| Nahwu Wadhih #2 |
Unsur pembentuk kalimat sempurna (disebut jumlah mufidah atau kalam) dalam bahasa Arab terdiri dari tiga jenis kata utama, yaitu isim (kata benda), fi'il (kata kerja), dan harf (huruf/kata tugas).
Selengkapnya mengenai unsur pembentuk kalimat sempurna ini bisa anda simak pada penjelasan berikut ini yang kami sadur dari kitab Nahwu Wadhih juz 1.
الأمثلة:
ركب إبراهيم الحصان
يداعب إسماعيل القط
يحصد الفلاح القمح
تأكل الشاة فولا وشعيرا
سمعت النصيحة
يستطع النور في الحجرة
تجري السفينة على الماء
هل تحب السفر؟
Contoh-contoh:
- Ibrahim menunggangi kuda
- Ismai'l bermain-main dengan kucing
- Petani memanen gandum
- Domba memakan buncis dan jelai (sejenis gandum)
- Aku mendengarkan nasihat
- Cahaya bersinar di dalam kamar
- Perahu berjalan di atas air
- Apakah kamu menyukai perjalanan?
البحث:
عرفنا فيما مضى أن الجملة المفيدة تتركب من أجزاء هي الكلمات؛ ونريد أن تعرف في هذا الدرس أنواع الكلمات فنقول
إذا بحثنا في الجمل التي معنا وجدنا أن الكلمات إبراهيم، إسماعيل، والفلاح، ألفاظ تسمي بها أشخاص، وأن الكلمات، الحصان، والقط، والشاة، ألفاظ تسمى بها أنواع من الحيوان، وأن القمح، والفول، والشعير، ألفاظ تسمي بها أنواع من النبات. وأن الحجرة، والسفينة، والماء، ألفاظ تسمي بها أنواع من الجماد. وأن النصيحة، والنور، والسفر، ألفاظ تسمي بها أنواع أخرى من المعاني؛ ولذلِك تُسمَّى كلُّ كلمة من هذه الكلمات اسما، وكذلك كل كلمة يسمى بها إنسان، أو حيوان، أو نبات، أو جماد، أو أي شيء آخر
.نعود للجمل مرة ثانية فنجد أن كل كلمة من الكلمات: ركب، ويداعب، ويحصد، وتأكل تدل على حصول فعل في زمن خاص؛ فلفظ ركب مثلا يدل على الركوب في الزمن الماضي، ويداعب يدل على المداعبة في الزمن الحاضر أو الأتي، وهَلُمَّ جَرّاً: ولذلِك تُسمَّى كلُّ كلمةٍ من هذا النوع فعلا.
وعند تأمل الجمل الثلاث الأخيرة، نجد أن الكلمات: في، وعلى، وهل، إذا نطق بكل منها وحده لم يفهم له معنى كامل؛ وإذا نطق بكل منها في جملته، ظهر معناه كاملا وتسمى كل كلمة من هذه الكلمات الثلاث حرفا، وكذلك كل الْكلماتِ التي منْ هذا النوع
Pembahasan:
Kita mengetahui pada pembahasan sebelumnya bahwa jumlah mufidah (kalimat sempurna) tersusun dari bagianbagian yaitu kata-kata. Kita akan mengetahui pada pelajaran ini macam-macam kata. Kita katakan:Jika kita membahas kalimat di atas kita akan mendapati bahwa kata: ibrohim, isma'il, dan “ الفَلاح
”(petani) adalah macam-macam penamaan terhadap orang dan kata “ الحِصَان ” (kuda), “القِطٌ ”
(kucing), dan “ الشَاة ” (domba) adalah macam-macam hewan, dan kata “ القَمْح ” (gandum), “الفُوْل ”
(buncis), dan (jelai) " الشعِيْر " adalah macam-macam tumbuhan, dan kata “ الحُجْرَة ” (ruangan),
“السَّفِيْنَة” (perahu), dan “ المَاء ” (air) adalah macam-macam benda mati, dan adapun “النصِيْحَة ”
“السَّفِيْنَة” (perahu), dan “ المَاء ” (air) adalah macam-macam benda mati, dan adapun “النصِيْحَة ”
(nasihat), “ النوْر ” (cahaya), dan “ السفَر ” (perjalanan), adalah lafadzh-lafadzh yang dengannya
dinamakan macam-macam yang lain. Oleh karena itu setiap kata ini disebut dengan ISIM (kata benda).
dinamakan macam-macam yang lain. Oleh karena itu setiap kata ini disebut dengan ISIM (kata benda).
Begitupun setiap kata yang digunakan untuk menamakan manusia, hewan, tumbuhan,
benda mati dan hal-hal lainnya maka disebut isim.
benda mati dan hal-hal lainnya maka disebut isim.
Kemudian jika kita perhatikan lagi contoh kalimat di atas kita akan mendapati kata: “ رَكِبَ ” telah
mengendarai, “ يُدَاعِبُ ” sedang bermain-main, “ يَحْصُدُ ” sedang memanen, dan “ تَأْكُلُ ” sedang
memakan, semuanya menunjukkan atas suatu pekerjaan pada zaman tertentu. Maka kata رَكِبَ
menunjukkan makna pekerjaan pada masa lalu (past tense), dan kata يُدَاعِبُ dan sisanya menunjukkan atas pekerjaan yang sedang dilakukan (present continous tense) atau akan dilakukan (future tense).
Oleh karena itu kata-kata ini dinamakan FI'IL (kata kerja) kemudian jika kita perhatikan lagi kita akan mendapati bahwa kalimat: di dalam “ فِي " , di atas عَلاعَ ، dan apakah " هَلْ " apabila diucapkan sendiri, tidak dipahami makna sempurna. Namun jika dimasukkan ke dalam suatu kalimat, maka akan menjadi jelas maknanya. Setiap kata-kata ini dinamakan dengan HURUF.
القواعد
: الكلمة ثلاثة أنواع: اسْمٍ، وفعلٍ، وحرفٍ.
أ- فالاسم: كل لفظ يسمى به إنسان، أو حيوان، أو نبات، أو جماد أو أي شيء آخر.
ب- والفعل: كل لفظ يدل على حصول عمل في زمن خاص.
ج- والحرف: كل لفظ لا يظهر معناه كاملا إلا مع غيره.
Kaidah:
Kata itu ada tiga: Isim, FI'il, dan Huruf- Isim : Setiap lafadzh yang digunakan untuk menamakan manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, dll.
- Fi'il : setiap lafadzh yang menunjukkan suatu pekerjaan pada masa tertentu
- Huruf : setiap lafadzh yang tidak sempurna maknanya kecuali jika digabungkan bersama lainnya (dalam suatu kalimat)
Semoga bermanfaat..
Post a Comment for "Nahwu Wadhih #2: Unsur-Unsur dari Kalimat; Isim, Fi'il dan Huruf"