Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #2: Si Pembual (Orang yang Mengaku-ngaku)
Si Pembual Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, m…
![]() |
| Si Pembual |
Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.
Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 2 yang membahas tentang seorang pembual yang mengaku-ngaku sebagai pemberani yang sebenarnya adalah seorang penakut. Ikuti kisahnya berikut ini.
الْمُدَّعِي
مَرَّ رَجُلَانِ فِي أَجَمَةٍ كَثِيرَةِ الْأَشْجَارِ، فَرَأَى أَحَدُهُمَا عَلَى الْأَرْضِ آثَارَ أَقْدَامِ السِّبَاعِ، فَقَالَ لِرَفِيقِهِ: إِنَّهُ يُخْشَى أَنْ يَخْرُجَ عَلَيْهِمَا سَبُعٌ فَيَقْتُلَهُمَا، وَلَيْسَ مَعَهُمَا سِلَاحٌ يُدَافِعَانِ بِهِ عَنْ نَفْسَيْهِمَا. فَقَالَ الْآخَرُ: "لَا تَخَفْ مَادُمْتُ أَنَا مَعَكَ، وَأَنْتَ تَعْلَمُ مَبْلَغَ شَجَاعَتِي وَقُوَّتِي وَ...."، وَمَا كَادَ يُتِمُّ كَلَامَهُ حَتَّى سَمِعَا صَوْتَ دُبٍّ آتِيًا، فَتَرَكَ ذَلِكَ الْمُدَّعِي رَفِيقَهُ، وَجَرَى نَحْوَ شَجَرَةٍ وَصَعِدَ إِلَى قِمَّتِهَا هَرَبًا مِنَ الدُّبِّ. وَأَمَّا الْآخَرُ فَاسْتَلْقَى عَلَى الْأَرْضِ وَكَتَمَ نَفَسَهُ. وَلَمَّا جَاءَ الدُّبُّ، دَارَ حَوْلَهُ يَشُمُّ بَدَنَهُ فَلَمْ يَجِدْ فِيهِ نَفَسًا، فَظَنَّ أَنَّهُ مَيِّتٌ وَتَرَكَهُ وَانْصَرَفَ، لِأَنَّهُ لَا يَأْكُلُ الْمَيْتَةَ
وَبَعْدَ أَنْ ذَهَبَ الدُّبُّ نَزَلَ ذَلِكَ الْمُدَّعِي عَنِ الشَّجَرَةِ، وَأَقْبَلَ نَحْوَ رَفِيقِهِ وَهُوَ فِي شِدَّةِ الْخَجَلِ، وَسَأَلَهُ عَلَى سَبِيلِ الْمِزَاحِ عَمَّا قَالَهُ الدُّبُّ فِي أُذُنِهِ فَقَالَ الثَّانِي: "هَذَا دُبٌّ حَكِيمٌ. فَلَقَدْ أَخْبَرَنِي أَنَّ مَادِحَ نَفْسِهِ كَذَّابٌ لَا يُصَدَّقُ، وَلَا يُعْتَمَدُ عَلَيْهِ"
المُفْرَدَاتُ
الْمُدَّعِي : Orang yang membual / orang yang mengaku-ngaku (sok berani)أَجَمَةٍ : Hutan lebat / semak belukar yang rimbun
السِّبَاعِ : Binatang-binatang buas (bentuk jamak dari Sabu')
يُخْشَى : Dikhawatirkan / ditakutkan
مَبْلَغَ : Tingkat / sejauh mana / kadar
فَاِسْتَلْقَى : Maka ia berbaring / telentang
كَتَمَ : Menahan / menyembunyikan (napas)
وَاِنْصَرَفَ : Dan ia pergi berlalu / berbalik arah
الْمَيْتَةَ : Bangkai / makhluk yang sudah mati
الْخَجَلِ: Rasa malu / kemaluan
الْمِزَاحِ : Candaan / gurauan
Si Pembual (Orang yang Mengaku-ngaku)
Dua orang pria sedang berjalan melewati hutan yang sangat lebat. Salah seorang dari mereka melihat jejak kaki binatang buas di tanah, lalu berkata kepada temannya, "Dikhawatirkan akan ada binatang buas yang keluar menyerang dan membunuh kita, sedangkan kita tidak membawa senjata apa pun untuk membela diri."Pria yang satunya menjawab, "Jangan takut selama aku bersamamu. Kamu kan tahu sendiri bagaimana tingkat keberanian dan kekuatanku, serta...." Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba mereka mendengar suara beruang yang datang mendekat.
Si pembual itu pun langsung meninggalkan temannya, lalu berlari menuju sebatang pohon dan memanjat hingga ke puncaknya demi menyelamatkan diri dari beruang tersebut. Sementara itu, pria yang satunya lagi segera merebahkan diri telentang di atas tanah dan menahan napasnya.
Ketika beruang itu tiba, ia berputar-putar di sekitarnya sambil mengendus-endus tubuh pria tersebut. Karena tidak menemukan embusan napas, beruang itu mengira ia sudah mati, lalu meninggalkannya dan pergi berlalu. Sebab, beruang tidak memakan bangkai.
Setelah beruang itu pergi, si pembual turun dari pohon. Ia menghampiri temannya dengan perasaan yang sangat malu, lalu bertanya dengan nada bercanda tentang apa yang dibisikkan oleh beruang itu ke telinganya. Pria kedua menjawab, "Ini adalah beruang yang bijaksana.
Dia memberi tahu aku bahwa orang yang memuji dirinya sendiri adalah seorang pembohong yang tidak boleh dipercaya dan tidak dapat diandalkan."

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #2: Si Pembual (Orang yang Mengaku-ngaku)"