Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Muthola'ah Kelas 5 KMI dan Terjemahannya #4: Tanda-Tanda Kesetiaan

Tanda-tanda kesetiaan Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memah…

Muthola'ah Kelas 5 KMI dan Terjemahannya #4: Tanda-Tanda Kesetiaan
Tanda-tanda kesetiaan

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 5 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 4 dengan judul tanda-tanda kesetiaan atau bukti balas budi.


آيَاتُ الْوَفَاءِ

مِنْ عَجَائِبِ مَا يُؤْثَرُ إِبَّانَ فَتْحِ الْأَنْدَلُسِ، أَنَّ شَابًّا إِسْبَانِيًّا اعْتَدَى عَلَى آخَرَ مِنْ أَبْنَاءِ الْعَرَبِ وَقَتَلَهُ، ثُمَّ فَرَّ هَارِبًا، حَتَّى انْتَهَى إِلَى بُسْتَانٍ فَارْتَأَى أَنْ يَلْجَأَ إِلَيْهِ فَدَخَلَهُ، فَوَجَدَ فِيهِ شَيْخًا جَلِيلًا، قَدْ نَاهَزَ الْمِائَةَ مِنْ عُمْرِهِ، فَتَعَلَّقَ بِأَهْدَابِهِ لِيُجِيرَهُ مِنْ أَذَى أَعْدَائِهِ

فَجَاءَ بِهِ الرَّجُلُ إِلَى مَأْوًى مُنْفَرِدٍ وَخَبَّأَهُ فِيهِ. وَبَعْدَ ذَلِكَ عَلَا الصِّيَاحُ بِفِنَاءِ الْبُسْتَانِ، وَدَخَلَ نَفَرٌ مِنَ النَّاسِ يَحْمِلُونَ الْقَتِيلَ. فَنَظَرَهُ الشَّيْخُ فَوَجَدَهُ ابْنَهُ، وَاعْتَقَدَ أَنَّ ذَلِكَ الشَّابَّ الَّذِي اخْتَبَأَ لَدَيْهِ هُوَ الَّذِي قَتَلَهُ. فَأَخَذَ مِنْهُ الْأَسَى كُلَّ مَأْخَذٍ، وَلَكِنَّهُ كَظَمَ غَيْظَهُ، وَسَكَنَ جَأْشُهُ وَانْزَوَى فِي إِحْدَى حُجُرَاتِ بَيْتِهِ، حَتَّى أَتَى اللَّيْلُ وَهَدَأَتِ الْأَصْوَاتُ. ثُمَّ قَامَ وَدَخَلَ عَلَى الْفَتَى وَنَبَّأَهُ بِالْأَمْرِ، فَلَمَّا وَعَى الْفَتَى قَوْلَهُ، هَلِعَ فُؤَادُهُ، وَرَأَى الْمَوْتَ عِيَانًا. فَأَخَذَ الرَّجُلُ يُؤَمِّنُهُ وَيُهَدِّئُ رَوْعَهُ، حَتَّى سُرِيَ هَمُّهُ، ثُمَّ قَالَ: "مَا كُنْتُ لِأُخْفِرَ ذِمَّتِي وَأَنْقُضَ عَهْدِي، وَلَكِنِّي لَا آمَنُ أَنْ يَجِيءَ قَوْمِي وَيُسِيئُوا إِلَيْكَ. فَخُذْ مُؤُونَةَ سَفَرِكَ وَارْحَلْ عَنِّي، وَاللهُ الْبَارِئُ وَلِيُّ أَمْرِي"


المُفْرَدَاتُ

يُؤْثَرُ : Diriwayatkan / dikisahkan
إِبَّانَ : Selama / pada masa / ketika
فَارْتَأَى : Lalu ia memutuskan / berpendapat
يَلْجَأَ : Berlindung / mencari perlindungan
نَاهَزَ : Mendekati / hampir mencapai
فَتَعَلَّقَ بِأَهْدَابِهِ : Maka ia memohon perlindungan yang amat sangat
لِيُجِيرَهُ : Agar menyelamatkannya / melindunginya
مَأْوًى : Tempat tinggal / tempat berteduh
بِفِنَاءِ : Di pekarangan / halaman luas
نَفَرٌ : Sekelompok orang
الْأَسَى : Kesedihan yang mendalam
كَظَمَ غَيْظَهُ : Menahan amarahnya
وَسَكَنَ جَأْشُهُ : Dan hatinya pun menjadi tenang / tegar
وَانْزَوَى : Dan ia menyendiri / mengasingkan diri
هَلِعَ : Sangat ketakutan / terguncang
رَوْعَهُ : Ketakutannya / kepanikannya
لِأُخْفِرَ ذِمَّتِي : Mengingkari jaminan keselamatanku / merusak janji


Tanda-Tanda Kesetiaan

Di antara kisah menakjubkan yang diriwayatkan pada masa penaklukan Andalusia, dikisahkan bahwa ada seorang pemuda Spanyol yang menyerang seorang pemuda Arab hingga membunuhnya. Pemuda Spanyol itu kemudian melarikan diri sampai tiba di sebuah kebun. Ia memutuskan untuk mencari perlindungan di sana dan segera memasukinya. Di dalam kebun itu, ia menjumpai seorang syekh (tetua) yang terhormat yang usianya telah mendekati seratus tahun. Pemuda itu pun memohon perlindungan yang amat sangat kepada sang syekh agar diselamatkan dari kejaran musuh-musuhnya.

Orang tua itu lalu membawanya ke sebuah tempat tinggal yang terpencil dan menyembunyikannya di sana. Tidak lama setelah itu, terdengarlah suara teriakan yang riuh di pekarangan kebun. Sekelompok orang masuk sambil menggotong jenazah korban yang terbunuh. Ketika sang syekh melihat jenazah tersebut, ternyata itu adalah putranya sendiri. Ia pun menyadari bahwa pemuda yang sedang bersembunyi di tempatnya itulah yang telah membunuh darah dagingnya. Kesedihan yang amat mendalam langsung menyelimuti hatinya. Meski demikian, ia mampu menahan amarah dan menenangkan gejolak jiwanya. Ia kemudian menyendiri di salah satu kamar rumahnya hingga malam tiba dan suasana mulai hening.

Setelah itu, ia bangkit dan menemui pemuda tersebut untuk mengabarkan kejadian yang sebenarnya. Begitu memahami perkataan sang syekh, hati pemuda itu langsung terguncang hebat karena merasa maut telah berada di depan matanya. Namun, orang tua itu justru mulai menenangkannya dan meredakan kepanikannya hingga rasa cemas pemuda itu perlahan hilang. Sang syekh kemudian berkata, "Aku tidak akan pernah mengingkari jaminan keselamatan yang telah kuberikan dan merusak janjiku sendiri. Akan tetapi, aku tidak bisa menjamin kaumku tidak akan datang kemari dan mencelakaimu. Oleh karena itu, ambillah perbekalan perjalananmu ini dan pergilah menjauh dariku. Cukuplah Allah Yang Maha Pencipta sebagai pelindung urusanku."

-----------------------------

Pesan Moral

Pesan moral utama dari cerita yang mengharukan ini adalah kemuliaan tertinggi seseorang tercermin dari kemampuannya untuk menepati janji dan menahan amarah, bahkan di tengah musibah yang paling menyakitkan sekalipun. Kisah ini mengajarkan bahwa menjaga komitmen perlindungan (integritas) dan menolak balas dendam buta adalah tanda keluhuran budi sejati. Dengan melepaskan pembunuh anaknya demi menjaga janji, sang syekh menunjukkan bahwa memutus rantai kebencian dan berserah diri kepada keadilan Tuhan jauh lebih mulia daripada meluapkan ego amarah yang sesaat.

Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Muthola'ah Kelas 5 KMI dan Terjemahannya #4: Tanda-Tanda Kesetiaan"

Artikel Terkini

Kembali ke atas