Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #12: Si Pemberani dan Si Penakut

Si Pemberani dan Si Penakut Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak…

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #12: Si Pemberani dan Si Penakut
Si Pemberani dan Si Penakut

Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 12 yang menceritakan tentang dua orang sahabat yang berselisih, namun akhirnya kebenaran terbukti di akhir cerita? Ikuti kisahnya berikut ini!


الشَّجَاعَةُ وَالجُبْنُ

خَرَجَ رَمَضَانُ وَسُلَيْمَانُ يَتَمَشَّيَانِ فَرَأَيَا مَعْرَكَةً فِي الطَّرِيقِ، وَطَلَبَ سُلَيْمَانُ مِنْ رَمَضَانَ أَنْ يَقِفَ مَعَهُ لِيَرَيَا مَا يَكُونُ مِنْ أَمْرِهَا. فَأَبَى رَمَضَانُ إِلَّا مُتَابَعَةَ السَّيْرِ، خَوْفَ أَنْ يَلْحَقَهُمَا أَذًى وَلَيْسَ لَهُمَا دَخْلٌ فِيهَا، فَأَلَحَّ سُلَيْمَانُ عَلَى رَفِيقِهِ الَّذِي مَا زَالَ مُصِرًّا عَلَى مُتَابَعَةِ السَّيْرِ، فَغَضِبَ سُلَيْمَانُ وَرَمَى رَمَضَانَ بِالجُبْنِ وَافْتَرَقَا

وَبَعْدَ ذَلِكَ صَارَ سُلَيْمَانُ وَبَعْضُ خَاصَّتِهِ، يَسْخَرُونَ مِنْ رَمَضَانَ، وَيُعَيِّرُونَهُ بِالجُبْنِ. وَلَكِنَّ رَمَضَانَ تَحَمَّلَ أَذَاهُمْ بِالصَّبْرِ الجَمِيلِ، لِعِلْمِهِ أَنَّهُ لَيْسَ مِنَ الشَّجَاعَةِ، أَنْ يُلْقِيَ المَرْءُ بِنَفْسِهِ فِي المَخَاطِرِ، عَلَى غَيْرِ طَائِلٍ، وَسَتُظْهِرُ الأَيَّامُ مَبْلَغَ شَجَاعَتِهِ يَوْمًا مَا. وَبَعْدَ ذَلِكَ بِأَيَّامٍ، اتَّفَقَ أَنَّ سُلَيْمَانَ كَانَ يَسْتَحِمُّ مَعَ رِفَاقِهِ، وَتَجَاوَزَ حَدَّ مَنْطِقَةِ الِاسْتِحْمَامِ فَتَعِبَ، وَصَارَ يَغْطِسُ وَيَطْفُو وَيَصْرُخُ، مُسْتَغِيثًا بِإِخْوَانِهِ الَّذِينَ كَانُوا مِثْلَهُ، يَتَبَاهَوْنَ بِشَجَاعَةٍ لَيْسَتْ فِيهِمْ، وَلَكِنَّهُمْ تَرَكُوهُ وَهَرَبُوا

وَلَمَّا رَأَى رَمَضَانُ وَهُوَ عَلَى الشَّاطِئِ مَا حَلَّ بِسُلَيْمَانَ، خَلَعَ مَلَابِسَهُ بِغَايَةِ السُّرْعَةِ، وَوَثَبَ فِي المَاءِ وَسَبَحَ، وَخَاطَرَ بِنَفْسِهِ لِيُخَلِّصَهُ. وَبَعْدَ الجُهْدِ العَظِيمِ أَخْرَجَهُ سَالِمًا

وَبِهَذَا العَمَلِ، خَجِلَ سُلَيْمَانُ وَرِفَاقُهُ مِنْ تَعَدِّيهِمْ عَلَى رَمَضَانَ، وَاعْتَرَفُوا لَهُ بِأَنَّهُ أَكْثَرُهُمْ شَجَاعَةً وَحِكْمَةً

المُفْرَدَاتُ

الشَّجَاعَةُ : Keberanian
الجُبْنُ : Sifat penakut / pengecut
فَأَبَى : Namun ia menolak / enggan
فَأَلَحَّ : Maka ia mendesak / meminta dengan sangat
وَيُعَيِّرُونَهُ : Dan mereka mencelanya / mengejeknya
عَلَى غَيْرِ طَائِلٍ : Tanpa ada gunanya / sia-sia
يَغْطِسُ : Tenggelam / menyelam
وَيَطْفُو : Dan mengapung / muncul ke permukaan
مُسْتَغِيثًا : Meminta pertolongan (dalam keadaan darurat)
يَتَبَاهَوْنَ : Mereka saling menyombongkan diri / memamerkan
بِغَايَةِ السُّرْعَةِ : Dengan sangat cepat / secepat mungkin
وَوَثَبَ : Dan ia melompat
خَجِلَ : Merasa malu
تَعَدِّيهِمْ : Kezaliman mereka / perbuatan melampaui batas mereka


Si Pemberani dan Si Penakut

Ramadan dan Sulaiman pergi berjalan-jalan, lalu mereka melihat sebuah perkelahian di jalan. Sulaiman meminta Ramadan untuk berhenti bersamanya agar mereka bisa melihat apa yang sedang terjadi. Namun, Ramadan menolak dan memilih untuk terus berjalan karena khawatir mereka akan terkena dampak buruknya, padahal mereka tidak ada hubungannya dengan kejadian itu. Sulaiman terus mendesak temannya yang tetap bersikeras untuk melanjutkan perjalanan. Sulaiman pun menjadi marah, menuduh Ramadan sebagai seorang penakut, lalu mereka berpisah.

Setelah kejadian itu, Sulaiman dan beberapa orang dekatnya mulai mengolok-olok Ramadan dan mencelanya sebagai seorang penakut. Akan tetapi, Ramadan menerima gangguan mereka dengan kesabaran yang baik. Hal itu karena ia tahu bahwa menjerumuskan diri ke dalam bahaya tanpa ada gunanya sama sekali bukanlah sebuah keberanian. Ia percaya bahwa waktu akan menunjukkan tingkat keberaniannya suatu hari nanti.

Beberapa hari kemudian, takdir mempertemukan Sulaiman yang sedang berenang bersama teman-temannya. Ia berenang melewati batas aman area berenang hingga kelelahan. Ia pun mulai tenggelam dan muncul ke permukaan sambil berteriak meminta pertolongan kepada teman-temannya—orang-orang yang sebelumnya sama seperti dirinya, suka menyombongkan keberanian yang sebenarnya tidak mereka miliki. Namun, mereka justru meninggalkan Sulaiman dan melarikan diri.

Ketika Ramadan yang berada di tepi pantai melihat apa yang menimpa Sulaiman, ia segera melepas pakaiannya dengan sangat cepat. Ia melompat ke dalam air, berenang, dan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Sulaiman. Setelah berjuang keras, ia berhasil membawa Sulaiman keluar dalam keadaan selamat.
------------
Berkat tindakan tersebut, Sulaiman dan teman-temannya merasa malu atas perlakuan buruk mereka kepada Ramadan selama ini. Mereka pun mengakui bahwa Ramadan adalah orang yang paling berani dan paling bijaksana di antara mereka.



Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #12: Si Pemberani dan Si Penakut"

Artikel Terkini

Kembali ke atas