. Ia pun membukanya untuk melihat isinya. Tiba-tiba, tikus-tikus itu keluar melompat ke arah wajahnya dan berkeliaran ke seluruh penjuru ruangan.

Pria itu merasa sangat jijik melihat pemandangan buruk tersebut, dan ia sama sekali tidak mengetahui alasan di balik tipu daya ini. Kemudian, ia menengok ke dalam kotak dan melihat selembar kertas bertuliskan kalimat berikut:"Kamu telah membunuh kucingku dan merampas keberadaannya dariku. Oleh karena itu, aku menghadiahkan tikus-tikus ini kepadamu, yang kini bebas berkeliaran di rumahku tanpa ada lagi yang mengawasinya."

Pria itu pun hanya bisa bersabar menerima musibah tersebut, yang ia sadari sebagai balasan yang setimpal atas keburukan perbuatannya sendiri.



Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #7: Hadiah Tikus-Tikus"

Artikel Terkini

Kembali ke atas