Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #18: Burung Gagak dan Kendi

Burung Gagak dan Kendi Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untu…

Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #18: Burung Gagak dan Kendi
Burung Gagak dan Kendi

Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 3 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 18 yang menceritakan tentang seekor burung gagak yang kehausan dan hanya mendapatkan minuman di sebuah kendi yang berleher panjang dan sempit. Apa yang kemudian dilakukan oleh gagak? Ikuti kisahnya berikut ini.

Ini adalah seri terakhir materi pelajaran muthola'ah di kelas 3 KMI. Selanjutnya anda bisa menyimak serial pelajaran muthola'ah di kelas 4 KMI.

الغُرَابُ وَالجَرَّةُ

عَطِشَ غُرَابٌ وَأَرَادَ الشُّرْبَ، وَطَفِقَ يَبْحَثُ عَنْ مَاءٍ فِي كُلِّ مَا جَاوَرَهُ مِنَ الجِهَاتِ. فَخَابَ سَعْيُهُ وَلَمْ يَجِدْ إِلَّا جَرَّةً فِي قَعْرِهَا قَلِيلٌ مِنَ المَاءِ، لَمْ يَقْدِرْ أَنْ يَصِلَ إِلَيْهِ لِبُعْدِ غَوْرِهَا وَلِطُولِ عُنُقِهَا. وَلَكِنَّ العَطَشَ اشْتَدَّ بِهِ، فَأَعْمَلَ فِكْرَهُ فِي تَدْبِيرِ حِيلَةٍ يَرْفَعُ بِهَا المَاءَ إِلَيْهِ، مَادَامَ هُوَ غَيْرَ قَادِرٍ عَلَى الوُصُولِ إِلَى المَاءِ، وَصَمَّمَ عَلَى أَلَّا يَتْرُكَ المَكَانَ، حَتَّى يَشْرَبَ مِنْ تِلْكَ الجَرَّةِ. وَقَالَ فِي نَفْسِهِ "إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيلُ"

عِنْدَ ذَلِكَ التَفَتَ حَوْلَهُ، فَرَأَى حِجَارَةً صَغِيرَةً كَثِيرَةً، فَذَهَبَ إِلَيْهَا وَأَخَذَ وَاحِدًا بِمِنْقَارِهِ، وَرَمَاهُ فِي الجَرَّةِ، فَارْتَفَعَ المَاءُ قَلِيلًا. فَعَادَ وَجَاءَ بِغَيْرِهِ، فَزَادَ ارْتِفَاعُ المَاءِ. فَأَدْرَكَ أَنَّهُ إِذَا اسْتَمَرَّ عَلَى عَمَلِهِ هَذَا وَدَأَبَ عَلَيْهِ، بَلَغَ غَايَتَهُ وَأَطْفَأَ حَرَارَةَ عَطَشِهِ. فَلَبِثَ يَنْقُلُ الحِجَارَةَ وَيَرْمِيهَا فِي جَوْفِ الجَرَّةِ، وَالمَاءُ يَرْتَفِعُ فِيهَا قَلِيلًا قَلِيلًا، حَتَّى أَمْكَنَهُ أَنْ يَصِلَ إِلَيْهِ أَخِيرًا، فَشَرِبَ حَتَّى رَوِيَ بَعْدَ صَبْرِهِ وَجِدِّهِ وَكَذَلِكَ "كُلُّ مَنْ جَدَّ وَجَدَ"


المُفْرَدَاتُ

طَفِقَ : Mulai / bergegas
مَا جَاوَرَهُ : Daerah sekitarnya / sekelilingnya
خَابَ سَعْيُهُ : Usahanya gagal / sia-sia
جَرَّةً : Kendi / tempayan air
قَعْرِهَا : Dasarnya (kendi)
غَوْرِهَا : Kedalamannya
فَأَعْمَلَ فِكْرَهُ : Maka ia memutar otak / mengerahkan pikirannya
تَدْبِيرِ : Merencanakan / memikirkan cara
وَضَحَ السَّبِيلُ : Jalan akan terbuka / menjadi terang
وَدَأَبَ عَلَيْهِ : Dan tekun mengerjakannya / gigih melanjutkannya
بَلَغَ غَايَتَهُ : Mencapai tujuannya
وَأَطْفَأَ حَرَارَةَ عَطَشِهِ : Dan memuaskan rasa dahaganya (memadamkan panasnya rasa haus)
فَلَبِثَ : Maka ia terus-menerus / menetap dalam kondisi itu
جَوْفِ : Rongga / bagian dalam (kendi)
رَوِيَ : Puas minum / hilang dahaganya
وَجِدِّهِ : Dan kesungguhannya


Burung Gagak dan Kendi

Seekor burung gagak merasa sangat haus dan ingin minum. Ia pun mulai mencari air ke segala penjuru di daerah sekitarnya. Namun, usahanya gagal dan ia tidak menemukan apa pun kecuali sebuah kendi yang di dasarnya terdapat sedikit air. Ia tidak mampu menjangkau air tersebut karena dasarnya yang dalam dan leher kendi yang panjang. 

Akan tetapi, rasa haus yang dialaminya semakin hebat. Ia pun memutar otak untuk memikirkan suatu siasat agar dapat menaikkan air itu kepadanya, karena ia tidak mampu menjangkau air tersebut secara langsung. Ia bertekad untuk tidak meninggalkan tempat itu sampai ia bisa minum dari kendi tersebut. Ia pun berkata di dalam hatinya, "Jika tekad sudah bulat, jalan akan terbuka."

Saat itu, ia menoleh ke sekelilingnya dan melihat ada banyak batu kecil. Ia segera pergi ke arah batu-batu itu, mengambil sebuah batu dengan paruhnya, lalu melemparkannya ke dalam kendi. Air di dalam kendi pun naik sedikit. Ia kembali lagi dan datang membawa batu yang lain, sehingga permukaan air semakin naik. Ia pun menyadari bahwa jika ia terus melakukan pekerjaan ini dan menekuninya, ia akan mencapai tujuannya dan dapat memuaskan rasa dahaganya. 

Maka, ia terus-menerus memindahkan batu-batu itu dan melemparkannya ke dalam rongga kendi, sementara air di dalamnya naik sedikit demi sedikit, hingga akhirnya ia dapat menjangkaunya. Ia pun minum sampai puas setelah melewati kesabaran dan kesungguhannya. Begitu pula pepatah mengatakan, "Barang siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil."

Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah Kelas 3 KMI #18: Burung Gagak dan Kendi"

Artikel Terkini

Kembali ke atas