Yang Terbaru

Subscribe Here!

Dapatkan Update Informasi Terbaru dari KANG MUROI Melalui Email

Blog Stats

Selamanya Kita Tidak Akan Merasa Puas

By On 28.1.13

Selamanya Kita Tidak Akan Merasa Puas | Ini bukanlah sebuah kisah nyata, namun saya tertarik untuk memuat dalam postingan ini sebagai bahan renungan buat saya pribadi dan mungkin juga bisa bermanfaat buat sobat sekalian. Kalaupun sudah ada sobat yang pernah mendengar dan membacanya, semoga bisa mengingatkan kembali. Setelah kemarin saya posting Tentang Warna yang menceritakan tentang dunia anak-anak. Kali inipun masih bercerita tentang dunia anak-anak juga. Karena tanpa disadari kita sebagai orang yang dewasa, kadang berperilaku seperti mereka. Inilah kisahnya :

Ada seorang anak yang kehilangan uang sebesar Rp.10.000. Dia begitu sedih dan menangis sejadi-jadinya. Paman anak tersebut merasa kasihan, kemudian dia menghampiri anak itu.
“Kenapa kamu menangis?” tanya pamannya dengan penuh kasih sayang.
“Uang saya hilang Rp.10.000.” katanya sambil terisak-isak.
“Tenang saja, nich paman ganti yah… paman kasih Rp.10.000 buat kamu. Jangan menangis yah!” kata pamannya sambil menyerahkan selembar uang Rp.10.000. Namun, sia anak tetap saja menangis. Kenapa?
“Kenapa kamu masih menangis saja? Kan sudah diganti?” tanya pamannya.
“Kalau tidak hilang… uang saya sekarang Rp. 20.000.” kata anak itu dan terus menangis.
Pamannya bingung…“Terserah kamu saja dech….”, katanya sambil pergi.
Ayahnya yang baru pulang kantor mendapati anaknya masih menangis.
“Kenapa sayang? Kok, menangis. Lihat mata kamu, sudah bengkak begitu. Nangis dari tadi yah?” tanyanya sambil menyeka air mata anaknya.“Uang saya hilang Rp10.000.” kata anaknya mengadu.
“Ooohhh. Lho itu punya uang Rp.10.000? Katanya hilang?” tanya ayahnya yang heran karena dia melihat anaknya memegang uang Rp.10.000
“Ini dari paman…. uang saya hilang. Kalau tidak hilang saya punya Rp.20.000.” jawabnya sambil terus menangis.
“Sudahlah…. nih ayah ganti. Ayah ganti dengan uang yang lebih besar. Ayah kasih kamu Rp20.000. Jangan menangis lagi yah!” kata ayahnya sambil menyerahkan selembar uang Rp.20.000.
Si anak menerima uang itu. Tetapi masih tetap saja menangis. Ayahnya heran, kemudian bertanya lagi.
“Kenapa masih menangis saja? Kan sudah diganti?”
“Kalau tidak hilang, uang saya Rp.40.000.”
Ayahnya hanya geleng-geleng kepala. “Kalau gitu dikasih berapa pun, kamu akan nangis terus.” sambil mengendong anaknya.

Nah, sobat Muro’i El-Barezy, walaupun tidak nyata kisahnya, kita bisa mengambil pelajaran bahwa seperti itulah kadang kita. Tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah ada. Manusia selalu merasa kurang dan hanya melihat  apa –apa yang tidak ada pada diri kita saja. Padahal nikmat Allah begitu banyaknya sudah kita terima.

أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ﴿١﴾ حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ ﴿٢﴾

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur” (At Takaatsur 1-2)

Semoga kita dijadikan sebagai orang-orang yang selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya. Amiin.

Semoga bermanfaat dan happy blogging….



75 komentar

rasa puas itu bagaikan candu, sekali menikmati, maka akan dicari terus untuk memuaskan rasa-nya akan candu, hingga akhirnya kecanduan dan kemudian merusak diri sendiri...
paling bagus adalah selalu meng-syukuri yang ada, dan jangan mencari serta membayangkan yang belum ada ...salam :)

kisah inspiratif bagi kita para orang dewasa yang sudah memilik kewajiabn cari duit untuk mencukupi kebutuhan keluarga, tetaplah bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang..begitu kira-kira ya kang.
nuhun pencerahannya kang.
salam sehat selalu

Saya jadi ingat salah satu hadist...

" Seandainya manusia memiliki lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan harta yang banyak semisal itu pula. Mata manusia barulah penuh jika diisi dengan tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat." (HR. Bukhari no. 6437)

Nice posting, keep reminding (^_^)/

seperti minum air laut ya kang semakin banyak meminumnya akan semakin kehausan,
nice posting

“Kalau tidak hilang, uang saya Rp.40.000.”

wah parah > orang yg kek ginian.

hahaha, ilustrasi kisahnya bagus dan menggeltik. sederhana tapi analog ke contoh yang banyak terjadi di sekitar kita.

sekurang-kurangnya manusia merasakan, sebenarnya cukup.
tapi sebanyak-banyaknya manusia punya, itu pun akan kurang.

ane setuju gan, ane pernah ngalami diberi berpapun masih kurag, baru terasa kalau udah gak punya apa2

halo halo.. udah lama gak blogwalking nieh hehehehe kangen

Sepakat saya dengan semua komentar yang ada... manusia memang tidak pernah mengenal puas ... Semoga kita bukan termasuk orang yang seperti itu.. semoga kita menjadi orang yang selalu pandai untuk bersyukur...

Posting yang bagus mas ...

Sifat dasar manusia yang tidak akan pernah puas setelah mendapatkan sesuatu..

“… Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, niscaya ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah…” (Shâd: 26).

wasallam

Subhanallah,,,sungguh sebuah kisah yang menarik dan sarat akan makna Kang Muroi....dalam urusan dunia kita seharusnya selalu melihat ke bawah jangan selalu melihat ke atas karena kita tidak akan pernah merasa Puas jika selalu melihat ke atas.

Mantap bang,trimakasih sudah menambahkan..

Ya bener kang, salam sehat juga buat kang desa Cilembu..mugia bisnisna tambah maju

Naudzubilah, semoga kita tidak tergolong orang yang demikian..

Sya pernah mendengar jdul tersbut di ucamkpa oleh Alm.Zainudding MZ bahwa "Manusia itu tdk pernah puas smpai kpn pun"

Perumpamaan yang tepat sekali sob, matur kesuwun sudah ikut berbagi pencerahan disini

Wah kena banget tuh kalimat yang terakhir..makasih sudah berbagi pencerahannya mas..

Trimakasih sudah BW kesini lagi..

Semoga tidak terjadi lagi sob, trims

mlm mas wah benar jga mas. manusia gk prnah puas slagi masih bernafas'y mas. trmksih mas dah berbagi ilmu.

ada bagusnya juga manusia tidak merasa puas, tapi dalam hal yang positif...

Bener sob, lagian kalo kita terus melihat keatas bisa2 kesandung yah hehe..

biar ga kecanduan gimana cara sob?
biasanya klo ada sesuatu yang baru pasti setiap orang kepingin mempunyainya -_-
terus biar kita merasa puas dengan apa yang dipunya gimana?

Benar banget gan..
Siapa pun itu pasti akan seperti itu

Ya inilah sifat manusia sob. Tidak pernah merasa puas

mampir lagi gan, jangan bosan ya :D nuggu yang baru2

Benar Mas,jujur waktu kecil pun sering mempunyai sifat itu.Tapi kita manusia memang kepuasan tidak ada batasnya.

Belajar dari itu kita harus bisa mengendalikan sifat itu.Supaya jangan jadi manusia yang tamak dan tak tahu bersyukur.

yang namanya manusia memang nggak pernah puas sobat, namun jika apapun yang kita dapat dan kita bisa mensyukurinya, insya allah itu akan jadi berkah dalam hidup kita....?

benar sekali. Apalagi sama yang namanya Uang. Wah kata orang seperti minum air laut. Begitu minum malah semakin dahaga dan selalu merasa haus. bagaimana dengan ilmu? Haruskah kita selalu merasa haus akan ilmu?

iya,,memang manusia itu gak pernah ada puasnya..
makanya kita jadi jauh dari rasa syukur

biasakan untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang sobat, dan yakinlah bahwa manusia itu punya kelebihan dan kekurangan
kelebihan kita mungkin juga kelemahan orang lain sob...

oke makasih sobat, trims sudah berkunjung

bener sob, sudah menjadi sifat dasarnya memang ya seperti itu

sama sama sob, semoga manfaat yah

makasih sob sudah mampir lagi disini...

yang sudah dewasapun sama sob, karena ini sudah menjadi sifat manusia ya seperti itu

dalam hal ilmu kita boleh rakus mas, dengan catatan bahwa kita ikhlas menuntutnya, karena jika semkin dalam ilmu kita dengan diringi keimanan, niscaya akan lebih mendekatkan kepada-Nya

Syukur adalah kata kunci dalam hal meraih sebuah "kepuasan"...
Memang manusia memiliki tabiat yang tak akan pernah puas, hanya kita juga dibekali akan pengetahuan agama bagaimana caranya memanagemen rasa tidak puas dalam diri setiap manusia.
Dan satu caranya adalah dengan memperbanyak syukur kita kepada Allah Ta'ala

tenterem...baca komen mya mas2 di atas :)

semoga kita termasuk orang2 yg pandai bersyukur ya mas mur....amin ;)

bener skali mas kadang klo ini kturutan ada yg baru pngen beli lg.
smoga kita bs mnjadi org slalu bersyukur atas sgala nikmat yg kita dapatkan.

koment back y dpostq yg baru :)

manusia memang ditakdirkan untuk tidak merasakan puas..

.: kata Pak Ustadz, kalo kehilangan sesuatu, jangan diingat yg sudah hilang tetapi dijaga yg masih ada...^_^

ilmu itu hanya memuaskan diri secara rohani, yang bahaya adalah memuaskan diri secara ragawi :)

alhamdulillah bukan sifat saya hehehe :D

Iya sob intinya adalah syukur yah, trims sob

Itu sudah menjadi sifatnya sob, trims yah kunjungannya

Tambahan pencerahan yang luar biasa, makasih sob

Amin ya robbal 'alamin, makasih mas

Amin, makasih sob
Okeh langsung ke tekape yah

Iya mas, manusia itu kan ada tiga unsurnya, akal, jasad, dan hati. Makanan akal tentunya harus dengan ilmu dan akal tidak akan pernah puas dengan diisi ilmu apapun..kalo hati tentunya makanannya dengan dzikir mas..

Bener sob, namun pasti ada solusi agar sifat ini tidak menimbulkan hal yang negatif bukan?

Sebuah ungkapan yang menyejukkan, makasih sob

Alhamdulillah, semoga istiqomah sob

mungkin hanya maut yang meembuat rasa uas itu bisa berhenti sob,.

Sepakat nih bang, memang semua manusia gak akan pernah puas

manusia itu tdk prnah merasa puas, karena itu adalah sifat manusia
yg penting berusaha, jgn seperti cerita di atas yg hanya bisa menangis dan meminta

bener sob, seperti ayat diatas yah

makasih sob..happy blogging yah

Tulisan yang sangat menyentuh hati, memang terkadang kita terbuai dengan semua keinginan bukan kebutuhan. Jadinya seperti itu, semuanya serba bermegah-megahan hingga lupa dunia. Salam kenal dari Borneo... :-)

memang rata-rata manusia itu tidak punya rasa puas

seperti ane yg tak pernah merasa puas :D