Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Muthola'ah Kelas 5 KMI Beserta Terjemahannya #7: Apakah Balasan Seorang Ayah dari Anaknya

Apakah Balasan Seorang Ayah dari Anaknya Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini …

Muthola'ah Kelas 5 KMI Beserta Terjemahannya #7: Apakah Balasan Seorang Ayah dari Anaknya
Apakah Balasan Seorang Ayah dari Anaknya

Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.

Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 5 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 7 yang bercerita tentang apakah balasan seorang ayah dari anaknya.


مَا جَزَاءُ الْوَالِدِ مِنْ وَلَدِهِ

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لَهُ: "يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ أَبِي أَخَذَ مَالِي". فَقَالَ لَهُ الْمُصْطَفَى عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: "اذْهَبْ فَأْتِنِي بِأَبِيكَ". فَلَمَّا جَاءَ الشَّيْخُ قَالَ النَّبِيُّ: "مَا بَالُ ابْنِكَ يَشْكُوكَ، أَتُرِيدُ أَنْ تَأْخُذَ مَالَهُ؟" فَقَالَ لَهُ: "سَلْهُ يَا رَسُولَ اللهِ، هَلْ أُنْفِقُهُ إِلَّا عَلَى إِحْدَى عَمَّاتِهِ أَوْ خَالَاتِهِ أَوْ عَلَى نَفْسِي؟". فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "دَعْنَا مِنْ هَذَا، أَخْبِرْنِي عَنْ شَيْءٍ قُلْتَهُ فِي نَفْسِكَ، مَا سَمِعَتْهُ أُذُنَاكَ". فَقَالَ الشَّيْخُ: "وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ، مَا يَزَالُ اللهُ يَزِيدُنَا بِكَ يَقِينًا، لَقَدْ قُلْتُ فِي نَفْسِي شَيْئًا مَا سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ!" فَقَالَ: "قُلْ فَأَنَا أَسْمَعُ!"

غَذَوْتُكَ مَوْلُودًا وَعُلْتُكَ يَافِعًا ... تَعُلُّ أَحُنُّ عَلَيْكَ وَتَنْهَلُ
إِذَا لَيْلَةٌ ضَاقَتْ بِكَ السُّقْمُ لَمْ أَبِتْ ... لِسُقْمِكَ إِلَّا سَاهِرًا أَتَمَلْمَلُ
كَأَنِّي أَنَا الْمَطْرُوقُ دُونَكَ بِالَّذِي ... طُرِقْتَ بِهِ دُونِي، فَعَيْنَايَ تَهْمُلُ
تَخَافُ الرَّدَى نَفْسِي عَلَيْكَ، وَإِنَّنِي ... لَأَعْلَمُ أَنَّ الْمَوْتَ وَقْتٌ مُؤَجَّلُ
فَلَمَّا بَلَغْتَ السِّنَّ وَالْغَايَةَ الَّتِي ... إِلَيْهَا مَدَى مَا كُنْتُ فِيهِ أُؤَمِّلُ
جَعَلْتَ جَزَائِي غِلْظَةً وَفَظَاظَةً ... كَأَنَّكَ أَنْتَ الْمُنْعِمُ الْمُتَفَضِّلُ
فَلَيْتَكَ إِذْ لَمْ تَرْعَ حَقَّ أُبُوَّتِي ... فَعَلْتَ كَمَا الْجَارُ الْمُجَاوِرُ يَفْعَلُ

فَحِينَئِذٍ أَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَلَابِيبِ الْوَلَدِ، وَسَلَّمَهُ لِوَالِدِهِ قَائِلًا:"أَنْتَ وَمَالُكَ لِأَبِيكَ"


المُفْرَدَاتُ

الْمُصْطَفَى : Orang pilihan (gelar untuk Nabi Muhammad)
يَشْكُوكَ : Mengadukanmu / melaporkanmu
دَعْنَا : Biarkanlah / tinggalkanlah dahulu
يَقِينًا : Keyakinan / kemantapan hati
غَذَوْتُكَ : Aku mengasuhmu / aku merawatmu sejak kecil
وَعُلْتُكَ : Dan aku menanggung nafkahmu / mencukupi kebutuhanmu
يَافِعًا : Tumbuh remaja / menjelang dewasa
تَعُلُّ : Kamu minum berulang kali (menerima kebaikan bertubi-tubi)
أَحُنُّ : Aku menyayangimu / mengasihimu dengan tulus
وَتَنْهَلُ : Dan kamu minum sepuasnya (menikmati kasih sayang)
السُّقْمُ : Penyakit / rasa sakit
أَتَمَلْمَلُ : Aku gelisah / berbolak-balik karena cemas
الْمَطْرُوقُ : Orang yang tertimpa musibah / diserang penyakit
تَهْمُلُ : Bercucuran / meneteskan air mata tanpa henti
الرَّدَى : Kematian / kebinasaan
مُؤَجَّلُ : Telah ditentukan waktunya / ditangguhkan
غِلْظَةً : Kekasaran / sikap kaku
وَفَظَاظَةً : Dan kejam / ketus / ucapan yang menyakitkan hati

Apakah Balasan Seorang Ayah dari Anaknya?

Seorang laki-laki datang menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu mengadu, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah mengambil harta bendaku." Maka Al-Musthafa (Nabi pilihan) 'alaihis shalatu was salam bersabda kepadanya, "Pergilah dan bawalah ayahmu kemari."

Ketika orang tua itu datang, Nabi bertanya, "Mengapa anakmu mengadukanmu? Apakah kamu bermaksud mengambil harta bendanya?" Sang ayah menjawab, "Tanyakanlah kepadanya, wahai Rasulullah! Apakah aku menafkahkannya kecuali untuk keperluan salah seorang bibinya (dari jalur ayah atau ibu) atau untuk keperluan diriku sendiri?"

Mendengar hal itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Cukup, tinggalkan perkara itu. Sekarang, beritahukanlah kepadaku tentang untaian kalimat yang engkau ucapkan di dalam hatimu, yang bahkan kedua telingamu sendiri tidak mendengarnya." Orang tua itu terkejut dan berkata, "Demi Allah, wahai Rasulullah, Allah senantiasa menambah keyakinan kami kepadamu. Sungguh, aku memang telah menggumamkan sesuatu di dalam hatiku yang tidak pernah terdengar oleh kedua telingaku sendiri!" Nabi bersabda, "Katakanlah, aku akan mendengarkannya!"

(Lalu sang ayah melantunkan bait-bait syair berikut):

Aku mengasuhmu sejak bayi dan menanggung nafkahmu saat remaja,
kamu mereguk dan menikmati segala kasih sayangku dengan sepuasnya.

Jika suatu malam kamu didera oleh rasa sakit, aku tidak akan bisa tidur,
karena sakitmu itu, aku terjaga semalaman dalam kegelisahan yang amat sangat.

Seolah-olah akulah yang tertimpa penyakit yang menyerangmu itu,
bukan kamu yang menderita, hingga kedua mataku ini terus bercucuran air mata.

Jiwaku sangat mencemaskan kematian menimpamu,
padahal aku tahubahwa kematian itu adalah sebuah ketetapan waktu yang pasti akan datang.

Namun, ketika kamu telah mencapai usia dewasa dan meraih tujuan yang selama ini menjadi puncak dari segala harapan serta cita-citaku untukmu,

Kamu justru membalas seluruh kebaikanku dengan kekasaran dan sikap yang kejam,
seakan-akan kamulah sang pemberi nikmat yang telah berjasa kepadaku.

Maka, jika kamu memang tidak sudi menjaga hak-hak keayahanku,setidaknya perlakukanlah aku sebagaimana seorang tetangga memperlakukan tetangga dekatnya.

"Maka pada saat itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memegang kerah baju anak tersebut, lalu menyerahkannya kepada ayahnya seraya bersabda, 'Kamu dan harta bendamu adalah milik ayahmu.'"



Bahasa ArabMuthola'ah

Post a Comment for "Muthola'ah Kelas 5 KMI Beserta Terjemahannya #7: Apakah Balasan Seorang Ayah dari Anaknya"

Artikel Terkini

Kembali ke atas