Nahwu Wadhih #1: Kalimat Sempurna (الجُمْلَةُ المُفِيْدَةُ) - Pengertian dan Contohnya

Nahwu Wadhih #1: Kalimat Sempurna (الجُمْلَةُ المُفِيْدَةُ) - Pengertian dan Contohnya
Nahwu Wadhih #1

Jumlah mufidah (الجُمْلَةُ المُفِيْدَةُ) adalah susunan dua kata atau lebih dalam bahasa Arab yang membentuk kalimat sempurna dan memberikan pemahaman yang utuh bagi pendengarnya.

Untuk mengetahui lebhih jauh tentang jumlah mufidah, berikut adalah penjelasannya yang kami sadur dari kitab Nahwu wadhih juz 1.

AL AMTSILAH / الامثلة (Contoh-contoh):


 البُسْتَانُ جَمِيْلٌ
 الشَمْسُ طَالِعَةٌ
 شَمَّ عَلِيٌّ وَرْدَةً
 قَطَفَ مُحَمّدٌ زَهْرَةً
 السَّمَكُ يَعِيْشُ فِي المَاءِ
 يَكْثُرُ النَّخِيْلُ فِي مِصْرَ

  • Kebun itu indah
  • Matahari itu terbit 
  • Ali mencium bunga mawar 
  • Muhammad memetik bunga 
  • Ikan itu hidup di air 
  • Banyak pohon kurma di Mesir 

البحث:

إذا تأملنا التركيب الأول وجدناه يتركب من كلمتين، إحداهما "البستان" والثانية "جميل"، فإذا أخذنا الكلمة الأولى وحدها وهي: "البستان" لم نفهم إلا معنى مفردا لا يكفي للتخاطب، وكذلك الحال إذا أخذنا الكلمة الثانية وحدها وهي "جميل"، ولكنا، إذا ضممنا إحدى الكلمتين إلى الأخرى على النحو الذي في التركيب، وقلنا: "البستان جميل". فهمنا معنى كاملا، واستفدنا فائدة تامة، وهي اتصاف البستان بالجمال؛ ولذلك يسمى هذا التركيب جملة مفيدة، وكل واحدة من الكلمتين تعد جزءا من هذه الجملة، وهكذا يقال في الأمثلة الباقية.وبهذا نرى أن الكلمة وحدها لا تكفي في التخاطب، وأنه لا بد من كلمتين فأكثر حتى يستفيد الإنسان فائدة تامة، وأما نحو: قم. اجلس. تكلم. مما ظاهره أنه كلمة واحدة كافية في التخاطب، فليس في الحقيقة بكلمة واحدة، وإنما هو جملة مركبة من كلمتين، إحداهما ملفوظة وهي "قم" مثلا والأخرى غير ملفوظة وهي "أنت" التي يفهمها السامع من الكلام وإن لم ينطق بها.


Pembahasan:

Apabila kita perhatikan susunan kalimat yang pertama, (contoh pada nomor 1 : yaitu : البستانُ جميلٌ, kita mendapatinya tersusun dari dua kata, yaitu :

Kata yang pertama ialah البستانُ dan kata yang kedua ialah جميلٌ.

# Maka apabila kita mengambil kata yang pertama saja maka yaitu “البستانُ”, kita tidak memahami artinya kecuali makna kata itu sendiri (yaitu: “taman“), yang mana itu tidak cukup untuk percakapan.

Dan begitu juga keadaannya, jika kita ambil kata yang kedua secara sendirian, yaitu misal : جميلٌ.

Akan tetapi, apabila kita gabungkan salah satu kata tersebut kepada kata yang lainnya sebagaimana contoh diatas, kemudian kita ucapkan: (البستان جميل) “Taman itu indah” Maka, kita akan memahami maknanya secara sempurna.

Dan kita akan mendapatkan faedah yang sempurna, yaitu : disifatinya taman tersebut dengan keindahan.

Oleh sebab itulah, susunan (البستان جميلة) dinamakan “Jumlah Mufidah/ kalimat yang sempurna“.

Kemudian dari setiap masing – masing kata dari kedua kata tersebut dihitung satu kesatuan dari kalimat tersebut.

Dan demikian juga penjelasan bagi sisa contoh diatas.

Dan dengan ini kita melihat bahwa 1 kata saja tidak cukup untuk percakapan. Oleh sebab itu, percakapan itu harus tersusun dari 2 kata (minimalnya) atau lebih sehingga orang – orang dapat mengambil faedah yang sempurna.

Contoh lain misalkan :

قُمْ ( berdirilah kamu (laki – laki) ), اِجْلِسْ (duduklah kamu (laki – laki)), تَكَلَّمْ (berbicaralah kamu (laki -laki))

Ketiga kata di atasnya, zohirnya terdiri dari satu kata saja yang cukup untuk digunakan dalam suatu percakapan.

Adapun hakikatnya, ketiga ucapan di atas masing – masing tidak terdiri dari 1 kata tetapi dia terdiri dari dua kata :
  • Kata pertama diucapkan yaitu : (قم)
  • Kata kedua tidak diucapkan yaitu : (أنتَ)

Yang mana dari pendengar akan memahami keduanya dalam percakapan meskipun ada 1 kata yang tidak diucapkan.

Kaedah – Kaedah

القواعد: التركيب الذي يفيد فائدة تامة يسمى جملة مفيدة، ويسمى أيضا كلاما.2- الجملة المفيدة قد تتركب من كلمتين، وقد تتركب من أكثر، وكل كلمة فيها تعد جزءا منها.

  • Susunan kata yang memberikan suatu faedah yang sempurna dinamakan JUMLAH MUFIDAH dan dinamakan juga KALAM.
  • Jumlah mufidah kadang tersusun dari dua kata dan kadang juga tersusun lebih dari dua kata. Dan dari setiap kata padanya (yakni pada jumlah mufidah tersebut) dihitung sebagai satu kesatuan.

Semoga bermanfaat..

Post a Comment for "Nahwu Wadhih #1: Kalimat Sempurna (الجُمْلَةُ المُفِيْدَةُ) - Pengertian dan Contohnya"