Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #11: Jangan Tanyakan tentang Seseorang, tetapi Tanyakan tentang Temannya
Muthola'ah kelas 3 KMI Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak …
![]() |
| Muthola'ah kelas 3 KMI |
Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.
Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 11 yang menceritakan tentang seorang pertani yang berusaha untuk mengusir kawanan burungg pipit yang mengganggu tanamannya, tapi ternyata ada seekor angsa yang ikut terperangkap? Ikuti kisahnya!
عَنِ المَرْءِ لَا تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِينِهِ
كَانَ زَرَّاعٌ يَرَى العَصَافِيرَ تَنْزِلُ فِي حَقْلٍ لَهُ، وَتَأْكُلُ القَمْحَ مِنْ سُنْبُلِهِ مَتَى أَدْرَكَ. وَكَانَ يَنْصِبُ لَهَا مِجْدَارًا لِكَيْ تَخَافَ مَتَى رَأَتْهُ فَتَبْتَعِدَ عَنِ الزَّرْعِ. وَلَكِنَّ ذَلِكَ لَمْ يَأْتِ بِفَائِدَةٍ، فَغَضِبَ الرَّجُلُ وَنَصَبَ لَهَا شَرَكًا لِيَصِيدَهَا وَيَقْتُلَهَا، جَزَاءً عَلَى إِضْرَارِهَا بِزَرْعِهِ
فَوَقَعَتْ فِي الشَّرَكِ وِزَّةٌ مَعَ العَصَافِيرِ. وَلَمَّا ذَهَبَ الرَّجُلُ لِيَأْخُذَهَا، بَكَتِ الوِزَّةُ بُكَاءً شَدِيدًا، وَتَوَسَّلَتْ إِلَيْهِ أَنْ يُطْلِقَهَا، لِأَنَّهَا لَمْ تُشَارِكْ صَاحِبَاتِهَا العَصَافِيرَ فِي أَكْلِ القَمْحِ، وَلَكِنَّهَا رَافَقَتْهُنَّ لِتَمَكُّنِ الصَّدَاقَةِ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُنَّ، وَلَا ذَنْبَ لَهَا عِنْدَ الزَّرَّاعِ يَأْخُذُهَا بِهِ، وَلَيْسَ مِنَ العَدْلِ أَنْ يُعَامِلَهَا كَمَا يُعَامِلُ العَصَافِيرَ الَّتِي آذَتْهُ، وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُولُ "وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى"
فَقَالَ لَهَا الزَّرَّاعُ: "وَمَا يُدْرِينِي أَنَّكِ لَمْ تَأْكُلِي مِنْ قَمْحِي، مَعَ رَفِيقَاتِكِ السَّارِقَاتِ النَّاهِبَاتِ؟ بَلْ بِالعَكْسِ أَنَا أَعْلَمُ أَنَّ الإِنْسَانَ لَا يُصَاحِبُ إِلَّا مَنْ كَانَ مِثْلَهُ فِي العَادَاتِ وَالأَخْلَاقِ وَالأَعْمَالِ. وَلَقَدْ ضُبِطْتِ الآنَ مَعَ الأَشْرَارِ فِي أَثْنَاءِ السِّرْقَةِ، فَحَقَّ عَلَيْكِ عِقَابُهُمْ. وَمَا أَنَا إِلَّا إِنْسَانٌ كَسَائِرِ النَّاسِ، لَا أَعْلَمُ مَا تَكِنُّ الأَنْفُسُ، وَمَا اسْتَتَرَ فِي القُلُوبِ"
المُفْرَدَاتُ
قَرِينِهِ : Temannya / sahabat dekatnyaزَرَّاعٌ : Petani
سُنْبُلِهِ : Bulir-bulir padinya / bulir gandumnya
أَدْرَكَ : (Dalam konteks ini) Telah matang / siap panen
مِجْدَارًا : Orang-orangan sawah (untuk menakuti burung)
شَرَكًا : Perangkap / jerat
إِضْرَارِهَا : Perbuatan merusaknya / merugikannya
وِزَّةٌ : Seekor angsa
تَوَسَّلَتْ : Memohon dengan sangat / mengiba
لَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى : Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain
وَمَا يُدْرِينِي : Apa yang bisa membuatku tahu / bagaimana aku bisa tahu
النَّاهِبَاتِ : Para perampas / penjarah
ضُبِطْتِ : Kamu tertangkap basah / terciduk
فَحَقَّ : Maka wajib / sudah semestinya
تَكِنُّ : Disembunyikan / dirahasiakan
Jangan Tanyakan tentang Seseorang, tetapi Tanyakan tentang Temannya
Seorang petani sering melihat kawanan burung pipit turun ke ladangnya. Burung-burung itu memakan gandum dari bulir-bulirnya yang telah matang. Petani itu lalu memasang orang-orangan sawah agar kawanan burung tersebut takut saat melihatnya dan menjauh dari tanamannya. Namun, usaha itu tidak membuahkan hasil. Petani tersebut menjadi marah, lalu ia memasang perangkap untuk menangkap dan membunuh burung-burung itu sebagai balasan atas kerusakan yang mereka perbuat pada tanamannya.Ternyata, ada seekor angsa yang ikut terjebak di dalam perangkap bersama kawanan burung pipit tersebut. Ketika si petani datang untuk mengambil hasil tangkapannya, angsa itu menangis tersedu-sedu dan memohon dengan sangat agar petani sudi melepaskannya. Angsa itu berdalih bahwa ia tidak ikut serta bersama teman-teman pipitnya memakan gandum, melainkan ia hanya menemani karena jalinan persahabatan di antara mereka. Ia merasa tidak memiliki kesalahan apa pun kepada si petani yang membuatnya harus ditangkap. Menurutnya, tidak adil jika petani memperlakukannya sama seperti kawanan burung pipit yang telah merugikan ladangnya, terlebih Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman, "Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain."
Petani itu lalu menjawab, "Bagaimana aku bisa tahu kalau kamu tidak ikut memakan gandumku bersama teman-temanmu yang pencuri dan penjarah itu? Sebaliknya, aku tahu betul bahwa seseorang tidak akan bersahabat kecuali dengan orang yang memiliki kesamaan kebiasaan, akhlak, dan perbuatan dengannya. Sekarang, kamu telah tertangkap basah bersama para pelaku kejahatan di tengah aksi pencurian mereka, maka sudah semestinya kamu menerima hukuman yang sama seperti mereka. Aku ini hanyalah manusia biasa seperti yang lain, tidak mengetahui apa yang disembunyikan oleh jiwa dan apa yang dirahasiakan di dalam hati."

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #11: Jangan Tanyakan tentang Seseorang, tetapi Tanyakan tentang Temannya"