Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemah Muthola'ah dari Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #3: Singa dan Tikus

Singa dan Tikus Di dalam pelajaran muthola'ah yang biasanya dipelajari di Pondok Pesantren Modern, kita mempelajari kisah-kis…

Terjemah Muthola'ah dari Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #3: Singa dan Tikus
Singa dan Tikus

Di dalam pelajaran muthola'ah yang biasanya dipelajari di Pondok Pesantren Modern, kita mempelajari kisah-kisah inspiratif yang memiliki pesan dan hikmah, sehingga dengan adanya pelajaran ini diharapkan santri mampu mengasah kemampuan dalam bercerita dalam bahasa Arab (Story Telling) dan juga mengambil hikmah ataupun pesan yang terkandung di dalam kisah tersebut.

Berikut ini adalah teks bahasa Arab berharakat lengkap beserta artinya dari buku Al-Qiroatur Rasyidah karya Abdul Fattah Shobri Bek dan Ali Umar Bek yang mengisahkan tentang seekor tikus yang menolong singa yang terjebak di dalam perangkap.


الأَسَدُ وَالْفَأْرُ

Singa dan tikus


كَانَ أَسَدٌ نَائِمًا فَأَتَى فَأْرٌ وَ مَشَى عَلَى رَأْسِهِ. فَهَبَّ مِنَ النَّوْمِ غَضْبَانَ. وَقَبَضَ عَلَى الفَأْرِ لِيَقْتُلَهُ. فَبَكَى الفَأْرُ وَ تَضَرَّعَ حَتَّى رَقَّ لَهُ قَلْبُ الأَسَدِ وَ خَلَّى عَنْهُ
وَ ثَانِىَ اليَوْمِ وَقَعَ الأَسَدُ فِيْ شَرَكٍ نَصَبَهُ لَهُ الصَّيَّادُوْنَ. فَصَرَخَ وَزَأَرَ حَتَّى سَمِعَهُ ذَلِكَ الفَأْرُ. فَأَسْرَعَ لِمُسَاعَدَتِهِ. وَ قَالَ لَهُ لَا تَخَفْ فَأَنَا أُخَلِّصُكَ. وَ شَرَعَ يَقْرِضُ الحَبْلَ بِأَسْنَانِهِ الحَادَّةِ حَتَّى قَطَعَهُ وَخَرَجَ الأَسَدُ سَالِمًا. وَشَكَرَهُ شُكْرًا كَثِيْرًا
"ثُمَّ قَالَ لَهُ: " مَا كُنْتُ أَحْسِبُ أَنَّ حَيَوَانًا ضَعِيْفًا مِثْلَكَ يَقْدِرُ عَلَى مَا لَا أَقْدِرُ عَلَيْهِ أَنَا
"فَأَجَابَهُ الفَأْرُ: " لَا تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْءٍ مَزِيَّةٌ

المُفْرَدَاتُ

الأَسَدُ : singa
هَبَّ (مِنَ النَّوْمِ) : اسْتَيْقَظَ : bangun
شَرَعَ : ابْتَدَأَ : mulai
خَلَّى عَنْ : تَرَكَ : melepaskan
أَحْسِبُ : أَظُنُّ : (saya) mengira
غَضْبَانُ : شَدِيْدُ الغَضَبِ : sangat marah
زَأَرَ : صَاحَ : صَوَّتَ : meraung
صَرَخَ : صَاحَ : bersuara keras
قَبَضَ : أَمْسَكَ : menangkap
مُسَاعَدَةٌ : pertolongan
تَضَرَّعَ : تَوَاضَعَ : merendah
يَقْرِضُ : يَقْطَعُ بِالسِّنِّ : menggigit/menggerogoti
رَقَّ لَهُ : رَحِمَهُ : mengasihani
مَزِيَّةٌ : فَضْلٌ : kelebihan
نَصَبَ : أَقَامَ : mendirikan
مَنْ دُوْنَكَ : مَنْ أَسْفَلَ مِنْكَ : orang yang lebih rendah darimu
شَرَكٌ : شَبَكَةٌ : perangkap berbentuk jaring


Terjemahan:

Ada seekor singa yang sedang tidur, tiba-tiba seekor tikus datang dan berjalan di atas kepalanya. Terbangunlah singa itu dari tidurnya dalam keadaan marah. Ia pun menangkap tikus itu untuk membunuhnya. Menangislah tikus itu mengharapkan belas kasihan sampai melembutlah hati singa itu sampai ia pun melepaskannya.

Di hari kedua, singa itu terperosok ke dalam sebuah perangkap yang dipasang oleh para pemburu. Ia pun meraung sejadi-jadinya sampai tikus itu mendengarnya. Tikus pun bergegas untuk menolongnya. Ia pun berkata: jangan takut, aku akan menyelamatkanmu. Ia pun mulai menggigit tali perangkap itu dengan gigi-giginya yang tajam, hingga ia pun berhasil memotongnya dan keluarlah singa dalam keadaan selamat.

Singa pun berterima kasih kepadanya sebesar-besarnya, lantas ia pun berkata:
“Tak aku sangka hewan lemah sepertimu mampu melakukan apa yang aku tak mampu”.
“Janganlah menghina orang yang lebih rendah darimu, karena segala sesuatu itu memiliki kelebihannya masing-masing”,
jawab tikus.

Pesan moral: 

Jangan pernah meremehkan orang lain, karena tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kisah HikmahMuthola'ah

Post a Comment for "Terjemah Muthola'ah dari Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #3: Singa dan Tikus"

Artikel Terkini

Kembali ke atas