Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemahannya #3: Matahari Terbit
Matahari terbit Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk memba…
![]() |
| Matahari terbit |
Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.
Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 4 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 3 yang menceritakan tentang bagimana proses matahari terbit dan larangan tidur pagi karena mendatangkan kemiskinan.
الشُّرُوقُ
قَبْلَ أَنْ يُسْرِقَ الشَّمْسُ عَلَيْنَا بِضِيَائِهَا الْبَاهِرِ تُرْسِلُ مِنْ أَشِعَّتِهَا شُعَاعًا يَنْزِلُ عَلَى ظُلْمَةِ اللَّيْلِ فَيُخَفِّفُهَا وَيُقَابِلُ السُّحُبَ وَالْغَمَامَ فَتَفْتَحُ لَهُ صَدْرَهَا فَرَحًا بِقُدُومِهِ وَتَتَزَيَّنُ بِأَجْمَلِ الْأَلْوَانِ مِنْ أَحْمَرَ وَأَزْرَقَ وَأَخْضَرَ وَبَنَفْسَجِيٍّ وَتَلْبِسُ السَّمَاءُ فِي الشَّرْقِ وَالْغَرْبِ لِبَاسًا مُبَرْقَشًا مَنْظَرُهُ جَمِيلٌ تَجْتَذِبُ النَّاسَ إِلَى التَّبْكِيرِ فِي الْقِيَامِ لِيَتَمَتَّعُوا بِمَا خَلَقَ اللهُ مِنْ جَمَالٍ وَبَهَاءٍ ثُمَّ تَزِيدُ الْأَشِعَّةُ فِي الظُّهُورِ قَلِيلًا قَلِيلًا فَتُغَيِّرُ بِشِدَّتِهَا تِلْكَ الْأَلْوَانَ الزَّاهِيَةَ فَتَنْقَلِبُ كُلُّهَا حَمْرَاءَ خَالِصَةً وَأَخِيرًا تَظْهَرُ الشَّمْسُ فَوْقَ الْأُفُقِ فَتَمْلَأُ الدُّنْيَا ضِيَاءً وَنَشَاطًا
وَأَمَّا مَنْ يَظَلُّ نَائِمًا فِي فِرَاشِهِ إِلَى ضَحْوَةِ النَّهَارِ فَهُوَ الْكَسْلَانُ الَّذِي لَا يَجِدُ فِي نَفْسِهِ هِمَّةً لِاجْتِلَاءِ دَوَاعِي السُّرُورِ فَكَيْفَ يَسْتَطِيعُ أَنْ يُؤَدِّيَ نَصِيبَهُ مِنَ الْأَعْمَالِ وَقَدْ جَاءَ فِي الْحَدِيثِ الشَّرِيفِ "نَوْمَةُ الصُّبْحِ تُورِثُ الْفَقْرَ"
المُفْرَدَاتُ
بِضِيَائِهَا : Dengan cahayanyaالْبَاهِرِ : Yang berkilau / memukau / menyilaukan
أَشِعَّتِهَا : Sinar-sinarnya (bentuk jamak dari syu'a')
شُعَاعًا : Berkas sinar / secercah cahaya
الْغَمَامَ : Awan putih / mendung
مُبَرْقَشًا : Yang berwarna-warni / bercorak indah
تَجْتَذِبُ : Menarik / memikat
التَّبْكِيرِ : Bangun pagi-pagi sekali / bersegera
بَهَاءٍ : Keindahan / kemegahan
الزَّاهِيَةَ : Yang cerah / cemerlang / indah
فَتَنْقَلِبُ : Maka berubah menjadi / berbalik
خَالِصَةً : Murni / seutuhnya
الْأُفُقِ : Cakrawala / ufuk
ضَحْوَةِ : Waktu duha / pagi yang mulai siang
الْكَسْلَانُ : Orang yang malas
هِمَّةً : Semangat / kemauan yang kuat
لِاجْتِلَاءِ : Untuk menyingkap / melihat dengan jelas
دَوَاعِي : Sebab-sebab / alasan (pemicu)
تُورِثُ : Mewariskan / mendatangkan / menyebabkan
Kemudian, sinar tersebut semakin tampak jelas sedikit demi sedikit. Pancarannya yang kuat mengubah warna-warni yang cerah tadi, hingga semuanya berubah menjadi merah murni. Akhirnya, matahari terbit di atas cakrawala, lalu memenuhi dunia dengan cahaya dan semangat.
Adapun orang yang terus tidur di ranjangnya hingga pagi menjelang siang (waktu duha), dialah orang malas. Ia tidak menemukan semangat dalam dirinya untuk menyingkap sebab-sebab kebahagiaan. Maka, bagaimana mungkin ia mampu menunaikan bagian dari tugas-tugasnya? Padahal, telah disebutkan dalam hadis mulia: "Tidur di pagi hari itu mendatangkan kemiskinan."
الْغَمَامَ : Awan putih / mendung
مُبَرْقَشًا : Yang berwarna-warni / bercorak indah
تَجْتَذِبُ : Menarik / memikat
التَّبْكِيرِ : Bangun pagi-pagi sekali / bersegera
بَهَاءٍ : Keindahan / kemegahan
الزَّاهِيَةَ : Yang cerah / cemerlang / indah
فَتَنْقَلِبُ : Maka berubah menjadi / berbalik
خَالِصَةً : Murni / seutuhnya
الْأُفُقِ : Cakrawala / ufuk
ضَحْوَةِ : Waktu duha / pagi yang mulai siang
الْكَسْلَانُ : Orang yang malas
هِمَّةً : Semangat / kemauan yang kuat
لِاجْتِلَاءِ : Untuk menyingkap / melihat dengan jelas
دَوَاعِي : Sebab-sebab / alasan (pemicu)
تُورِثُ : Mewariskan / mendatangkan / menyebabkan
Matahari Terbit
Sebelum matahari menyinari kita dengan cahayanya yang memukau, ia mengirimkan berkas sinar yang turun menembus kegelapan malam, lalu perlahan meredupkannya. Sinar tersebut menyapa awan dan mendung, yang kemudian menyambutnya dengan lapang dada penuh kegembiraan atas kehadirannya. Langit pun berhias dengan warna-warni yang paling indah, mulai dari merah, biru, hijau, hingga ungu. Langit di ufuk timur dan barat mengenakan pakaian bercorak indah yang pemandangannya begitu memesona, memikat orang-orang untuk bangun pagi-pagi sekali agar dapat menikmati keindahan dan kemegahan ciptaan Allah.Kemudian, sinar tersebut semakin tampak jelas sedikit demi sedikit. Pancarannya yang kuat mengubah warna-warni yang cerah tadi, hingga semuanya berubah menjadi merah murni. Akhirnya, matahari terbit di atas cakrawala, lalu memenuhi dunia dengan cahaya dan semangat.
Adapun orang yang terus tidur di ranjangnya hingga pagi menjelang siang (waktu duha), dialah orang malas. Ia tidak menemukan semangat dalam dirinya untuk menyingkap sebab-sebab kebahagiaan. Maka, bagaimana mungkin ia mampu menunaikan bagian dari tugas-tugasnya? Padahal, telah disebutkan dalam hadis mulia: "Tidur di pagi hari itu mendatangkan kemiskinan."

Post a Comment for "Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemahannya #3: Matahari Terbit"