Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #5: Keutamaan Melukis
Keutamaan Pelukis Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk mem…
![]() |
| Keutamaan Pelukis |
Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.
Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 5 yang menceritakan tentang seorang pelukis yang berkat keahliannya ia bisa membongkar kejahatan yang menimpanya.
مَزِيَّةُ التَّصْوِيرِ
كَانَ مُصَوِّرٌ مُسَافِرًا وَهُوَ يَحْمِلُ مَبْلَغًا كَبِيرًا مِنَ النُّقُودِ، فِي كِيسٍ عَلَّقَهُ حَوْلَ عُنُقِهِ. فَنَزَلَ لَيْلًا بِبَلَدٍ لَمْ يَجِدْ فِيهِ خَانًا، فَأَنْزَلَهُ أَحَدُ الْأَهَالِي ضَيْفًا عِنْدَهُ. وَلَمَّا رَأَى أَنَّهُ يَحْمِلُ ذَلِكَ الْمَالَ الْكَثِيرَ، لَبِثَ يَرْقُبُهُ حَتَّى نَامَ، وَدَخَلَ عَلَيْهِ حُجْرَتَهُ يَسْتَرِقُ الْخُطَى لِكَيْلَا يَسْتَيْقِظَ، وَسَلَبَهُ الْمَالَ، وَحَمَلَهُ بِلُطْفٍ وَخِفَّةٍ، وَأَلْقَاهُ فِي الطَّرِيقِ بَعِيدًا عَنِ الدَّارِ. وَلَمَّا اسْتَيْقَظَ الرَّجُلُ مِنْ نَوْمِهِ فِي الصَّبَاحِ، وَجَدَ نَفْسَهُ فِي الطَّرِيقِ وَلَا مَالَ مَعَهُ. فَذَهَبَ إِلَى الْحَاكِمِ وَشَكَا إِلَيْهِ أَمْرَهُ فَسَأَلَهُ الْحَاكِمُ "أَتَعْرِفُ مَنْ مُضِيفُكَ بِالْأَمْسِ؟" فَقَالَ لَا، وَلَكِنِّي مُصَوِّرٌ مَاهِرٌ، أَسْتَطِيعُ أَنْ أُصَوِّرَ لَكَ أَهْلَ الْبَيْتِ الَّذِي كُنْتُ فِيهِ، فَتَعْرِفُهُمْ أَنْتَ أَوْ عُمَّالُكَ"
ثُمَّ اخْتَلَى الْمُصَوِّرُ فِي غُرْفَةٍ، وَصَوَّرَ كُلَّ أَعْضَاءِ تِلْكَ الْأُسْرَةِ الْخَائِنَةِ. فَعُرِضَتِ الصُّورَةُ عَلَى الْأَهَالِي فَعَرَفُوهُمْ، وَجَاؤُوا بِهِمْ إِلَى الْحَاكِمِ. فَأَقَرُّوا بِذَنْبِهِمْ، وَرَدُّوا الْمَالَ إِلَى صَاحِبِهِ. وَعَاقَبَهُمُ الْحَاكِمُ عِقَابًا شَدِيدًا، لِأَنَّهُمْ خَانُوا مَنِ اتَّمَنَهُمْ عَلَى نَفْسِهِ وَمَالِهِ
المُفْرَدَاتُ
مَزِيَّةُ : Keutamaan / kelebihan / manfaatمُصَوِّرٌ : Pelukis / penggambar (pada masa klasik) / fotografer
خَانًا : Penginapan / hotel / tempat singgah kafilah
يَسْتَرِقُ الْخُطَى : Melangkah mengendap-endap / berjalan tanpa suara
وَسَلَبَهُ : Dan ia merampasnya / merampoknya
وَخِفَّةٍ : Dan dengan kelincahan / kecepatan tangan
مُضِيفُكَ : Tuan rumah yang menjamumu / penerima tamumu
عُمَّالُكَ : Para pegawaimu / bawahanmu / aparatmu
اخْتَلَى : Menyendiri / mengasingkan diri
الْخَائِنَةِ : Yang khianat / tidak jujur / culas
فَأَقَرُّوا : Maka mereka mengakui
اتَّمَنَهُمْ : Memercayai mereka / menitipkan amanah kepada mereka
Keutamaan Melukis
Seorang pelukis sedang melakukan perjalanan sambil membawa uang dalam jumlah besar yang disimpan di dalam kantong yang dikalungkan di lehernya. Ia tiba pada malam hari di suatu daerah yang tidak memiliki penginapan. Akhirnya, salah seorang warga setempat mengajaknya menginap dan menjadikannya sebagai tamu di rumahnya.Ketika pemilik rumah melihat pelukis itu membawa uang yang sangat banyak, ia terus mengawasinya hingga sang pelukis tertidur. Pemilik rumah kemudian masuk ke kamarnya dengan melangkah mengendap-endap agar pelukis itu tidak terbangun. Ia merampas uang tersebut, membawanya dengan lembut dan cekatan, lalu membuang pelukis itu ke jalanan yang jauh dari rumahnya.
Ketika pelukis itu terbangun dari tidurnya pada pagi hari, ia mendapati dirinya sudah berada di jalanan tanpa membawa uang sepeser pun. Ia segera menemui penguasa setempat dan mengadukan masalah yang menimpanya. Penguasa itu bertanya, "Apakah kamu mengenali orang yang menjamumu semalam?" Pelukis itu menjawab, "Tidak, tetapi aku adalah seorang pelukis yang tepercaya. Aku dapat melukiskan seluruh anggota keluarga di rumah tempat aku menginap semalam untukmu, sehingga Anda atau para pegawai Anda dapat mengenali mereka."
Pelukis itu kemudian menyendiri di dalam sebuah ruangan, lalu melukis seluruh anggota keluarga yang khianat tersebut. Ketika lukisan itu ditunjukkan kepada warga setempat, mereka langsung mengenali mereka dan membawa keluarga tersebut ke hadapan penguasa.
Ketika pelukis itu terbangun dari tidurnya pada pagi hari, ia mendapati dirinya sudah berada di jalanan tanpa membawa uang sepeser pun. Ia segera menemui penguasa setempat dan mengadukan masalah yang menimpanya. Penguasa itu bertanya, "Apakah kamu mengenali orang yang menjamumu semalam?" Pelukis itu menjawab, "Tidak, tetapi aku adalah seorang pelukis yang tepercaya. Aku dapat melukiskan seluruh anggota keluarga di rumah tempat aku menginap semalam untukmu, sehingga Anda atau para pegawai Anda dapat mengenali mereka."
Pelukis itu kemudian menyendiri di dalam sebuah ruangan, lalu melukis seluruh anggota keluarga yang khianat tersebut. Ketika lukisan itu ditunjukkan kepada warga setempat, mereka langsung mengenali mereka dan membawa keluarga tersebut ke hadapan penguasa.
Akhirnya, mereka mengakui perbuatannya dan mengembalikan uang itu kepada pemiliknya. Penguasa pun menjatuhkan hukuman yang sangat berat kepada mereka karena mereka telah mengkhianati orang yang telah memercayakan diri dan hartanya kepada mereka.

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #5: Keutamaan Melukis"