Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #6: Jam Dinding dan Jam Matahari

Jam dinding dan jam matahari Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diaja…

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #6: Jam Dinding dan Jam Matahari
Jam dinding dan jam matahari

Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 6 yang menceritakan tentang jam dinding dan jam matahari di sebuah taman yang saling mengunggulkan kelebihannya masing-masing dan menjatuhkan satu sama lainnya.


سَاعَةُ الْحَائِطِ وَالْمِزْوَلَةُ

كَانَ فِي حَدِيقَةِ دَارٍ كَبِيرَةٍ مِزْوَلَةٌ تُـبَيِّنُ الْوَقْتَ وَكَانَ مِنْ ضِمْنِ الْبِنَاءِ بُرْجٌ عَالٍ، فِي قِمَّتِهِ سَاعَةٌ كَبِيرَةٌ تُطِلُّ عَلَى الْحَدِيقَةِ. وَفِي يَوْمٍ كَثِيرِ الْغَيْمِ، قَالَتِ السَّاعَةُ لِلْمِزْوَلَةِ "كَيْفَ تَرْضَيْنَ أَنْ تَقِفِي مَوْقِفَكِ هَذَا مِنْ غَيْرِ عَمَلٍ؟ إِنَّكِ لِمِمَّنْ يَتَّكِلُونَ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ، فَلَا تَسْتَطِيعِينَ أَنْ تُؤَدِّي عَمَلَكِ، وَتُـبَيِّنِي الْوَقْتَ، إِلَّا إِذَا أَضَاءَتْ عَلَيْكِ الشَّمْسُ، أَمَّا أَنَا، فَإِنِّي أَعْمَلُ لَيْلًا وَنَهَارًا، صَيْفًا وَشِتَاءً مُعْتَمِدَةً عَلَى نَفْسِي، فَأُبَيِّنُ لِلنَّاسِ أَوْقَاتَ عَمَلِهِمْ وَرَاحَتِهِمْ وَأَكْلِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَنَوْمِهِمْ. اِسْمَعِي هَأَنَذَا أَدُقُّ: وَاحِدَةً اِثْنَتَيْنِ، ثَلَاثًا، أَرْبَعًا. أَمَّا أَنْتِ، فَلَا يَسْتَفِيدُ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا إِذَا أَتَى لِيَرَاكِ"

ثُمَّ ظَهَرَتِ الشَّمْسُ مِنْ وَرَاءِ السَّحَابِ، فَتَبَيَّنَ أَنَّ فِي السَّاعَةِ تَأَخُّرًا قَدْرُهُ نِصْفُ سَاعَةٍ. وَعِنْدَ ذَلِكَ تَبَسَّمَتِ الْمِزْوَلَةُ مُسْتَهْزِئَةً بِخَطَأِ جَارَتِهَا، وَقَالَتِ "الْآنَ قَدْ ظَهَرَ الْحَقُّ. أَنْتِ تَعْمَلِينَ فَتُخْطِئِينَ، وَتُوقِعِينَ فِي الْخَطَأِ مَنْ يَتَّكِلُ عَلَيْكِ، فَلَا يَأْتِيهِمْ مِنْكِ إِلَّا الضَّرَرُ" فَقَالَتِ السَّاعَةُ "لَيْسَ الْعَيْبُ أَنْ يَعْمَلَ الْمَرْءُ وَيُخْطِئَ، وَلَكِنَّ الْعَيْبَ أَنْ يَتَّكِلَ عَلَى غَيْرِهِ فِي عَمَلِهِ"


المُفْرَدَاتُ

الْمِزْوَلَةُ : Jam matahari / penunjuk waktu bayangan matahari
بُرْجٌ : Menaraتُطِلُّ : Menghadap / mengarah ke / menjulang di atas
الْغَيْمِ : Awan / mendung
يَتَّكِلُونَ : Mereka bergantung / bersandar (kepada orang lain)
مُعْتَمِدَةً : Dengan mengandalkan / bertumpu
أَدُقُّ : Aku berdentang / berbunyi
مُسْتَهْزِئَةً : Dengan nada mengejek / mencemooh
تُخْطِئِينَ : Kamu berbuat salah / keliru
الضَّرَرُ : Kerugian / madarat / dampak buruk
الْعَيْبُ : Aib / cela / keburukan
الْمَرْءُ : Seseorang / manusia


Jam Dinding dan Jam Matahari

Di taman sebuah rumah besar, terdapat sebuah jam matahari yang menunjukkan waktu. Di area bangunan tersebut, terdapat pula sebuah menara tinggi yang di puncaknya terpasang sebuah jam dinding besar yang menghadap ke arah taman. Pada hari yang sangat mendung, jam dinding berkata kepada jam matahari, "Bagaimana kamu bisa rela berdiri di tempatmu itu tanpa melakukan pekerjaan apa pun? Kamu termasuk orang-orang yang hanya bergantung pada orang lain."

Kamu tidak akan mampu melakukan pekerjaanmu dan menunjukkan waktu, kecuali jika matahari menyinarimu. Sementara aku, aku bekerja siang dan malam, baik pada musim panas maupun musim dingin dengan mengandalkan diriku sendiri. Aku menunjukkan kepada orang-orang waktu bekerja, beristirahat, makan, salat, dan tidur mereka. Dengarkanlah, ini aku berdentang: satu, dua, tiga, empat. Sedangkan kamu, tidak ada seorang pun yang bisa mengambil manfaat darimu kecuali jika ia datang langsung untuk melihatmu."

Tidak lama kemudian, matahari muncul dari balik awan, lalu diketahuilah bahwa jam dinding tersebut mengalami keterlambatan selama setengah jam. Saat itulah jam matahari tersenyum sambil mengejek kekeliruan tetangganya itu, lalu berkata, "Sekarang kebenaran telah terungkap. Kamu bekerja tetapi kamu berbuat salah, dan kamu menjerumuskan orang yang bergantung kepadamu ke dalam kekeliruan, sehingga tidak ada yang mereka dapatkan darimu selain kerugian."

Jam dinding pun membalas, "Bukanlah sebuah cela jika seseorang bekerja lalu berbuat salah, tetapi yang menjadi cela adalah ketika seseorang bergantung pada orang lain dalam pekerjaannya."

Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #6: Jam Dinding dan Jam Matahari"

Artikel Terkini

Kembali ke atas