Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemahannya #9: Christopher Columbus

Christopher Columbus Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk …

Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemahannya #9: Christopher Columbus
Christopher Columbus

Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 4 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 9 yang menceritakan seorang pemuda yang cerdas, gagah berani yaitu Christopher Columbus.

إِكْرِيسْتُوفُر كُولَمْبُس

فِي مُنْتَصَفِ الْقَرْنِ الْخَامِسَ عَشَرَ لِلْمِيلَادِ كَانَ وَلَدٌ صَغِيرٌ اسْمُهُ إِكْرِيسْتُوفُر كُولَمْبُس يُنَاهِزُ الرَّابِعَةَ عَشْرَةَ مِنْ عُمْرِهِ مَاشِيًا فِي مَدِينَةِ جَنْوَةَ بِرِفْقَةِ أَبِيهِ يُحَادِثُهُ بِكُلِّ سُرُورٍ وَانْشِرَاحٍ وَوَجَدَهُمَا فُرْضَةَ الثَّغْرِ لِيَشْتَغِلَ الْوَلَدُ مَلَّاحًا فِي إِحْدَى السُّفُنِ الشِّرَاعِيَّةِ الْعَظِيمَةِ الرَّاسِيَةِ فِيهَا

وَكَانَ هَذَا الْوَلَدُ عَلَى حَدَاثَةِ سِنِّهِ قَوِيَّ الْجِسْمِ ذَكِيَّ الْفُؤَادِ مُولَعًا بِالْأَسْفَارِ فِي أَقَاصِي الْبِحَارِ وَمَا كَادَتْ قَدَمُهُ تَطَأُ ظَهْرَ السَّفِينَةِ حَتَّى رَقَصَ طَرَبًا لِبُلُوغِهِ غَايَةَ أَمَلِهِ وَمُنَاهُ وَصَارَ يَعْمَلُ فِي حِرْفَتِهِ بِشَغَفٍ وَصَبِرَ حَتَّى مَهَرَ فِي الْمِلَاحَةِ وَتَسْيِيرِ السُّفُنِ وَقَرَأَ كُلَّ مَا وَصَلَتْ إِلَيْهِ يَدُهُ مِنْ كُتُبِ الْجُغْرَافِيَا وَمَوَاقِعِ أَقْطَارِ الْأَرْضِ

فَجَاشَ فِي صَدْرِهِ خَاطِرٌ مَلَكَ عَقْلَهُ وَحَوَاسَّهُ وَأَعْلَنَ عَلَى الْمَلَأِ أَنَّهُ يَعْتَقِدُ بِعَكْسِ اعْتِقَادِ النَّاسِ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ أَنَّهُ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَصِلَ إِلَى قَارَّةِ آسِيَا وَالْهِنْدِ بِالسَّيْرِ إِلَى الْغَرْبِ فِي عُرْضِ الْبَحْرِ

بِدْعَةٌ فِي الْجُغْرَافِيَا أَحْدَثَهَا فَتًى حَدِيثُ السِّنِّ خَامِلُ الذِّكْرِ لَمْ تَكُنْ لِتُصَادِفَ إِلَّا الْإِغْضَاءَ وَالتَّكْذِيبَ وَحُسِبَتْ مِنْ قَبِيلِ الْخُرَافَاتِ وَالْأَبَاطِيلِ الَّتِي كَانَ الدَّجَّالُونَ يَأْتُونَ بِأَمْثَالِهَا لَعَلَّهُمْ يَبْلُغُونَ مَجْدًا أَوْ ثَرْوَةً وَلَكِنَّ الِاعْتِقَادَ الرَّاسِخَ لَا يُزَعْزِعُهُ التَّكْذِيبُ وَلَا تَمْحُوهُ الصُّعُوبَاتُ فَقَصَدَ ذَلِكَ الرَّجُلُ الْفَتِيُّ حُكُومَةَ جَنْوَةَ لِتُمِدَّهُ بِسُفُنٍ قَلَائِلَ يُثْبِتُ بِهَا رَأْيَهُ فَسَخِرَتْ مِنْهُ وَخَابَ سَعْيُهُ كَذَلِكَ لَدَى مَلِكِ الْبُرْتُغَالِ ثُمَّ مَلِكِ الْإِنْجِلِيزِ


المُفْرَدَاتُ

يُنَاهِزُ : Mendekati / hampir mencapai (usia)
وَانْشِرَاحٍ : Dan kelapangan hati / kegembiraan
فُرْضَةَ الثَّغْرِ : Pelabuhan kota / dermaga pantai
الرَّاسِيَةِ : Yang berlabuh / bersandar (kapal)
حَدَاثَةِ سِنِّهِ : Usianya yang masih sangat muda
مُولَعًا : Sangat gemar / tergila-gila / sangat tertarik
أَقَاصِي : Ujung-ujung yang paling jauh / penjuru terluar
تَطَأُ : Menginjak / menapakkan kaki
طَرَبًا : Karena kegirangan / bersuka ria
مَهَرَ : Menjadi mahir / ahli / pakar
فَجَاشَ : Maka bergejolak / meluap
الْمَلَأِ : Khalayak ramai / publik / orang banyak
عُرْضِ الْبَحْرِ : Tengah laut / lautan lepas
خَامِلُ الذِّكْرِ : Belum dikenal / tidak masyhur / tidak terkenal
الْإِغْضَاءَ : Pengabaian / sikap acuh tak acuh (memejamkan mata dari sesuatu)


Christopher Columbus

Pada pertengahan abad ke-15 Masehi, ada seorang anak laki-laki bernama Christopher Columbus yang usianya hampir mencapai 14 tahun. Ia sedang berjalan-jalan di kota Genoa bersama ayahnya sembari berbincang-bincang dengan penuh kegembiraan dan kelapangan hati. Langkah kaki membawa keduanya sampai ke dermaga pelabuhan, agar anak tersebut dapat mulai bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal layar besar yang sedang berlabuh di sana.

Meskipun usianya masih sangat muda, anak ini memiliki tubuh yang kuat, hati yang cerdas, dan sangat gemar melakukan perjalanan ke lautan yang paling jauh. Begitu kakinya baru saja menginjak geladak kapal, ia langsung bersuka ria karena kegirangan sebab cita-cita dan harapan tertingginya telah tercapai. Ia pun mulai menekuni profesinya dengan penuh gairah dan kesabaran, hingga akhirnya ia menjadi sangat mahir dalam ilmu pelayaran serta pengemudian kapal. Ia juga membaca setiap buku geografi dan lokasi penjuru bumi yang berhasil ia dapatkan.

Maka, bergejolaklah sebuah pemikiran di dalam dadanya yang menguasai akal dan seluruh indranya. Ia pun mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa ia meyakini hal yang berkebalikan dari keyakinan orang-orang pada zaman itu, yaitu bahwa ia dapat mencapai benua Asia dan India dengan cara berlayar ke arah barat mengarungi lautan lepas.

Sebuah gagasan baru dalam ilmu geografi yang dicetuskan oleh seorang pemuda yang masih sangat muda dan belum dikenal luas, tentu saja tidak mendapati apa-apa selain pengabaian dan penolakan. Ide tersebut dianggap sebagai bagian dari khurafat dan kebatilan yang biasa dibawa oleh para pembual, yang mungkin saja hanya ingin mencari keagungan atau kekayaan.

Akan tetapi, keyakinan yang tertanam kokoh tidak akan goyah oleh penolakan dan tidak akan terhapus oleh berbagai kesulitan. Pemuda itu pun mendatangi pemerintah Genoa agar mereka bersedia membantunya dengan memberikan beberapa kapal kecil untuk membuktikan pendapatnya. Namun, pemerintah Genoa justru mengejeknya sehingga usahanya berakhir sia-sia. Begitu pula penolakan yang ia terima dari Raja Portugal, kemudian disusul oleh Raja Inggris.

----------------

Analisis Nilai Karakter

Analisis nilai karakter dan pelajaran berharga mengenai kegigihan Christopher Columbus secara singkat:
  • Keyakinan yang Teguh (Conviction): Columbus menunjukkan bahwa sebuah visi yang kuat tidak boleh goyah hanya karena berbeda dengan opini mayoritas orang di zamannya. Meski idenya dianggap khurafat dan bualan, ia tetap percaya pada ilmu dan perhitungan geografi yang dipelajarinya.
  • Resiliensi dan Mental Baja (Resilience): Karakter paling menonjol dari kisah ini adalah pantang menyerah meski menghadapi penolakan bertubi-tubi. Idenya ditolak dan diejek oleh Pemerintah Genoa, lalu ditolak lagi oleh Raja Portugal dan Raja Inggris. Namun, ia tidak berhenti mencari jalan untuk membuktikan kebenaran impiannya.



Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemahannya #9: Christopher Columbus"

Artikel Terkini

Kembali ke atas