Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemahannya #2: Meremehkan Hal Kecil

Meremehkan hal kecil Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk …

Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemahannya #2: Meremehkan Hal Kecil
Meremehkan hal kecil

Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 4 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 2 yang menceritakan tentang seseorang yang menganggap remeh sekelompok rayap yang menggerogoti perahu mereka yang akhirnya membawa petaka.


التَّهَاوُنُ

كَانَ رَجُلَانِ يَشْتَغِلَانِ فِي صُنْعِ سَفِينَةٍ فَوَجَدَا دُودَةً فِي قِطْعَةِ خَشَبٍ صَغِيرَةٍ وَأَرَادَ أَحَدُهُمَا أَنْ يَرْمِيَهَا فَلَمْ يَرْضَ زَمِيلُهُ وَقَالَ "إِنَّهَا خَشَبَةٌ صَغِيرَةٌ لَا تَأْثِيرَ لَهَا فِي بِنَاءِ السَّفِينَةِ وَفِي رَمْيِهَا خَسَارَةٌ عَلَيْنَا". فَأُدْخِلَتِ الْخَشَبَةُ وَتُمِّتِ السَّفِينَةُ وَصَارَتْ تَغْدُو وَتَرُوحُ فِي الْبَحْرِ بِسَلَامٍ وَبَعْدَ سِنِينَ قَلِيلَةٍ وَلَدَتِ الدُّودَةُ دِيدَانًا كَثِيرَةً أَكَلَتْ قَلْبَ الْخَشَبَةِ حَتَّى نَخَرَتْهَا وَسَرَتْ فِيمَا جَاوَرَهَا مِنَ الْخَشَبِ حَتَّى وَهَنَ وَصَادَفَ السَّفِينَةَ نَوْءٌ شَدِيدٌ خَرَمَهَا خَرْمًا صَغِيرًا دَخَلَ مِنْهُ الْمَاءُ ثُمَّ اتَّسَعَ الْخَرْمُ حَتَّى لَمْ يَسْتَطِعِ الْمَلَّاحُونَ تَصْرِيفَ الْمَاءِ الدَّاخِلِ فِي السَّفِينَةِ فَتَثَاقَلَتْ وَغَرِقَتْ بِمَا فِيهَا مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ

وَلَا شَكَّ أَنَّ هَذَا الْخَرْمَ لَمْ يَنْشَأْ إِلَّا مِنْ تِلْكَ الْخَشَبَةِ الصَّغِيرَةِ الَّتِي كَانَتْ فِيهَا الدُّودَةُ وَلَوْ رُمِيَتْ عِنْدَ مَا ظَهَرَ عَيْبُهَا لَمَا حَصَلَتْ هَذِهِ الْمُصِيبَةُ الْمُحْزِنَةُ فَإِنَّ الْعَمَلَ الصَّغِيرَ كَثِيرًا مَا يَأْتِي بِنَتَائِجَ يَكُونُ لَهَا تَأْثِيرٌ كَبِيرٌ إِنَّ الْأُمُورَ دَقِيقَهَا مِمَّا يَهِيجُ لَهُ الْعَظِيمُ


المُفْرَدَاتُ

التَّهَاوُنُ : Meremehkan / melalaikan hal kecil
يَشْتَغِلَانِ : Keduanya sedang bekerja
زَمِيلُهُ : Temannya / rekannya
خَسَارَةٌ : Kerugianوَتُمِّتِ : Dan diselesaikan / dirampungkan
تَغْدُو وَتَرُوحُ : Pergi berlaut (berlayar) di pagi hari dan kembali di sore hari
دِيدَانًا : Cacing-cacing / ulat-ulat (bentuk jamak dari dudah)
نَخَرَتْهَا : Menggerogotinya hingga berlubang/lapuk
وَسَرَتْ : Dan merambat / menjalar
جَاوَرَهَا : Berada di sekitarnya / bertetangga dengannya
وَهَنَ : Menjadi lemah / rapuh
وَصَادَفَ : Dan menerjang / menemui (secara tidak terduga)
نَوْءٌ : Badai / angin ribut
خَرَمَهَا / خَرْمًا : Melubanginya / lubang
اتَّسَعَ : Menjadi lebar / meluas
الْمَلَّاحُونَ : Para pelaut / awak kapal
تَصْرِيفَ : Menguras / membuang keluar
فَتَثَاقَلَتْ : Maka kapal itu menjadi semakin berat
وَالْأَنْفُسِ : Dan jiwa-jiwa (korban jiwa)
لَمْ يَنْشَأْ : Tidak akan muncul / tidak akan terjadi
عَيْبُهَا : Cacatnya / kekurangannya
الْمُصِيبَةُ : Musibah / bencana
الْمُحْزِنَةُ : Yang menyedihkan
دَقِيقَهَا : Perkara-perkara yang kecil / halus
يَهِيجُ : Menimbulkan / memicu / menggerakkan
الْعَظِيمُ : Perkara yang besar / dampak yang dahsyat


Meremehkan Hal Kecil

Dahulu, ada dua orang pria yang sedang bekerja membuat sebuah kapal. Di tengah pekerjaan, mereka menemukan seekor ulat pada sepotong kayu kecil. Salah seorang dari mereka hendak membuang ulat tersebut, namun rekannya tidak setuju dan berkata, "Ini hanyalah kayu kecil yang tidak akan berpengaruh apa-apa dalam pembuatan kapal. Membuangnya justru akan menjadi kerugian bagi kita." Akhirnya, kayu tersebut tetap dimasukkan dan pembuatan kapal pun selesai. Kapal itu kemudian mulai berlayar pergi dan pulang di lautan dengan aman.

Namun, beberapa tahun kemudian, ulat tersebut melahirkan banyak ulat lainnya. Ulat-ulat itu memakan bagian dalam kayu hingga menggerogotinya sampai lapuk. Kerusakan tersebut kemudian merambat dan menjalar ke kayu-kayu di sekitarnya hingga menjadi lemah dan rapuh. Suatu hari, kapal tersebut menerjang badai besar yang mengakibatkan lambung kapal berlubang kecil.

Air laut pun masuk melalui lubang tersebut. Lama-kelamaan, lubang itu semakin melebar hingga para pelaut tidak mampu lagi menguras air yang masuk ke dalam kapal. Akibatnya, kapal menjadi semakin berat lalu tenggelam beserta seluruh harta benda dan korban jiwa di dalamnya.

Tidak diragukan lagi bahwa lubang ini muncul justru dari sepotong kayu kecil yang di dalamnya terdapat ulat dahulu. Seandainya kayu itu dibuang ketika cacatnya terlihat, niscaya musibah yang menyedihkan ini tidak akan pernah terjadi. Sungguh, perbuatan yang kecil sering kali mendatangkan dampak yang sangat besar. Perkara-perkara yang kecil dan sepele itu merupakan hal yang dapat memicu timbulnya bencana yang dahsyat.



Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemahannya #2: Meremehkan Hal Kecil"

Artikel Terkini

Kembali ke atas