Nahwu Wadhih #3: Pembagian Fi'il (Kata Kerja) dari Segi Waktu

Nahwu Wadhih #3: Pembagian Fi'il (Kata Kerja) dari Segi Waktu
Nahwu Wadhih #3

Fi'il adalah kata kerja dalam bahasa Arab yang menunjukkan suatu perbuatan atau peristiwa pada waktu tertentu (masa lampau, sekarang, atau akan datang).

Berdasarkan waktu terjadinya, fi'il dibagi menjadi tiga jenis utama: yaitu Fi'il Madhi (فِعْلُ المَاضِي), Fi'il Mudhari' (فِعْلُ المُضَارِعِ) dan Fi'il Amr (فِعْلُ الأَمْرِ).

Selengkapnya mengenai pembagian fi'il tersebut dapat anda simak pada penjelasan berikut ini seperti yang dijelaskan dalam kitab nahwu wadhih juz 1.

تقسيمُ الفعلِ باعتبارِ زَمَنِهِ:

Pembagian fi'il (kata kerja) dari segi waktu


١- الْفعْلُ الماضي

1. Fi'il Madhi


الأمثلة
١- جَرَى الْكلبُ
٢- وَقفَ الرَّجلُ
٣- ضَاعَ الْكِتَابُ
٤- دَقَّتِ السَّاعةُ
٥- جَاءَتِ الْبِنْتُ
٦- باضتِ الدَّجاجةُ


Contoh-contoh:
  1. Seekor anjing telah berlari
  2. Seorang laki-laki telah berdiri
  3. Sebuah kitab telah hilang
  4. Sebuah jam telah berdering
  5. Seorang anak perempuan telah datang
  6. Ayam telah berkokok

البحث
تأَمَّل الكلمات الأولى في الأمثلة السابقة تجدها أَفعالاً؛ لأَن كلاًّ منها يدل على حصول عمل في زمن خاص، وإذا تدبرت هذا الزمن في كل منها وَجَدْتَه زمناً ماضياً، فكلمة "جَرَى" في المثال الأَوَّل تدُلُّ على الجَرْي في الزمن الذي مضى قبْلَ التكلُّم؛ وكلمةُ "وَقفَ" في الْمثال الثَّاني تدلُّ على الْوقوفِ في الزمن الذي مَضى قبْلَ التَّكلم أَيْضاً، وهَلُمَّ جَرّاً، ولذلِك تُسمَّى كل كلمة من الكلماتِ "فعْلاً ماضياً" وكذلكَ جميعُ الْكلماتِ التي من هذا النوع


Pembahasan:

Perhatikanlah kalimat pertama pada contoh-contoh di atas kalian akan mendapati fi'il-fi'il karena setiap kata itu menunjukkan suatu perbuatan pada waktu tertentu yaitu waktu lampau. Maka kata “جرى "pada contoh menunjukkan perbuatan “berlari” yang telah terjadi sebelum pembicaraan.

Begitu juga kata “ َوَقَفَ "menunjukkan perbuatan “duduk” yang telah terjadi sebelum pembicaraan. Oleh karena itu setiap kata ini disebut dengan “FI”IL MADHI”.


القواعد
٤- الْفِعْلُ الْماضي هُوَ كلُّ فعْلٍ يدُلُّ على حصول عمل في الزمن الماضي.


Kaidah

Fi'il Madhi adalah setiap perbuatan yang terjadi pada waktu yang telah lewat (past tense)


٢- الْفعْلُ الْمُضارعُ

2. Fi'il Mudhari'



الأمثلة
١- أَغِسلُ يَدَيَّ
٢- أَلْبَسُ ثِيابي
٣- نَلعَبُ بالْكُرَةِ
٤- نَمْشي في الحُقُول
٥- يَنْبَحُ الْكلبُ
٦- يَنْتَبهُ الحَارسُ
٧- تَأْكُلُ الْبِنْتُ
٨- تَذْبلُ الْوَرْدَةُ



Contoh-contoh:
  1. Aku mencuci tanganku
  2. Aku mengenakan bajuku
  3. Aku bermain bola
  4. Kami berjalan di trotoar
  5. Anjing menggonggong
  6. Pengawas Mengamati
  7. Anak perempuan makan
  8. Bunga mawar layu


البحث
الكلمات الأولى في الأمثلة السابقة كلها أفعال؛ لأن كل منها يدل على عمل في زمن خاص. وإذا تدبرت هذا الزَّمَنَ الخَاصَّ في كل منها وجَدْتَه إِمَّا حاضراً وإِمَّا مُسْتَقبَلاً فالفعل "أَغسِلُ" يَدُلّ عَلَى حصول الْغَسْل في الزمن الحاضر أو المستقبل، والفعلُ "أَلبَسُ" يدل على حصول اللُّبْس في الزَّمن الحاضر أو المستقبل، ويُسَمَّى كلُّ فعلٍ من هذا النوع "فعلا مضارعا" 

إذا نظرت إلى الحرف الأَوَّل في كل فعل من هذِهِ الأَفعال وَأَشباهِها وَجَدْتَهُ همزةً أَوْ نوناً أَو ياءً أَو تاءً، وتُسَمَّى هذه الأَحرفُ الأربعة أحرف المضارعة 

Pembahasan:

Kata-kata pertama pada contoh-contoh di atas semuanya adalah fi'il. Karena semuanya menunjukkan suatu perbuatan pada waktu tertentu. Jika dilihat, kata kerja ini bisa memilki makan yang sedang berlangsung atau akan berlangsung. Maka kata " أغْسِلُ "menunjukkan perbuatan “mencuci” pada saat yang sedang berlangsung atau akan berlangsung.

Setiap kata kerja ini dinamakan dengan “FI'IL MUDHARI'”.

Jika kamu perhatikan huruf pertama pada fi'il mudhari' maka kamu akan mendapati bahwa hanya ada hamzah atau nun atau ya atau ta (disingkat anita). Empat huruf ini dinamakan dengan huruf-huruf mudhoro'ah " اَحْرُفُ المُضَارَعَة

Untuk keterangan terkait huruf mudhoro'ah yaitu sebagai berikut:
  • أ Hamzah menyimpan kata ganti saya ( أنَا Mutakalim Wahdah)
  • ن Nun menyimpan dhomir kita atau kami (نحن Mutakalim n`ma'al khoir)
  • ي Yak menyimpan dhomir dia ( هو Mudzkar Ghoib)
  • ت Tak menyimpan dhomir kamu mukhotob ( أنت Mudzkar Mukhortob)

:القواعد
٥- الفْعِلُ الْمُضارِعُ هوَ كلُّ فعْلٍ يدُلُّ على حصول عمل في الزمن الحاضر أَو المُسْتَقبَلِ وَلا بد أن يكون مَبْدُوءاً بحرفٍ منْ أَحرف المُضَارَعةِ وهي الْهمزَةُ والنُّونُ والْياءُ وَالتَّاءُ


Kaidah

Fi'il mudharik adalah setiap fi'il atau kata kerja yang menunjukkan atas terjadinya suatu perbuatan pada saat ini atau akan datang dan harus diawali dengan salah satu huruf mudhara'ah yaitu hamzah, nun, ya', ta'.



٣- فعلُ الأَمرِ

3. Fi'il Amar

الأمثلة
١- العبْ بالْكُرةِ
٢- أطعمْ قطَّكَ
٣- نظفْ ثِيابكَ
٤- نمْ مُبَكراً
٥- تمهلْ في السَّيْر
٦- أجدْ مَضْغَ الطعامِ

Contoh-contoh:
  1. Bermain bola lah kamu!
  2. Beri makan kucingmu!
  3. Bersihkan bajumu!
  4. Tidurlah lebih awal!
  5. Pelan-pelan dalam berjalan!
  6. Berusahalah mengunyah makanan!


البحث
الكلمات الأولى في الأَمْثِلَةِ الْمُتَقَدِّمَةِ أَفعال؛ لأن كلا منها يدل على حصول عمل في زمن خاصٍّ

وإِذا تَدَبَّرْنَا هذهِ الأَفْعال، وَجَدْنَا المتكلم في كل منها، يَطْلبُ من المخاطبِ ويأْمرهُ أَنْ يأتي عَملاً في الزَّمَنِ المستَقْبَل، ومن أَجْل ذلك يُسَمَّى كلُّ فعل من هذه الأَفعال "فِعلَ أَمْر" فالفعلُ "الْعَبْ" في المثال الأَوَّل يُطلب به من المخاطب إِتيَانُ اللعبِ في الزمن المستقبل، وهو لذلك فعل أمر، والْفِعل "أَطْعِمْ" في المثال الثاني يُطْلَبُ به من المخاطب حصولُ الإِطْعَامِ في الزمن المستقبل، وهو لذلك فعل أمر أَيْضاً، وهكذا يُقال في بقية الأفعال السابقة

Pembahasan:

Kata pertama dari setiap contoh di atas adalah fi’il karena menunjukkan atas perbuatan pada waktu yan tertentu. JIka diperhatikan, akan kita dapati bahwa setiap kata kerja itu menuntut dilakukannya sesuatu pada waktu yang akan dating sehingga karena itu dinamakan “FI”IL AMAR” (kata kerja perintah).

Maka kata kerja “ إلعب "pada contoh pertama menuntut yang diajak bicara akan pekerjaan “bermain” pada waktu yang akan datang. Begitu pula dengan kata kerja “ أَطْعِمْ "menuntut kepada perbuatan “memakan” bagi yang diajak bicara pada waktu yang akan datang.


القواعد
٦- فِعلُ الأَمْر هُوَ كلُّ فِعلٍ يُطلَبُ بهِ حُصُول شَيءٍ في الزمن المستقبل

Kaidah

Fi'il Amr adalah setiap kata kerja yang menuntut dikerjakannya sesuatu pada masa yang akan datang (kata perintah).

Semoga bermanfaat...

Post a Comment for "Nahwu Wadhih #3: Pembagian Fi'il (Kata Kerja) dari Segi Waktu"