Nahwu Wadhih #10: Jazm-nya Fi'il Mudhari'
Nahwu Wadhih #10 Fi'il mudhari' jazm (majzum) adalah kata kerja bahasa Arab yang menunjukkan waktu sedang atau akan terja…
| Nahwu Wadhih #10 |
Fi'il mudhari' jazm (majzum) adalah kata kerja bahasa Arab yang menunjukkan waktu sedang atau akan terjadi, tetapi mengalami perubahan i'rab menjadi jazm karena didahului oleh huruf atau amil jazm.
Selengkapnya mengenai pembahasan fi'il mudhari' yang jazm atau majzum ini bisa anda simak pada penjelasan dibawah ini yang bersumber dari kitab nahwu wadhih juz 1.
جزْمُ الفعلِ المضارعِ
Fi'il Mudharik Jazem
الأمثلة:
١- لم يحفظ محمد درسه
٢- لم ينقطع نزول المطر
٣- لم يقبض أحد على اللص
٤- لا تأكل وأنت شبعان
٥- لا تكثر من الضحك
٦- لا تسرع في السير
٧- إن تفتح نوافذ الحجرة يتجدد هواؤها
٨- إن تجلس في مجرى الهواء تمرض
٩- إن يسافر أخوك تسافر معه
Contoh-contoh:
- Muhammad belum menghafal pelajarannya
- Hujan yang turun belum berhenti
- Seorangpun belum menangkap pencuri
- Jangan kamu makan dalam keadaan kenyang!
- Jangan banyak tertawa!
- Jangan cepat-cepat dalam berjalan!
- Jika kamu buka jendala kamar, udara akan terbaharui (pertukaran udara)
- Jika kamu duduk-duduk di jalan, kamu akan sakit.
- Jika saudara kamu pergi, kamu pergi bersamanya
البحث
يشتمل كل مثال من الأمثلة الستة الأولى، على فعل مضارع قبله أحد الحرفين "لم" و "لا" ويدل الحرف الأول على نفي الفعل في الزمن الماضي، ويفيد الحرف الثاني نهي المخاطب عن الفعل
إذا تأملت آخر كل مضارع مسبوق بأحد هذين الحرفين في هذه الأمثلة وفي غيرها، وجدته مجزوما، لكنك إذا حذفت هذا الحرف وجدته مرفوعا؛ من ذلك نرى أن كلا من هذين الحرفين إذا دخل على المضارع جزم آخره
وإذا تأملت الأمثلة الثلاثة الأخيرة وجدت كل مثال منها مبدوءا بالحرف "إن" ومشتملا على فعلين مضارعين مجزومين، حصول الأول منهما شرط في حصول الثاني، ففتح النوافذ في المثال الأول مثلا شرط في
تجدد الهواء، والذي أفاد الشرط وجزم كلاًّ مِنَ الفعلين هو "إن" ولذلك تسمى "إن" حرف شرط وجزم، ويسمى الفعل الأول فعل الشرط والفعل الثاني جواب الشرط
Pembahasan:
Fi'il mudhari pada setiap contoh di atas didahului oleh salah satu dari dua huruf: “ ْمَل) "belum) dan “ َلا) "jangan). Huruf yang pertama menunjukkan atas penafian suatu perbuatan pada waktu yang telah berlalu, adapun huruf kedua adalah pelarangan terhadap lawan bicara untuk mengerjakan suatu perbuatan.
Apabila kamu perhatikan akhir setiap 6 contoh mudhari' pertama yang didahului oleh salah satu dari dua huruf ini, kamu akan mendapatinya dalam keadaan dijazmkan (dalam makna sederhana, disukunkan), akan tetapi jika kamu buang huruf ini, jaku akan mendapatinya dirafa'kaan.
Oleh karena itu kedua huruf ini apabila masuk atas mudhari' maka akan menjazmkan akhir katanya.
Jika kamu perhatikan 3 contoh kedua kamu akan mendapati setiap contoh di atas yang diawali dengan huruf [إن] mengandung 2 fi'il mudhari yang dijazmkan keduanya. Fi'il pertama adalah syarat bagi fi'il kedua. Maka membuka jendela pada contoh pertama adalah syarat untuk terbaharui udara.
Adapun yang memberi efek syarat dan menjazamkan kedua fi'il dalam setiap kalimat adalah huruf [إن] .
Oleh karena itu ia disebut sebagai اِنْ حَرْفُ شَرْطٍ وَجَزْمٍ (huruf syarat dan jazm). Fi'il yang pertama dinamakan dengan fi'il syarat, dan fi'il yang kedua disebut jawab syarat.
القواعد
١٤- يجزم الفعل المضارع إذا سبقه حرف جازم كالحروف الآتية، وهي: لم، ولا الناهية، وإنْ
١٥- لم، ولا الناهية تجزمان فعلاً مضارعاً واحدا، والحرف الأول ينفي حصول الفعل في الماضي، والثاني ينهى عن عمل الفعل
١٦- إنْ، تجزم فعلين، وتفيد أن حصول الفعل الأول شرط في حصول الفعل الثاني
Kaidah:
- Fi'il mudhari' dijazmkan jika didahului oleh huruf jazm seperti huruuf berikut: “ ْلم = "belum, [لا الناهية]= "Laa dengan makna larangan (jangan), dan [إن]= "jika.
- [لم ] dan َ[لا] keduanya menjazmkan satu fi'il mudhari. لم menafikan terjadinya perbuatan pada masa lalu (belum) dan لا melarang dari dikerjakan suatu perbuatan (jangan).
- [إن] menjazmkan dua fi'il dimana fi'il pertama adalah syarat terjadinya fi'il kedua.
Semoga bermanfaat..
Post a Comment for "Nahwu Wadhih #10: Jazm-nya Fi'il Mudhari'"