Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #15: Singa dan Rubah
Singa dan Rubah Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk memba…
![]() |
| Singa dan Rubah |
Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.
Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 15 yang menceritakan tentang seekor singa yang menua dan tetap berusaha untuk mendapatkan makanan. Bagaimana singa tua tersebut mendapatkannya? Anda bisa menyimak kisahnya berikut ini.
الأَسَدُ وَالثَّعْلَبُ
كَانَ أَسَدٌ يَعِيشُ فِي مَكَانٍ يَكْثُرُ فِيهِ الشَّجَرُ، وَكَانَ مُتَنَعِّمًا مُحْتَرَمًا، تَهَابُهُ كُلُّ الوُحُوشِ فِي الأَحْرَاشِ، لِشِدَّةِ بَأْسِهِ. وَلَمَّا شَاخَ ضَعُفَ، وَلَمْ يَعُدْ يَقْوَى عَلَى اصْطِيَادِ قُوتِهِ كَمَا كَانَ أَيَّامَ قُوَّتِهِ، حَتَّى أَشْرَفَ عَلَى المَوْتِ. فَعَمَدَ إِلَى الحِيلَةِ لِتَحْصِيلِ غِذَائِهِ، مَادَامَتِ القُوَّةُ قَدْ زَالَتْ عَنْهُ. فَتَمَارَضَ وَاعْتَزَلَ فِي غَارٍ، حَتَّى إِذَا أَتَتِ الوُحُوشُ لِزِيَارَتِهِ قَتَلَهَا غَدْرًا، وَافْتَرَسَهَا دَاخِلَ الغَارِ وَأَكَلَهَا. وَذَاتَ يَوْمٍ أَتَى ثَعْلَبٌ، وَوَقَفَ بِبَابِ الغَارِ مُتَرَدِّدًا بَيْنَ الدُّخُولِ وَالِانْصِرَافِ، حَتَّى رَآهُ الأَسَدُ وَقَالَ: "أَهْلًا بِكَ يَا أَبَا الحُصَيْنِ! مَا بَالُكَ لَا تَدْخُلُ حَتَّى نَأْتَنِسَ بِكَ فِي حَالِ الوَحْدَةِ وَالمَرَضِ؟ وَلَوْ كُنْتُ صَحِيحًا سَلِيمًا لَخَرَجْتُ أَنَا لِمُلَاقَاتِكَ، لِمَا لَكَ عِنْدِي مِنَ القِيمَةِ وَالِاعْتِبَارِ." فَقَالَ الثَّعْلَبُ: "أَتَيْتُ لِأَعُودَ سَيِّدَ الوُحُوشِ، وَقَدْ كُنْتُ عَوَّلْتُ عَلَى الدُّخُولِ وَالجُلُوسِ مَعَهُ لِأُسَلِّيَهُ، وَأُخَفِّفَ عَنْهُ الأَلَمَ، غَيْرَ أَنِّي أَرَى آثَارَ أَقْدَامٍ كَثِيرَةٍ دَخَلَتْ وَلَمْ تَخْرُجْ، وَلِذَلِكَ أَكْتَفِي بِسُؤَالِ سَيِّدِي عَنْ حَالِهِ، رَاجِيًا مِنَ اللهِ لَهُ السَّلَامَةَ." ثُمَّ انْصَرَفَ مُعْتَبِرًا بِمَا قَدْ حَصَلَ لِغَيْرِهِ.
المُفْرَدَاتُ
مُتَنَعِّمًا : Hidup makmur / serbakerkecukupanتَهَابُهُ : Segan kepadanya / takut kepadanya
الأَحْرَاشِ : Semak belukar / hutan lebat
بَأْسِهِ : Kekuatan fisik / keperkasaannya
شَاخَ : Menjadi tua bangka / menua
قُوتِهِ : Makanan pokoknya / rezekinya sehari-hari
أَشْرَافَ عَلَى المَوْتِ : Hampir mati / berada di ambang maut
فَعَمَدَ إِلَى : Maka ia sengaja beralih ke / mengandalkan
فَتَمَارَضَ : Maka ia pura-pura sakit
وَاعْتَزَلَ : Dan ia mengasingkan diri / menyendiri
غَدْرًا : Secara licik / berkhianat / sembunyi-sembunyi
مُتَرَدِّدًا : Ragu-ragu / bimbang
أَبَا الحُصَيْنِ : Julukan (kunyah) untuk seekor rubah
نَأْتَنِسَ بِكَ : Kami merasa terhibur / senang dengan kehadiranmu
لِأَعُودَ : Untuk menjenguk (orang sakit)
عَوَّلْتُ عَلَى : Aku telah bermaksud / berencana untuk
لِأُسَلِّيَهُ : Untuk menghiburnya
مُعْتَبِرًا : Sambil mengambil pelajaran / hikmah
Singa dan Rubah
Dahulu ada seekor singa yang hidup di tempat yang lebat pepohonannya. Ia hidup makmur dan dihormati serta ditakuti oleh seluruh binatang di hutan belantara karena keperkasaannya yang luar biasa. Namun, ketika singa itu menua, ia menjadi lemah dan tidak lagi mampu memburu makanannya seperti pada masa kejayaannya dahulu, hingga ia berada di ambang maut. Karena kekuatannya telah sirna, ia pun mengandalkan siasat cerdik untuk mendapatkan makanan. Ia berpura-pura sakit dan mengasingkan diri di dalam sebuah gua. Ketika binatang-binatang lain datang menjenguknya, ia membunuh mereka secara licik, lalu menerkam dan memakannya di dalam gua tersebut.Pada suatu hari, datanglah seekor rubah. Ia berdiri di depan pintu gua dengan ragu-ragu antara masuk atau pergi. Ketika singa melihatnya, ia pun berkata, "Selamat datang, wahai Abu al-Husain (si rubah)! Mengapa kamu tidak masuk agar kami merasa terhibur dengan kehadiranmu di tengah kesendirian dan rasa sakit ini? Seandainya aku sehat dan bugar, tentu aku yang akan keluar menemuimu karena betapa berharga dan terhormatnya dirimu bagiku."
Rubah itu menjawab, "Aku datang untuk menjenguk pemimpin para binatang. Tadinya aku memang bermaksud untuk masuk dan duduk bersamanya guna menghibur serta meringankan rasa sakitnya. Akan tetapi, aku melihat ada banyak jejak kaki yang mengarah masuk, tetapi tidak ada yang keluar. Oleh karena itu, aku cukup menanyakan kabar tuanku dari sini saja, sambil memohon keselamatan bagi Tuan kepada Allah."
Setelah itu, rubah tersebut pergi sambil mengambil pelajaran berharga dari apa yang telah menimpa binatang-binatang lainnya.

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #15: Singa dan Rubah"