Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #14: Siasat Laba-Laba

Siasat Laba-Laba Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk memb…

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #14: Siasat Laba-Laba
Siasat Laba-Laba

Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 14 yang menceritakan tentang seorang pria yang mendapatkan pelajaran berharga dari seekor laba-laba yang ia temukan di pinggir danau.


حِيلَةُ العَنْكَبُوتِ

أَخَذَ رَجُلٌ عَصَا وَغَرَزَهَا فِي بِرْكَةِ مَاءٍ بِالقُرْبِ مِنْ حَافَّتِهَا، ثُمَّ أَخَذَ عَنْكَبُوتًا وَوَضَعَهَا عَلَى طَرَفِ العَصَا، وَوَقَفَ يُلَاحِظُ مَا تَأْتِي بِهِ العَنْكَبُوتُ مِنَ الحِيلَةِ لِلخُرُوجِ مِنْ تِلْكَ الجَزِيرَةِ

فَنَزَلَتْ مِنْ أَعْلَى العَصَا بِبُطْءٍ حَتَّى وَصَلَتْ إِلَى المَاءِ، فَرَأَتْ أَنَّ الطَّرِيقَ مَسْدُودَةٌ، فَجَعَلَتْ تَدُورُ حَوْلَ العَصَا أَمَلًا فِي أَنْ تَجِدَ مَنْفَذًا. وَلَمَّا خَابَ سَعْيُهَا عَادَتْ إِلَى أَعْلَى العَصَا، وَلَبِثَتْ بُرْهَةً مِنْ غَيْرِ أَنْ تَتَحَرَّكَ، كَأَنَّهَا تُفَكِّرُ فِي تَدْبِيرِ حِيلَةٍ تُخَلِّصُهَا مِنْ سِجْنِهَا

وَأَخِيرًا أَخْرَجَتْ مِنْ جَوْفِهَا خَيْطًا طَوِيلًا أَلْصَقَتْ أَحَدَ طَرَفَيْهِ بِأَعْلَى العَصَا، وَأَرْسَلَتِ الثَّانِيَ يَطِيرُ فِي الهَوَاءِ، وَهِيَ تَرْقُبُ مَا يَفْعَلُ اللهُ بِهِ، إِلَى أَنْ وَقَعَ عَلَى شَجَرَةٍ صَغِيرَةٍ عَلَى حَافَّةِ البِرْكَةِ وَلَصِقَ بِهَا، فَعَبَرَتِ القَنْطَرَةَ الَّتِي صَنَعَتْهَا، وَوَصَلَتْ إِلَى البَرِّ سَالِمَةً مَسْرُورَةً

وَلَمَّا شَاهَدَ الرَّجُلُ ذَلِكَ، أَيْقَنَ أَنَّ اللهَ لَمْ يَخْلُقْ حَيَوَانًا مَهْمَا كَانَ صَغِيرًا، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَجْعَلَ فِيهِ مَا يَسْتَطِيعُ بِهِ أَنْ يُدَبِّرَ أُمُورَهُ بِنَفْسِهِ


المُفْرَدَاتُ

وَغَرَزَهَا : Dan menancapkannya
حَافَّتِهَا : Tepinya / pinggirnya
بِرْكَةِ : Kolam
مَسْدُودَةٌ : Tertutup / tersumbat
مَنْفَذًا : Jalan keluar / tempat tembus
خَابَ سَعْيُهَا : Usahanya gagal / sia-sia
وَلَبِثَتْ : Dan ia tinggal / berdiam diri
بُرْهَةً : Sebentar / sejenak
تَدْبِيرِ : Merencanakan / memikirkan cara
تُخَلِّصُهَا : Menyelamatkannya / membebaskannya
جَوْفِهَا : Rongga tubuhnya / bagian dalamnya
تَرْقُبُ : Mengamati / memperhatikan / menunggu
القَنْطَرَةَ : Jembatan
البَرِّ : Daratan
أَيْقَنَ : Meyakini / menjadi yakin


Siasat Laba-Laba

Seorang pria mengambil sebuah tongkat lalu menancapkannya di sebuah kolam air, tepat di dekat tepinya. Kemudian, ia mengambil seekor laba-laba dan meletakkannya di ujung tongkat tersebut. Pria itu berdiri mengamati siasat apa yang akan dilakukan oleh si laba-laba untuk keluar dari pulau buatan itu.

Laba-laba itu pun turun dari ujung tongkat secara perlahan hingga sampai ke permukaan air. Ketika melihat bahwa jalan tersebut buntu, ia mulai berjalan berputar mengelilingi tongkat dengan harapan dapat menemukan jalan keluar. Namun, setelah usahanya gagal, ia kembali lagi ke ujung tongkat. Ia berdiam diri sejenak tanpa bergerak sedikit pun, seolah-olah sedang memikirkan sebuah rencana untuk menyelamatkan diri dari penjaranya.

Akhirnya, ia mengeluarkan seutas benang yang panjang dari dalam rongga tubuhnya. Ia merekatkan salah satu ujung benang tersebut di puncak tongkat, lalu membiarkan ujung yang kedua melayang terbang terbawa angin. Ia terus mengamati apa yang akan Allah takdirkan atas benang tersebut hingga akhirnya ujung benang itu jatuh dan melekat pada sebuah pohon kecil di tepi kolam. Laba-laba itu pun menyeberangi jembatan yang telah dibuatnya sendiri, lalu sampai di daratan dengan selamat dan penuh suka cita.

Ketika pria itu menyaksikan peristiwa tersebut, ia menjadi yakin bahwa Allah tidak menciptakan makhluk hidup apa pun, sekecil apa pun ia, tanpa membekali kemampuan di dalam dirinya untuk mengatur urusannya sendiri.




Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #14: Siasat Laba-Laba"

Artikel Terkini

Kembali ke atas