Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemahannya #13: Hakim dan Sang Pangeran
Hakim dan Sang Pangeran Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak unt…
![]() |
| Hakim dan Sang Pangeran |
Muthola’ah adalah sebuah metode pembelajaran yang unik di pesantren. Dalam pelajaran ini, kita diajak untuk membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Kitab-kitab ini berisi pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam. Melalui Mutholaah, kita belajar menerjemahkan dan menafsirkan teks-teks berbahasa Arab dengan benar.
Muthola’ah memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan pesantren. Pelajaran ini membantu kita memahami sumber-sumber utama ajaran Islam seperti Al-Quran dan Hadits. Dengan mempelajari Mutholaah, kita bisa menggali makna yang lebih dalam dari ajaran agama. Hal ini membuat pemahaman kita tentang Islam menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Dan berikut ini adalah teks Muthola'ah Kelas 4 KMI yang berharakat lengkap beserta terjemahan bagian 13 yang menceritakan tentang seorang hakim dan sang pangeran.
الْقَاضِي وَالْأَمِيرُ
كَانَ الْأَمِيرُ هُنْرِي بْنُ هُنْرِي الرَّابِعِ مَلِكِ إِنْكِلِيزَ فِي الزَّمَانِ الْمَاضِي شَدِيدَ الِانْهِمَاكِ فِي الْمَلَاهِي وَالعَرْبَدَةِ وَلَهُ نُدَمَاءُ عَلَى شَاكِلَتِهِ لَا يُفَارِقُهُمْ وَلَا يُفَارِقُونَهُ، وَقَدْ أَقْلَقُوا رَاحَةَ النَّاسِ بِمِيَاحِهِمْ حَتَّى قُبِضَ عَلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ وَسِيقَ إِلَى الْمُحَاكَمَةِ وَلَمَّا نَظَرَ الْقَاضِي الدَّعْوَى حَكَمَ عَلَى الْجَانِي بِالْحَبْسِ فَقَالَ الْأَمِيرُ غَاضِبًا وَسَطَ الْمَجْلِسِ وَنَهَرَ الْقَاضِيَ قَائِلًا "أَيُّهَا الشَّيْخُ أَهَكَذَا تُعَامِلُ رَفِيقَ الْأَمِيرِ وَوَلِيِّ عَهْدِ الْمَمْلَكَةِ" فَلَمْ يَلْتَفِتْ إِلَيْهِ الْقَاضِي بَلْ أَمَرَ بِإِيدَاعِ الْجَانِي السِّجْنَ فَاشْتَدَّ غَيْظُ الْأَمِيرُ وَهَجَمَ عَلَى الْقَاضِي وَلَطَمَهُ عَلَى وَجْهِهِ
فَأَمَرَ الْقَاضِي بِحَبْسِ الْأَمِيرِ نَفْسِهِ وَقَالَ "إِنِّي لَمْ أَفْعَلْ هَذَا انْتِقَامًا لِمَا لَحِقَنِي مِنَ الْأَذَى وَلَكِنْ صَوْنًا لِلْقَضَاءِ مِنَ الْإِهَانَةِ" وَلَمَّا سَمِعَ الْمَلِكُ بِالْخَبَرِ قَالَ "الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي أُمَّتِي مَنْ يُقِيمُ الْعَدْلَ حَتَّى عَلَى أَكْبَرِ الْكُبَرَاءِ"
وَبَعْدَ سِنِينَ تَوَلَّى هَذَا الْأَميرُ الْمُلْكَ بَعْدَ مَوْتِ أَبِيهِ فَقَصَدَهُ النَّاسُ أَفْوَاجًا يُهَنِّئُونَهُ وَفِي جُمْلَتِهِمْ ذَلِكَ الْقَاضِي الَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ لَا بُدَّ مَعْزُولٌ مِنْ مَنْصِبِهِ. فَلَمَّا دَخَلَ قَالَ الْمَلِكُ إِلَيْهِ وَصَافَحَهُ وَقَالَ لَهُ "أَيُّهَا الْقَاضِي الْجَلِيلُ لَقَدْ وَعَظْتَنِي أَحْسَنَ عِظَةٍ بِمَا عَامَلْتَنِي بِهِ أَيَّامَ طَيْشِي وَمَا دَامَ فِي أُمَّتِي رِجَالٌ مِثْلُكَ فَهِيَ فِي أَعْلَى عِلِّيِّينَ"
المُفْرَدَاتُ
شَدِيدَ الِانْهِمَاكِ : Sangat tenggelam / sangat larutالْمَلَاهِي : Tempat hiburan / kesenangan duniawi
العَرْبَدَةِ : Kegaduhan / mabuk-mabukan yang meresahkan
نُدَمَاءُ : Teman-teman minum / teman karib berpesta
عَلَى شَاكِلَتِهِ : Yang sejalan dengannya / yang sewakwat dengannya
أَقْلَقُوا : Mengganggu / mengusik
بِمِيَاحِهِمْ : Dengan kesombongan / perilaku buruk mereka
سِيقَ : Digiring / dibawa
الْجَانِي : Pelaku kriminal / terdakwa
وَنَهَرَ : Dan membentak / menghardik
وَلِيِّ عَهْدِ : Putra mahkota / calon penerus takhta
بِإِيدَاعِ : Untuk menjebloskan / memasukkan
غَيْظُ : Kemarahan / murka
وَلَطَمَهُ : Dan menamparnya
صَوْنًا : Demi menjaga / melindungi
أَفْوَاجًا : Berbondong-bondong / kelompok demi kelompok
يُهَنِّئُونَهُ : Mengucapkan selamat kepadanya
طَيْشِي : Masa kekanak-kanakan saya
Hakim dan Pangeran
Pada masa lalu, Pangeran Henry putra dari Raja Henry IV, Raja Inggris, adalah seorang pemuda yang sangat larut dalam tempat hiburan dan kegaduhan. Ia memiliki teman-teman karib berpesta yang sewatak dengannya; ia tidak pernah berpisah dari mereka, dan mereka pun tidak pernah berpisah darinya. Mereka telah mengusik ketenteraman masyarakat dengan perilaku buruk mereka, hingga akhirnya salah satu dari mereka ditangkap dan digiring ke pengadilan. Ketika hakim memeriksa perkara tersebut, ia menjatuhkan hukuman penjara kepada pelaku. Pangeran pun berkata dengan marah di tengah ruang sidang sambil membentak hakim, "Wahai orang tua, apakah begini caramu memperlakukan teman seorang pangeran sekaligus putra mahkota kerajaan?" Namun, hakim tidak memedulikannya. Beliau justru tetap memerintahkan untuk menjebloskan pelaku ke dalam penjara. Kemarahan pangeran semakin memuncak, hingga ia maju menyerang hakim dan menampar wajahnya.Melihat hal itu, sang hakim langsung memerintahkan untuk memenjarakan pangeran itu sendiri. Hakim berkata, "Sesungguhnya aku tidak melakukan tindakan ini sebagai bentuk balas dendam atas perlakuan buruk yang menimpaku, melainkan demi menjaga kehormatan lembaga peradilan dari penghinaan." Ketika raja mendengar kabar tersebut, beliau berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memunculkan seseorang di tengah umatku yang mampu menegakkan keadilan, bahkan terhadap orang yang paling berkuasa sekalipun."
Beberapa tahun kemudian, pangeran ini naik takhta menjadi raja setelah kematian ayahnya. Orang-orang pun datang berbondong-bondong untuk mengucapkan selamat kepadanya. Di antara kerumunan tersebut, hadir pula sang hakim yang mengira bahwa dirinya pasti akan segera dipecat dari jabatannya. Namun, ketika hakim itu masuk, raja justru mendekat dan menjabat tangannya, lalu berkata, "Wahai hakim yang mulia, engkau telah memberikan nasihat terbaik kepadaku melalui caramu memperlakukanku pada masa-masa kecerobohanku dahulu. Selama di tengah umatku masih ada pria-pria tegas sepertimu, maka bangsa ini akan berada di kedudukan yang paling tinggi."
--------------------------------

Post a Comment for "Muthola'ah Kelas 4 KMI Beserta Terjemahannya #13: Hakim dan Sang Pangeran"