![]() |
| Balasan Kejujuran |
Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.
Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 4 yang membahas tentang seorang petani jujur yang mempunyai tetangga kaya raya namun baik hati.
جَزَاءُ الصِّدْقِ
ذَهَبَ فَلَّاحٌ إِلَى جَارٍ لَهُ غَنِيٍّ مُولَعٍ بِالصَّيْدِ، وَشَكَا إِلَيْهِ مَا أَصَابَ الْقَمْحَ فِي حَقْلِهِ مِنَ التَّلَفِ، بِسَبَبِ كَثْرَةِ دُخُولِ كِلَابِهِ فِيهِ
فَقَالَ الْجَارُ: "حَقِيقَةً يَا صَاحِبِي كَثِيرًا مَا نَزَلَتْ كِلَابِي فِي حَقْلِكَ، وَرُبَّمَا سَبَّبَتْ شَيْئًا مِنَ التَّلَفِ، وَأَنَا مُسْتَعِدٌّ لِتَعْوِيضِ خَسَارَتِكَ"
فَقَالَ الْفَلَّاحُ: "لَمَّا رَأَيْتُ مَا حَلَّ بِأَرْضِي مِنَ التَّلَفِ، دَعَوْتُ صَدِيقًا لِي لِتَقْدِيرِ الْخَسَارَةِ، وَنَرَى أَنَّهَا تَبْلُغُ ثَلَاثِينَ جُنَيْهًا". فَقَدَّمَ إِلَيْهِ السَّرِيُّ مَا طَلَبَ مِنَ الْعِوَضِ
وَلَمَّا جَاءَ وَقْتُ الْحَصَادِ، وَجَدَ الْفَلَّاحُ أَنَّ الْجُزْءَ الَّذِي ظَنَّهُ تَالِفًا أَتَى بِأَحْسَنِ حَاصِلٍ. فَذَهَبَ إِلَى السَّرِيِّ، وَأَعْلَمَهُ بِحَقِيقَةِ الْحَالِ، وَقَالَ: "إِنَّهُ قَدْ أَتَى لِرَدِّ الْمَبْلَغِ، لِأَنَّهُ لَا يَرَى لِنَفْسِهِ حَقًّا فِيهِ"
فَقَالَ السَّرِيُّ: "هَذَا مَا يَنْبَغِي بَيْنَ الرَّجُلِ وَالرَّجُلِ". ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى حُجْرَةٍ أُخْرَى، وَعَادَ وَمَعَهُ خَمْسَةُ أَمْثَالِ الْمَبْلَغِ، وَقَدَّمَهُ إِلَى الْفَلَّاحِ قَائِلًا: "اِدَّخِرْ هَذَا الْمَبْلَغَ، حَتَّى تَصِيرَ عُمْرُ ابْنِكَ إِحْدَى وَعِشْرِينَ سَنَةً، وَإِذْ ذَاكَ سَلِّمْهُ إِلَيْهِ، وَقُصَّ عَلَيْهِ قِصَّتَهُ
المُفْرَدَاتُ
جَزَاءُ : Balasan / ganjaranمُولَعٍ : Sangat gemar / hobi berat
التَّلَفِ : Kerusakan
لِتَعْوِيضِ : Untuk mengganti rugi / mengompensasi
لِتَقْدِيرِ : Untuk memperkirakan / menilai (jumlah)
السَّرِيُّ : Orang kaya / orang terpandang yang dermawan
الْعِوَضِ : Pengganti / uang ganti rugi
الْحَصَادِ : Panen / masa menuai hasil
حَاصِلٍ : Hasil bumi / produk pertanian
يَنْبَغِي : Sepatutnya / seharusnya
أَمْثَالِ : Lipat (dari suatu jumlah)
اِدَّخِرْ : Simpanlah / tabunglah
Balasan Kejujuran
Seorang petani mendatangi tetangganya, seorang kaya yang sangat gemar berburu. Petani itu mengadukan kerusakan tanaman gandum di ladangnya yang disebabkan oleh anjing-anjing milik tetangganya yang sering masuk ke sana.Tetangga itu berkata, "Benar, wahai sahabatku. Anjing-anjingku memang sering masuk ke ladangmu dan mungkin saja menyebabkan beberapa kerusakan. Aku bersedia mengganti rugi atas kerugianmu."
Petani itu menjawab, "Ketika melihat kerusakan yang menimpa ladangku, aku memanggil seorang temanku untuk memperkirakan jumlah kerugiannya, dan kami menilai kerugian itu mencapai tiga puluh koin emas." Orang kaya yang dermawan itu pun langsung menyerahkan uang ganti rugi yang diminta kepadanya.
Ketika musim panen tiba, petani itu mendapati bahwa bagian ladang yang ia kira rusak ternyata menghasilkan panen yang sangat baik. Ia pun segera menemui orang kaya tersebut untuk memberitahukan keadaan yang sebenarnya, lalu berkata, "Aku datang untuk mengembalikan uang ini karena aku merasa tidak memiliki hak lagi atas uang tersebut."
Orang kaya itu berkata, "Inilah sikap yang sepatutnya ditunjukkan di antara sesama pria terhormat." Kemudian ia masuk ke ruangan lain dan kembali dengan membawa uang sejumlah lima kali lipat dari jumlah sebelumnya. Ia menyerahkan uang itu kepada si petani sambil berkata, "Tabunglah uang ini sampai anakmu berusia dua puluh satu tahun. Pada saat itu, serahkan uang ini kepadanya dan ceritakanlah kisah kejujuran ini."

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #4: Balasan Kejujuran"