Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nahwu Wadhih #6: Mubtada Khobar Subyek dan Predikat pada Kalimat Nominal

Nahwu Wadhih #6 Dalam ilmu nahwu, ada sebuah istilah yang disebut mubtada khobar. Ini adalah dua isim yang membentuk jumlah ismiy…

Nahwu Wadhih #6: Mubtada Khobar Subyek dan Predikat pada Kalimat Nominal
Nahwu Wadhih #6

Dalam ilmu nahwu, ada sebuah istilah yang disebut mubtada khobar. Ini adalah dua isim yang membentuk jumlah ismiyyah, yaitu kalimat dalam Bahasa Arab yang memiliki subjek berupa kata benda dan dilengkapi dengan predikatnya.

Selengkapnya mengenai pembahasan mubtada dan khobar ini bisa anda simak pada penjelasan berikut ini yang kami ambil dari kitab nahwu wadhih juz 1.

المبتدأ والخبر

Mubtada dan Khobar


الأمثلة
١- التفاحةُ حلوةٌ
٢- الصورةُ جميلةٌ
٣- الجريُ مفيدٌ
٤- القطارُ سريعٌ
٥- النظافةُ واجبةٌ
٦- الأرضُ مستديرةٌ

Contoh-contoh:

  1. Apel itu manis
  2. Gambar itu indah
  3. Lari itu bermanfaat
  4. Kereta itu cepat
  5. Kebersihan adalah kewajiban
  6. Bumi itu bulat


البحْثُ
الأمثلة السابقة كلها جمل، وكل جملة منها مركبة من اسمين، والاسم الأول في كل جملة هو الذي ابتدأنا به الجملة، فهو لذلك يسمى "مبتدأ" وإذا وضعنا إصبعنا على الاسم الثاني في كل جملة فأخفيناه عن نظرنا وقرأنا هكذا: التفاحة. الصورة. الجري. فإننا نتحير، ونسأل أنفسنا ما شأن التفاحة؟ وما شأن الصورة؟ وما شأن الجري؟ ولكنا إذا رفعنا إصبعنا وقرأنا هكذا: التفاحة حلوة. الصورة جميلة. الجري مفيد. استفدنا فائدة تامة، والذي أفادنا هو الاسم الثاني في كل جملة، وهو الذي أخبرنا بحلاوة التفاحة، وجمال الصورة، وإفادة الجري، ولذلك يسمى الاسم الثاني "خبرا"
وإذا تأملنا آخر كل اسم من الاسمين في كل جملة من الجمل السابقة وجدناه مرفوعا


Pembahasan:

Contoh-contoh di atas semuanya adalah kalimat, dan setiap kalimat tersebut disusun dari 2 isim, isim yang pertama adalah yang memulai suatu kalimat yang disebut “mubtada”.

Maka jika kita cukupkan saja pada kata yang pertama kemudian kita berkata: “apel..”, atau “gambar..”, “lari...” maka pastilah ada pertanyaan selanjutnya: “ya, kenapa apel? Kenapa gambar? Kenapa lari?”.

Oleh karena itu jika kita katakan Apel itu manis, gambar itu bagus, lari itu bermanfaat, pastilah kalimat ini bisa dipahami dengan sempurna. Dan yang membuat kita paham adalah isim kedua pada setiap kalimat, yang memberi keterangan tentang manisnya apel, indahnya gambar, dan bermanfaatnya lari.

Semua ini dinamakan khabar.. Jika kita perhatikan bahwa akhir setiap isim dari dua isim ini kita mendapatinya dirafa'kan (dalam makna sederhananyam didhammahkan).


القواعد
٩- المبتدأ اسم مرفوع في أول الجملة
١٠- الخبر اسم مرفوع يكون مع المبتدأ جملة مفيدة


Kaidah:

  • Mubtada adalah isim yang dirafa'kan yang ada pada awal kalimat
  • Khabar adalah isim yang dirafa'kan yang bersatu dengan mubtada agar menjadi jumlah mufidah (kalimat sempurna).

Semoga bermanfaat...

Nahwu

Post a Comment for "Nahwu Wadhih #6: Mubtada Khobar Subyek dan Predikat pada Kalimat Nominal"

Artikel Terkini

Kembali ke atas