Serakah;Tanya Kenapa..??

Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.
Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.

Saya yakin sobat sudah bisa menebak hikmah dari cerita tadi. Yah…SERAKAH bin rakus. sifat ini hampir setiap manusia memilikinya. Manusia selamnya tidak akan merasa puas dengan apa yang sudah dimilikinya sekarang ini. 

Jepang memiliki satu pepatah yang menggambarkan begitu bodoh dan naifnya orang-orang yang dikuasai keserakahan, “ Biarpun anda tidur di kamar seribu tikar, anda hanya bisa tidur diatas satu tikar saja.” Benar juga pepatah itu. Meski kita memiliki puluhan mobil, tetap saja kita hanya bisa menggunakan satu mobil saja untuk bepergian. Meski kita bisa beli makanan yang sedemikian banyak dan mewah, toh perut kita memiliki daya tampung yang terbatas. Meski kita punya banyak materi dan uang yang melimpah, toh semuanya itu akan ditinggalkan ketika kita berpulang.

Jangan sampai kita dikuasai nafsu rakus dan keserakahan. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap saat godaan untuk menjadi serakah selalu muncul dalam diri kita mengingat sikap alami manusia yang tidak pernah mengenal kata cukup. Kita harus menaklukkan sifat serakah itu. 
Lalu bagaimana kita bisa mengatasi nafsu rakus dan serakah dalam diri kita? Cara yang paling sederhana untuk mengatasi sifat serakah adalah dengan belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada tidak egois dan selalu mengucap syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa.

"Biarpun anda tidur di kamar seribu tikar, anda hanya bisa tidur diatas satu tikar saja".
Reaksi:
Jika Anda merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Anda bisa memberikan donasi melalui Paypal atau dengan Pulsa Dana hasil dari donasi akan digunakan untuk operasioanl Blog Kang Muroi - Terima kasih.

you might ALSO LIKE :

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

13 Responses to "Serakah;Tanya Kenapa..??"

  1. Serakah itu sepertinya sifat manusiawinya manusia... tinggal bagaimana mengontrolnya untuk tidak menguasai kita lebih lanjut... :D

    ReplyDelete
  2. Ceritanya penuh makna bang, semoga bisa jadi renungan buat kita semua untuk bisa mengendalikan nafsu serakah :)

    ReplyDelete
  3. biasanya orang yang seperti itu juga mengandung pelit minta ampun, maunya paling banyak berbagi tidak mau...

    ReplyDelete
  4. inspiratif sekali... Para orang kaya yang numpuk kekayaan harus baca ini

    ReplyDelete
  5. ini nih. . .
    Ya Allah semoga ilmu yang MasyaAllah ini mengena dihati kami
    aamiin aamiin aamiin, InsyaAllah

    ReplyDelete
  6. betul banget sob..! bnyk harta tp saat mati gk bawa apa2.., hny kain kafan..

    ReplyDelete
  7. be a good bloogger. selamat malan gan... absen malam.

    ReplyDelete
  8. Makasih ya sob, udah comment2, ga bisa balas satu-satu...semoga kita terhindar dari sifat serakah...

    ReplyDelete
  9. kalo gw mo tidur biasanya tikernya dobel Sob.. takut masuk angin.. :P

    ReplyDelete
  10. ya, mayoritas orang memang serakah sob,? tapi akhirnya kalau yang serakah malah tidak awet, hehehehe...

    happy blogging

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel