Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #19: Burung Beo
Burung Beo Qiroatur Rasyidah adalah buku panduan pembelajaran bahasa Arab yang berisi teks bacaan, cerita teladan, serta wawasan …
![]() |
| Burung Beo |
Qiroatur Rasyidah adalah buku panduan pembelajaran bahasa Arab yang berisi teks bacaan, cerita teladan, serta wawasan moral untuk melatih kemampuan membaca, menerjemah, dan memahami tata bahasa Arab.
Berikut ini adalah teks muthola'ah dengan Bahasa Arab beserta artinya dari kitab Al-Qiroatu Rasyidah karya Abdul Fattah Shobri Bek dan Ali Umar Bek bagian 17 ini bercerita tentang seekor burung beo yang pintar meniru suara manusia.
البَبْغَاءُ
كَانَ لِرَجُلٍ بَبْغَاءُ جَمِيْلَةٌ تُحْسِنُ الْكَلَامَ. وَإِذَا مَرَّ عَلَيْهَا أَحَدٌ قَالَتْ لَهُ: نَهَارُكَ سَعِيْدٌ يَا أَخِيْ. وَكَانَتْ تُقَلِّدُ قَوْقَأَةَ الدَّجَّاجِ. فَيَخْرُجُ إِلَيْهَا مِنَ الْبَيْتِ. وَ يَلْقُطُ الحَبَّ الَّذِيْ يَسْقُطُ مِنْ قَفَصِهَا
وَكَانَتْ تَخْرُجُ إِلَى الْبُسْتَانِ بَعْدَ الظُّهْرِ. وَتَنْتَظِرُ صَاحِبَهَا عِنْدَ رُجُوْعِهِ مِنْ دُكَّانِهِ. فَإِذَا رَأَتْهُ نَادَتْهُ وَقَالَتْ: يَا عَمِّيْ خُذْنِيْ إِلَى الْبَيْتِ. ثُمَّ تَطِيْرُ وَتَقَعُ عَلَى كَتِفِهِ فَيَدْخُلُ بِهَا
فَضَاعَتِ الْبَبْغَاءُ يَوْمًا فَأَرْسَلَ صَاحِبُهَا مُنَادِيًا يَسْأَلُ عَنْهَا. فَلَمْ يَدُلَّهُ أَحَدٌ عَلَيْهَا. غَيْرَ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَّ إِسْكَافًا عِنْدَهُ بَبْغَاءُ لَمْ يَنْظُرْهَا أَحَدٌ. وَلَكِنْ سُمِعَ صَوْتُهَا
فَذَهَبَ إِلَى الْإِسْكَافِ وَسَأَلَهُ عَنْهَا. فَأَنْكَرَ الْإِسْكَافُ أَنَّهَا عِنْدَهُ. وَلَكِنِ الْبَبْغَاءُ سَمِعَتْ صَوْتَ صَاحِبِهَا. فَقَالَتْ: يَا عَمِّيْ خُذْنِيْ إِلَى الْبَيْتِ. فَدَخَلَ الرَّجُلُ وَأَخَذَهَا مِنْ دُكَّانِ ذَلِكَ الْإِسْكَافِ الْخَائِنِ
المُفْرَدَاتُ
قَلَّدَ – يُقَلِّدُ : Meniruقَوْقَأَةُ (الدَّجَاجِ) : Suara ayam
لَقَطَ – يَلْقُطُ : Memungut
حَبٌّ : Biji-bijian
سَقَطَ – يَسْقُطُ : Jatuh
انْتَظَرَ – يَنْتَظِرُ: Menunggu
دُكَّانٌ : Toko
كَتِفٌ : Pundak
ضَاعَ – يَضِيْعُ : Hilang
مُنَادٍ : Pemanggil/Penyiar
إِسْكَافٌ : Tukang sepatu
Burung Beo
Seorang pria memiliki seekor burung beo yang cantik dan pandai berbicara. Jika ada orang yang berjalan melewatinya, burung itu akan menyapa, "Selamat siang, Saudaraku." Burung tersebut juga sering meniru suara kokok ayam, sehingga ayam-ayam keluar rumah mendekatinya untuk mematuk biji-bijian yang jatuh dari sangkarnya.Burung beo itu biasanya pergi ke kebun setelah waktu zuhur dan menunggu pemiliknya pulang dari toko. Begitu melihat pemiliknya, ia akan memanggil dan berkata, "Paman, bawalah aku pulang ke rumah." Ia kemudian terbang dan hinggap di bahu pemiliknya, lalu mereka masuk ke dalam rumah bersama-sama.Suatu hari, burung beo tersebut hilang.
Pemiliknya lalu mengutus seorang pengumum untuk mencari keberadaannya, tetapi tidak ada seorang pun yang bisa memberikan petunjuk. Hanya saja, sang pemilik mendengar kabar bahwa seorang tukang sol sepatu memiliki seekor burung beo yang belum pernah dilihat oleh siapa pun, namun suaranya terdengar.Ia pun mendatangi tukang sol sepatu tersebut dan menanyakannya.
Tukang sol sepatu itu mengelak dan tidak mengakui keberadaan burung tersebut. Namun, si burung beo mengenali suara pemiliknya lalu berseru, "Paman, bawalah aku pulang ke rumah." Pria itu langsung masuk dan mengambil burung beonya dari toko tukang sol sepatu yang khianat tersebut.

Post a Comment for "Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #19: Burung Beo"