Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #8: Pelepasan Burung-Burung (Dari Sangkar)
Pelepasan Burung-Burung Di dalam pelajaran muthola'ah yang biasanya dipelajari di Pondok Pesantren Modern, kita mempelajari k…
![]() |
| Pelepasan Burung-Burung |
Di dalam pelajaran muthola'ah yang biasanya dipelajari di Pondok Pesantren Modern, kita mempelajari kisah-kisah inspiratif yang memiliki pesan dan hikmah, sehingga dengan adanya pelajaran ini diharapkan santri mampu mengasah kemampuan dalam bercerita dalam bahasa Arab (Story Telling) dan juga mengambil hikmah ataupun pesan yang terkandung di dalam kisah tersebut.
Berikut ini adalah teks muthola'ah dengan Bahasa Arab beserta artinya dari kitab Al-Qiroatu Rasyidah yang mengisahkan tentang seorang laki-laki yang membeli banyak burung, lantas melepaskan semuanya. Apa alasan anak tersebut melepaskan burung-burung yang sudah dibelinya? Jawabannya bisa anda simak pada kisah berikut ini.
إِطْلَاقُ الطُّيُوْرِ
Pelepasan Burung-Burung (Dari Sangkar)
رَأَى رَجُلٌ مِنْ أَمْرِيْقَا وَلَدًا يَبِيْعُ طُيُوْرًا فِيْ قَفَصٍ. فَوَقَفَ بُرْهَةً يَنْظُرُ إِلَى الطُّيُوْرِ نَظْرَةَ الْكَئِيْبِ. لِأَنَّهُ رَآهَا تَطِيْرُ مِنْ جَنْبٍ إِلَى آخَرَ. تَارَةً تُطِلُّ. وَ تَارَةً تُحَاوِلُ الخُرُوْجَ مِنْ بَيْنِ الْأَسْلَاكِ. وَ فِى النِّهَايَةِ سَأَلَ الرَّجُلُ الْوَلَدَ: " كَمْ ثَمَنُ هَذِهِ الطُّيُوْرِ". فَأَجَابَ الْوَلَدُ: " ثَمَنُ الطَّائِرِ سَبْعَةُ قُرُوْشٍ يَا سَيِّدِيْ" فَقاَلَ الرَّجُلُ: " أَنَا لَا أَسْأَلُكَ عَنْ ثَمَنِ الْوَاحِدِ. وَ لَكِنِّيْ أَسْأَلُ عَنْ ثَمَنِ الْجَمِيْعِ. لِأَنِّيْ أَرْغَبُ فِيْ شِرَائِهَا كُلِّهَا". فَأَخَذَ الوَلَدُ يَعُدُّ طُيُوْرَهُ ثُمَّ قَالَ: "ثَمَنُهَا ثَلَاثَةٌ وَ سِتُّوْنَ قِرْشًا". فَنَقَدَ الرَّجُلُ الْوَلَدَ الثَّمَنَ. وَ سُرَّ الصَّبِيُّ بِرِ بْحِهِ. وَ لَمَّا تَسَلَّمَ الرَّجُلُ القَفَصَ فَتَحَ بَابَهُ. فَخَرَجَتِ الطُّيُوْرُ. فَدُهِشَ الْوَلَدُ مِنْ فَعْلَتِهِ. وَ سَأَلَهُ عَنِ السَّبَبِ. فَأَجَابَ : "كُنْتُ سَجِيْنًا ثَلَاثَ سَنَوَاتٍ. وَ آلَيْتُ عَلَى نَفْسِيْ أَنْ لَا أَبْخَلَ بِإِطْلَاقِ سَجِيْنٍ. مَتىَ اسْتَطَعْتُ إِطْلَاقَهُ"
المُفْرَدَاتُ/Kosakata
بُرْهَةً : Sejenakنَظْرَة الكَئِيْبِ : Pandangan sedih
حَاوَلَ – يُحَاوِلُ : Berusaha
الأَسْلَاكُ : Jeruji-jeruji sangkar
النِّهَايَة : Akhirnya
أَرْغَبُ فِيْ : (Saya) ingin/mau
عَدَّ – يَعُدُّ : Menghitung
نَقَدَ – يَنْقُدُ : Membayar tunai
دُهِشَ – يُدْهَشُ (مجهول) : Dibuat takjub
سَجِيْنٌ : Narapidana
آلَيْتُ : Saya bersumpah
بَخِلَ – يَبْخَلُ : Berbuat bakhil/Pelit
Terjemahan:
Suatu ketika seorang pria dari Amerika melihat seorang anak yang sedang menjual burung-burung di dalam sangkar. Ia pun lantas berhenti sejenak melihat-lihat burung-burung itu dengan pandangan penuh kesedihan. Karena ia lihat burung-burung itu terbang dari satu sisi sangkar ke sisi yang lain.Terkadang burung-burung itu menengok keluar, terkadang mereka juga terlihat berusaha untuk keluar dari antara jeruji-jeruji sangkar. Akhirnya laki-laki itu pun bertanya kepada anak itu: “Berapa harga burung-burung ini?”.
“Harga satu burung adalah 7 sen wahai tuanku”, jawab anak itu.
Mendengar jawaban ini, laki-laki itu kembali berkata: “Saya tidak bertanya kepadamu tentang harga satu ekor, tapi saya bertanya kepadamu tentang harga semuanya, karena saya ingin membeli burung-burung ini semuanya”.
Sang anak pun lantas segera menghitung burung-burungnya kemudian berkata: “Harganya 63 sen”.
Laki-laki itu pun kemudian membayar tunai belanjaannya kepada anak itu. Karena itu bukan main senangnya anak itu mendapatkan keberuntungan yang besar.
Ketika pria itu menerima sangkar burung, ia pun membuka pintunya, hingga keluarlah burung-burung itu dari dalamnya.
Anak itu pun terheran-heran melihat apa yang dilakukan oleh pria itu. Lantas bertanya tentang alasannya.
Pria itu pun menjawab: “Dulu aku pernah menjadi tahanan di dalam penjara selama 3 tahun lamanya. Sejak itu aku bersumpah pada diriku untuk tidak pelit dalam membantu tahanan agar lepas selama aku mampu melakukannya”.
“Harga satu burung adalah 7 sen wahai tuanku”, jawab anak itu.
Mendengar jawaban ini, laki-laki itu kembali berkata: “Saya tidak bertanya kepadamu tentang harga satu ekor, tapi saya bertanya kepadamu tentang harga semuanya, karena saya ingin membeli burung-burung ini semuanya”.
Sang anak pun lantas segera menghitung burung-burungnya kemudian berkata: “Harganya 63 sen”.
Laki-laki itu pun kemudian membayar tunai belanjaannya kepada anak itu. Karena itu bukan main senangnya anak itu mendapatkan keberuntungan yang besar.
Ketika pria itu menerima sangkar burung, ia pun membuka pintunya, hingga keluarlah burung-burung itu dari dalamnya.
Anak itu pun terheran-heran melihat apa yang dilakukan oleh pria itu. Lantas bertanya tentang alasannya.
Pria itu pun menjawab: “Dulu aku pernah menjadi tahanan di dalam penjara selama 3 tahun lamanya. Sejak itu aku bersumpah pada diriku untuk tidak pelit dalam membantu tahanan agar lepas selama aku mampu melakukannya”.

Post a Comment for "Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #8: Pelepasan Burung-Burung (Dari Sangkar)"