Agar Tidak Konsumersime

konsumerisme
Agar Tidak Konsumersime | Jika lebaran sudah menjelang pasti kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang tiap tahun akan terus terjadi. Dimana pasar-pasar dan mall-mall serta pusat perbelanjaan yang lain penuh sesak dengan lautan manusia. Apalagi kalau bukan untuk mempersiapkan buat lebaran nanti. Biasanya mereka mempersiapkan baju lebaran atau kueh-kueh untuk lebaran.

Ketika saya kecil dulu waktu masih tinggal dengan orang tua di Jawa, ada istilah yang unik ketika berbelanja untuk persiapan lebaran ini. Namanya adalah “PREPEGAN”, ada prepegan cilik atau kecil yaitu belanja dua hari sebelum lebaran dan ada juga prepegan gede atau besar yaitu satu hari sebelum lebaran. Biasanya jika sudah begini jalan dipasar saja akan terasa sulit karena saking banyaknya orang-orang yang berbelanja.

Budaya belanja memang mengasyikan, siapa yang tidak suka dengan bekanja? Pasti semuanya suka. Karena ini kan manusiawi dan semua orang pasti ingin memenuhi kebutuhannya. Baik itu berupa sandang, pangan ataupun papan. Namun sebaiknya kesenangan belanja ini seyogyanya tidak membuat kita menjadi konsumtif atau istilahnya adalah jangan sampai kita terjebak dalam sifat konsumerisme. Nah loh apaan tuh konsumerisme. Kalau sobat dulu pernah belajar Ilmu Pengetauan Sosial atau IPS di sekolah dulu pasti tahu apa itu arti dari konsumerisme ini.

Menurut mba Wiki, Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Atau juga paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan sebagainya; bisa juga disebut sebagai gaya hidup yang tidak hemat.

Gaya hidup ini bisa menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya.

Nah agar kita dan khususnya kaum wanita yang suka belanja tidak terjerumus dalam sifat konsumerisme, maka sebaiknya perlu memperhatikan hal-hal berikut sebelum berbelanja :

Siapkan Budget Atau Anggaran Secukupnya
Budget atau anggaran  belanja bukan hanya milik instansi pemerintah saja. Tapi setiap individu juga sebaiknya menyisihkan anggran ini untuk memenuhi keperluannya. Anggaran tiap individu tentunya berbeda-beda tergantung keperluan masing-masing. Orang yang keperluannya lebih banyak tentunya harus menyiapkan budget yang lebih besar dibanding dengan individu atau keluarga yang sederhana yang keperluannya tidak terlalu banyak. Jadi persiapkan anggaran ini sesuai dengan keperluan saja.

Membuat List Barang Belanjaan
Point yang kedua adalah sebaiknya sebelum pergi berbelanja sebaiknya kita membuat daftar atau list barang-barang apa saja yang mau kita beli nanti ketika sudah sapai di tempat belanja. Sepele kelihatannya, tapi jika ini tidak kita lakukan maka akan berakibat sangat konsumtif. Buatlah list sedetail mungkin, sampai jika kita mau beli terasi sekalipun ada dalam catatan kita. Kenapa list barang belanjaan ini sangat penting? Karena jika kita tidak membawanya, biasanya kita akan membeli apa saja yang kita inginkan nanti. Jelas boros dan konsumtif bukan?

Jangan Tergiur dengan Diskon
Siapa yang tidak suka dengan potongan harga alias diskon? Semua pasti suka degan ini. Tapi sebaiknya ini perlu di waspadai, diskon juga bisa membut kita menjadi konsumtif yang berlebihan. Karena bisa saja dari rumah kita tidak berniat membeli barang tersebut, tapi begitu melihat diskon yang menggiurkan kita bisa tertarik dan membelinya. Padahal belum tentu barang tersebut sesuai dengan keperluan kita, hanya karena murah saja kita membelinya.

Demikian sedikit tips agar kita tidak terjebak dalam konsumerisme yang jelas-jelas sangat merugikan kita. Sifat boros sendiri tidak dibenarkan dalam agama karena kita bisa digolongkan kedalam temannya setan.
Allah Ta’ala telah berfirman,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al-Isra’: 26-27).

Semoga bermanfaat dan happy blogging…..



Reaksi:
Jika Anda merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Anda bisa memberikan donasi melalui Paypal atau dengan Pulsa Dana hasil dari donasi akan digunakan untuk operasioanl Blog Kang Muroi - Terima kasih.

you might ALSO LIKE :

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

65 Responses to "Agar Tidak Konsumersime"

  1. haha prepegan...
    jadi inget bahasa kampung, om...

    di dompet sudah disiapin duit seperlunya
    tapi atm dan kartu kredit masih nyelip di dompet
    list belanjaan sudah dibikin
    tapi tau tau lenyap di tumpukan slip belanjaan
    mata ditutup biar ga liat tulisan diskon
    ada yang nawarin beli 2 gratis 1
    hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. beli ubi dapat payung...
      *mumpung mang lembu belom nongol..

      Delete
    2. Kalo beli ubi dapet oven mau mas :d

      Delete
    3. udah musim kok...
      kemaren tetangga ngredit jaket sama helm bonusnya motor...

      Delete
    4. wah kalo ada yang kaya gitu mau tuh, sekalian aja beli kunci dapat mobil :d

      Delete
  2. loh ini kan emang trik para pengusaha, sengaja dibuatnya kita ini jadi konsumtif, dengan iklan yang jorjoran dan segala iming2 yang menggiurkan, diskon sampe 100%...siapa yang ngga ngiler coba...list belanjaan dan uang kes yang udah dipatokpun jadi ngga pungsi kalau udah masuk Mall..
    saya lelaki azh doyan belanja atuh kang...komo kalau baru dapet vi dari jad makelar tanah...duitnya kan empuk tuh....udah deh...kita abis2in sampe puas.

    #dont try at home

    ReplyDelete
    Replies
    1. empuk, duitnya bisa buat alas tidur ya Pak Ci...ngandel, siapa dulu dong...Pak Ci. Nah lebaran nanti bagi-bagi THR pasti...[berharap kebagian]

      Delete
    2. no money no cry ,, ini ngomong apa -__-

      Delete
    3. kalau buat belanja ndak apa apa kang .. asal jangan buat poligami aja apalagi poli pantai yang nyantai :d

      Delete
    4. ah elah yang baru nyairin dana ADD....

      Delete
    5. Wah dana apa tuh mas, ADD hehe...

      Delete
    6. hahah tanya saja sama pak kades tuh

      Delete
  3. laper mata namanya @-) @-) .

    ReplyDelete
  4. prepegan------aiiih, itu kata-kata yang mengingatkan saya ketika Embah masih sugeng dulu, sejak embah tiada, jarang sekali dengar kata prepegan.

    saya akalau lebaran kurang begitu tertarik dengan belanja, tapi saya sangat tertarik dengan berjualan...hahaha. senngaja menjelang lebaran gini kulakan baju-baju dan jilbab dari jogja, kawan-kawan dan tetangga sudah pada nyerbu ke rumah saya milih-milih....kemudian beli. walaupun dikredit, lunas 2 bulan [tanpa bunga sama sekali lho]

    ReplyDelete
    Replies
    1. oooh ternyata kemarin ke jogja itu, ngambil pakaian dan jilbab buat jualan to... bagus tuh mbak...

      pantesan ndak pulkam :d

      Delete
  5. hehheee....bahasanya kog masih seperti yg dulu "PREPEGAN"
    kalau dompet tembah mah bisa enjoy belanjanya, tp kalau uang pas ya tutup amta aja biar ngak lihat kalau ada discount.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita yang tutup mata tapi anak istri yang lihat tulisan discount :d

      Delete
  6. Kalau saya tidak tahu menahu tentang parepegan tahu-tahu sudah banyak di rumah, semua keperluan di ambil oleh orang serumah, memang sih pada dasarnya sudah adat dan kebiasaan, jadi kayaknya hal itu wajib bagi orang-orang yang mau lebaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah hebat dong mas .. ndak usah repot kalau begitu mah :d

      Delete
    2. Tinggal hap...hehehe...kaya iklan yah

      Delete
  7. kalau saya jarang tuh beli pakaian lebaran diskon - diskonan, belinya di toko kaki lima belinya nunggu malam takbiran, nunggu yang jualan obral obralan karena mau mudik :d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trik jitu, bisa dicontoh mang :d

      Delete
    2. tapi resikonya nggak dapet yang sesuai ukuran malah repot atuh mang hehe...

      Delete
  8. kalau discount nya 100%, terus yang jualan mau bayar karyawan dan sewa gedung dari mana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan kata lain gratis ya mang, wah ga ada kayanya tuh :d

      Delete
  9. mw kebaran, jelas konsumis kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya konsumtif itu boleh aja mas, asal tidak berlebihan

      Delete
  10. neh ini nih, jangan tergiur sama yg namanya diskon :D

    ReplyDelete
  11. biasanya ibu-ibu suka banget sama diskon ...

    ReplyDelete
  12. wah aq jga suka tuh mas diskon heheheh. apa lgi disco remix heheh

    ReplyDelete
  13. maksih tipsnya mas, mantap mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama sob, makasih juga sudah berkunjung dimari

      Delete
  14. Replies
    1. iya mas, padahal lebaran maknanya kembali kepada fitrah bagi mereka yang sudah sebulan berpuasa dengan segala syariatnya ya mas

      Delete
  15. tapi kalo diskonnya sampe 90% ya tergiur juga.. hehehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau 90% diskonnya wah nggak tahan yah mas hehe...

      Delete
    2. kalo itu saya juga mau mas hehe...

      Delete
  16. Alhamdulillah kang saya mah gak terlalu suka belanja kecuali memang kepepet butuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu belanja yang bijak sob, hanya sesuai kebutuhan saja :)

      Delete
  17. biasanya yg diskon2 kaya gitu barang sisa tuh :D :>)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi belum tentu juga sih sob, biasanya cuma trik menarik pembeli saja, harga dinaikin dulu, jadi sama saja harganya :d

      Delete
  18. apalagi THR nya udah turun ... hadeeeh barang yg nggak penting pun kebeli mas ditambah diskon besar2 an hadeehh :D hehehe

    ReplyDelete
  19. Hehehe, hampir semua orang kayaknya pernah mengalami nya hanya saja beda kondisi dan keinginan...

    ReplyDelete
  20. kalo saya orangnya sangat sederhana sob, bahkan sampe jarang belanja, bukannya pelit tapi cuma gak punya duit. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...itu sih sederhana karena kepepet sob..

      Delete
  21. diskonnya besar tapi harganya juga besar banget sama aja,

    ReplyDelete
  22. kalau saya sih belanja kalau pas perlu aja itu juga kalau penting banget hehe...

    ReplyDelete
  23. kunjungan rutin ni om :)

    ReplyDelete
  24. dikampung ane masih ada tuh prepegan :)
    iya ini justru kebalik, puasa mestinya bsa mnahan diri, blanja malah pada nggak kekontrol...saat tepat mengingatkannya sob..semoga bnyak yg baca

    ReplyDelete
  25. Berkunjung lagi, sambil lihat2 discoun gede - gedean

    ReplyDelete
  26. Wolah, lengkap bener..
    Makasih infonya mas Muroi :D

    ReplyDelete
  27. PREPEGAN, hahaha kata dari mana tuh gan :d baru dengar ane.
    menurut saya gan kalo tingkat konsumsi seseorang itu pasti berbanding lurus dengan uang yang dimilikinya. kalo dia banyak uang pasti banyak hal juga yang ingin dibeli. salah satu sifat manusia gan. "gak pernah puas. bener gak gan :)

    ReplyDelete
  28. Klo Saya Sihh Lebih Suka Peperangan Bukan PREPEGAN hihi Karena saya masih Bing PREPEGAN itu apa Sih gan ?? :-d

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel