Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Muthola'ah Kelas 5 KMI dan Terjemahannya #5: Sejarah - Bagian 1

Sejarah Bag.1 Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumb…

Muthola'ah Kelas 5 KMI dan Terjemahannya #5: Sejarah - Bagian 1
Sejarah Bag.1

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 5 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 5 dengan judul Sejarah - Bagian 1.

التَّارِيخُ (١)

كَانَ التَّارِيخُ فِي أَوَّلِ حَضَارَةِ الدُّنْيَا، حِكَايَاتٍ وَأَقَاصِيصَ يَتَنَاقَلُهَا النَّاسُ جِيلًا بَعْدَ جِيلٍ، وَيُلْبِسُونَهَا مِنَ الزُّخْرُفِ وَالْغَرَابَةِ، ثَوْبًا يَجْعَلُ حَلَّهَا مُسْتَحِيلًا، لَا يَلْقَى إِلَّا التَّكْذِيبَ وَالِامْتِهَانَ، لِأَنَّ النَّقْلَ بِاللِّسَانِ عُرْضَةٌ لِلتَّغْيِيرِ وَالتَّبْدِيلِ، حَتَّى إِذَا مَا ابْتُدِعَتِ الْكِتَابَةُ، سَارَعَ النَّاسُ إِلَى تَدْوِينِ أَعْمَالِهِمْ إِنْ كَانُوا عِظَامًا، أَوْ تَدْوِينِ الْحَوَادِثِ الْعَظِيمَةِ إِذَا تَرَكَتْ أَثَرًا فِي نُفُوسِهِمْ

وَأَوَّلُ مَنْ وَضَعَ عِلْمَ التَّارِيخِ غَيْرُ مَعْرُوفٍ. وَلَكِنَّ قُدَمَاءَ الْمِصْرِيِّينَ، كَانُوا أَكْثَرَ النَّاسِ مَيْلًا إِلَى تَدْوِينِ عَادَاتِهِمْ وَصَنَائِعِهِمْ وَحَوَادِثِهِمْ بِالْكِتَابَةِ التَّصْوِيرِيَّةِ، تَارَةً بِالنَّقْشِ عَلَى الْأَحْجَارِ، كَمَا يُرَى الْآنَ فِي مَعَابِدِهِمْ وَآثَارِ أَبْنِيَتِهِمْ، وَطَوْرًا عَلَى رِقَاعِ الْبَرْدِيِّ الْمُودَعَةِ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْمَتَاحِفِ. وَأَوَّلُ كِتَابٍ مُقَدَّسٍ دُوِّنَتْ فِيهِ الْحَوَادِثُ وَالْوَقَائِعُ التَّارِيخِيَّةُ بِطَرِيقَةٍ مُنَسَّقَةٍ، هُوَ التَّوْرَاةُ. وَيُقَالُ إِنَّهَا كُتِبَتْ فِي الْقَرْنِ الْخَامِسَ عَشَرَ قَبْلَ الْمِيلَادِ. وَفِي الْقَرْنِ الْعَاشِرِ قَبْلَ الْمِيلَادِ نَظَمَ هُومِرُسُ، الشَّاعِرُ الْيُونَانِيُّ الشَّهِيرُ، شِعْرَهُ الْقَصَصِيَّ الَّذِي ضَمَّنَهُ تَارِيخَ الْيُونَانِ الْقَدِيمِ، وَانْتِصَارَهُمْ عَلَى أُمَمِ الْأَرْضِ الْمَعْرُوفَةِ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ. وَمَا أَتَاهُ أَبْطَالُ الْيُونَانِ مِنْ مَجِيدِ الْأَعْمَالِ حَتَّى أَكْسَبَ الْيُونَانِيِّينَ عَطْفَ أُورُبَّا وَاحْتِرَامَهَا. وَأَوَّلُ مَنْ كَتَبَ التَّارِيخَ عَلَى الطَّرِيقَةِ الْعِلْمِيَّةِ هُوَ هِيرُودُتُسُ، الرَّحَّالَةُ الذَّائِعُ الصِّيتِ، الْمُلَقَّبُ بِأَبِي التَّارِيخِ، وَقَدْ ضَمَّنَ كِتَابَهُ تَارِيخَ الْأُمَمِ الْقَدِيمَةِ إِلَى عَهْدِهِ، فِي الْقَرْنِ الْخَامِسِ قَبْلَ الْمِيلَادِ


المُفْرَدَاتُ

حَضَارَةِ : Peradaban
أَقَاصِيصَ : Cerita-cerita pendek / kisah-kisah kuno
يَتَنَاقَلُهَا : Diwariskan / ditransmisikan secara turun-temurun
الزُّخْرُفِ : Hiasan (yang berlebihan) / pemanis cerita
وَالْغَرَابَةِ : Keanehan / hal yang tidak masuk akal
الِامْتِهَانَ : Penghinaan / diremehkan (tidak dipercaya)
عُرْضَةٌ : Rentan / mudah sekali terkena
ابْتُدِعَتِ : Diciptakan / ditemukan pertama kali
تَدْوِينِ : Pencatatan / pembukuan resmi
عِظَامًا : Orang-orang besar / tokoh-tokoh penting
التَّصْوِيرِيَّةِ : Piktograf / berbentuk gambar grafis
بِالنَّقْشِ : Dengan ukiran / pahatan
وَطَوْرًا : Dan pada waktu yang lain / terkadang
رِقَاعِ الْبَرْدِيِّ : Lembaran kertas papirus
الْمُودَعَةِ : Yang disimpan / dititipkan
الْمَتَاحِفِ : Museum-museum
مُنَسَّقَةٍ : Sistematis / tersusun dengan rapi


Sejarah (1)

Pada awal peradaban dunia, sejarah merupakan cerita dan kisah pendek yang diwariskan oleh masyarakat dari generasi ke generasi. Mereka membungkus cerita tersebut dengan hiasan yang berlebihan dan keanehan. Bungkus itu membuat pemecahan kebenaran sejarah menjadi mustahil, sehingga tidak ada yang didapatkan selain pendustaan dan pengabaian. Hal ini terjadi karena penyampaian secara lisan sangat rentan terhadap perubahan dan penggantian. Kondisi tersebut berlangsung hingga ditemukannya tulisan. Masyarakat pun bergegas mencatat amal perbuatan mereka jika mereka adalah tokoh-tokoh besar, atau mencatat peristiwa-peristiwa penting jika peristiwa tersebut meninggalkan kesan mendalam di dalam jiwa mereka.

Orang yang pertama kali meletakkan dasar ilmu sejarah tidaklah diketahui. Akan tetapi, bangsa Mesir kuno merupakan masyarakat yang paling memiliki kecenderungan untuk mencatat adat istiadat, kerajinan, dan peristiwa mereka melalui tulisan piktograf (gambar). Catatan itu terkadang dibuat dengan cara memahat di atas batu, sebagaimana yang dapat dilihat sekarang di kuil-kuil dan peninggalan bangunan mereka. 

Di waktu lain, catatan tersebut ditulis pada lembaran kertas papirus yang disimpan di berbagai museum. Kitab suci pertama yang mencatat peristiwa dan kejadian sejarah secara sistematis adalah Taurat. Kitab ini dikatakan ditulis pada abad ke-15 Sebelum Masehi. Pada abad ke-10 Sebelum Masehi, Homerus, seorang penyair Yunani yang terkenal, menggubah puisi naratifnya yang memuat sejarah Yunani kuno serta kemenangan mereka atas bangsa-bangsa di bumi yang dikenal pada masa itu. Puisi tersebut juga memuat perbuatan-perbuatan agung yang dilakukan oleh para pahlawan Yunani, sehingga berhasil menarik simpati dan rasa hormat dari Eropa terhadap bangsa Yunani. 

Adapun orang pertama yang menulis sejarah dengan metode ilmiah adalah Herodotus, seorang penjelajah yang sangat mahsyur dan dijuluki sebagai Bapak Sejarah. Ia telah memasukkan sejarah bangsa-bangsa kuno hingga zamannya ke dalam bukunya pada abad ke-5 Sebelum Masehi.



Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Muthola'ah Kelas 5 KMI dan Terjemahannya #5: Sejarah - Bagian 1"

Artikel Terkini

Kembali ke atas