Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemehannya #7: Pangeran dan Para Tahanan
Pangeran dan para tahanan Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak u…
![]() |
| Pangeran dan para tahanan |
Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.
Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 4 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 7 yang menceritakan tentang seorang pangeran yang mendatangi para tahanan untuk menanyakan perihal mereka masuk penjara? Simak ceritanya dibawah ini.
الْأَمِيرُ وَالسُّجَنَاءُ
أَرَادَ أَمِيرٌ أَنْ يَتَفَقَّدَ أَحْوَالَ السُّجَنَاءِ فَدَخَلَ سِجْنًا كَبِيرًا وَجَدَ فِيهِ كَثِيرًا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ. فَأَقْبَلَ عَلَيْهِمْ يُحَادِثُهُمْ لِيَعْرِفَ أَنْوَاعَ الْجَرَائِمِ الَّتِي ارْتَكَبُوهَا وَأَدَّتْ إِلَى إِزْجَائِهِمْ فِي السِّجْنِ
فَبَادَرَ وَاحِدًا مِنْهُمْ تَلُوحُ عَلَى وَجْهِهِ مَخَايِلُ الذَّكَاءِ وَقَالَ لَهُ "مَا الَّذِي جَنَيْتَهُ حَتَّى حَلَّ بِكَ هَذَا الْعِقَابُ" فَقَالَ الرَّجُلُ "يَا مَوْلَايَ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا اتَّهَمُونِي بِهِ وَلَمْ أَرْتَكِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا فَجُدْ بِإِطْلَاقِي وَاللهُ يَتَوَلَّاكَ بِحُسْنِ الْجَزَاءِ"
ثُمَّ مَالَ الْأَمِيرُ عَلَى ثَانٍ وَثَالِثٍ وَرَابِعٍ يَسْأَلُ عَنْ سَبَبِ دُخُولِهِ السِّجْنِ فَلَمْ يَخْتَلِفْ جَوَابُهُ فِي مَعْنَاهُ عَنِ الْأَوَّلِ وَكُلُّهُمْ ادَّعَى النَّزَاهَةَ وَالْبَرَاءَةَ وَطَلَبَ الْإِفْرَاجَ
وَأَخِيرًا وَقَعَتْ عَيْنُ الْأَمِيرِ عَلَى رَجُلٍ كَسِيرٍ كَئِيبٍ يُحَاوِلُ أَنْ يَتَوَارَى فِي زَوَايَا الْمَكَانِ لِكَيْلَا يَرَاهُ أَحَدٌ. فَأَقْبَلَ الْأَمِيرُ وَسَأَلَهُ عَنْ سَبَبِ حَبْسِهِ فَقَالَ الرَّجُلُ "يَا مَوْلَايَ لَقَدْ أَتَيْتُ إِثْمًا كَبِيرًا إِذْ لَعِبَ الشَّيْطَانُ بِعَقْلِي وَزَيَّنَ لِي حُبَّ الْغِنَى وَلَوْ بِغَيْرِ حَقٍّ فَشَرَعْتُ فِي ارْتِكَابِ السَّرِقَةِ فَضَبَطَنِي عَسَسُكَ وَحَكَمَ عَلَيَّ الْقَاضِي بِالسِّجْنِ كَمَا تَرَانِي".
فَالْتَفَتَ الْأَمِيرُ إِلَى الْجَمِيعِ وَقَالَ "مِنَ الْخِسَّةِ أَنْ يَعِيشَ هَذَا السَّارِقُ الْخَائِنُ بَيْنَ أَظْهُرِ هَؤُلَاءِ الرِّجَالِ الْكِرَامِ فَأَطْلِقُوهُ وَأَرِيحُوهُمْ مِنْهُ لِئَلَّا يُعْدِيَهُمْ"
وَبَعْدَ ذَلِكَ قَالَ لِحَاشِيَتِهِ "إِنَّ الِاعْتِرَافَ بِالذَّنْبِ دَلِيلٌ عَلَى الرُّجُوعِ عَنْهُ وَأَمَّا نُكْرَانُهُ فَدَلِيلٌ عَلَى اسْتِحْسَانِهِ وَالْإِصْرَارِ عَلَيْهِ"
المُفْرَدَاتُ
يَتَفَقَّدَ : Memeriksa / meninjau / menjengukالْأَشْقِيَاءِ : Orang-orang yang celaka / penjahat (bentuk jamak dari syaqiy)
إِزْجَائِهِمْ : Dimasukkannya mereka / digiringnya mereka
تَلُوحُ : Tampak / terlihat jelas
مَخَايِلُ : Tanda-tanda / gelagat
جَنَيْتَهُ : Perbuatan dosa yang kamu perbuat / kejahatanmu
فَجُدْ : Maka berbaik hatilah / bermurah hatilah
ادَّعَى : Mengklaim / mengaku-ngaku
النَّزَاهَةَ : Ketiadaan cela / bersih dari kesalahan
كَسِيرٍ : Orang yang hancur hatinya / lesu
يَتَوَارَى : Bersembunyi / menyembunyikan diri
عَسَسُكَ : Penjaga malammu / patroli keamananmu (polisi/tentara raja)
الْخِسَّةِ : Suatu kehinaan / kerendahan budi
لِئَلَّا يُعْدِيَهُمْ : Agar dia tidak menulari mereka (keburukannya)
لِحَاشِيَتِهِ : Kepada para pengawal pribadinya / pembantunya
Pangeran dan Para Tahanan
Seorang pangeran berniat untuk memeriksa keadaan para tahanan. Ia pun memasuki sebuah penjara besar dan menemukan banyak penjahat di dalamnya. Pangeran segera menghampiri dan berbincang dengan mereka untuk mengetahui jenis-jenis kejahatan yang telah mereka perbuat, hingga menyebabkan mereka dijebloskan ke dalam penjara.Pangeran mendatangi salah seorang tahanan yang wajahnya memancarkan tanda-tanda kecerdasan, lalu bertanya kepadanya, "Kejahatan apa yang telah kamu perbuat hingga hukuman ini menimpamu?" Pria itu menjawab, "Wahai Tuanku, sesungguhnya aku bersih dari apa yang mereka tuduhkan kepadaku. Aku tidak pernah berbuat kesalahan ataupun dosa. Maka, bermurah hatilah untuk membebaskanku, dan semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang melimpah."
Kemudian pangeran beralih ke tahanan kedua, ketiga, dan keempat untuk menanyakan alasan mereka masuk penjara. Namun, inti jawaban mereka tidak berbeda dengan tahanan yang pertama. Mereka semua mengklaim diri bersih dan tidak bersalah, serta memohon untuk dibebaskan.
Hingga akhirnya, pandangan pangeran tertuju pada seorang pria yang tampak lesu dan muram. Pria itu berusaha menyembunyikan diri di sudut ruangan agar tidak dilihat oleh siapa pun. Pangeran pun mendekatinya dan bertanya tentang alasan penahanannya. Pria itu menjawab, "Wahai Tuanku, aku telah melakukan dosa yang besar. Setan telah mempermainkan akalku dan membisikkan keindahan untuk mencintai kekayaan, meskipun dengan cara yang tidak benar. Aku pun mulai melakukan pencurian, lalu patroli keamananmu menangkapku, dan hakim menjatuhkan hukuman penjara kepadaku seperti yang engkau lihat saat ini."
Seketika itu juga pangeran berbalik kepada semua tahanan lainnya dan berkata, "Sungguh sebuah kehinaan jika pencuri yang berkhianat ini harus hidup di tengah-tengah orang-orang yang mulia seperti kalian. Oleh karena itu, bebaskanlah dia dan buatlah mereka semua tenang tanpa kehadirannya, agar keburukannya tidak menulari mereka!"
Setelah kejadian itu, pangeran berkata kepada para pengawal pribadinya, "Sesungguhnya mengakui kesalahan adalah bukti nyata bahwa seseorang ingin bertobat darinya. Adapun mengingkari kesalahan adalah bukti bahwa ia menganggap baik perbuatan tersebut dan bersikeras untuk terus melakukannya."
----------------------
Pesan Moral
Kejujuran membawa keselamatan dan ketenangan: Mengakui kesalahan dengan jujur merupakan langkah awal untuk memperbaiki diri (tobat) dan membuka jalan menuju keselamatan. Sementara itu, berbohong demi menutupi kesalahan justru menunjukkan kesombongan untuk terus berbuat dosa.Menghargai keberanian untuk jujur: Cerita ini mengajarkan kita untuk menghargai orang yang mau mengakui kesalahannya, karena mengakui kekhilafan membutuhkan kebesaran hati yang luar biasa.

Post a Comment for "Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemehannya #7: Pangeran dan Para Tahanan"