24 Mar 2013

Buah Jatuh, Tidak Jauh Dari Pohonnya

·   83

anak meniru orang tua
Buah Jatuh, Tidak Jauh Dari Pohonnya  | Dalam peribahasa Indonesia kita sering menemukan istilah “Buah jatuh, tidak jauh dari pohonnya” atau “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari” dan masih banyak lagi peribahasa yang senada dengan peribahasa tadi. Adapaun maksud dari peribahasa itu adalah adalah perilaku anak itu tidak akan jauh dari apa yang diperbuat oleh orang tua mereka, bahkan bisa jadi lebih dari itu.

Tanpa bisa kita pungkiri perilaku seorang anak akan dipengaruhi oleh berbagai macam factor. Dan menurut para ahli, ternyata pribadi seseorang terbentuk lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungannya, yaitu sekitar 75 persen dan sisanya 25 persen adalah pribadi dasar bawaan dari lahir. Karena itu, tidak heran seseorang akan berkepribadian sesuai dengan apa yang didapat dari lingkungannya terutama orang tua yang mereka temui sejak awal kehidupannya. Orangtua dan keluarga dekat mendominasi pembentukan karakter anak-anak.

Mengutip dari ungkapan Dorothy Low Nolte dalam bukunya Children Learn What They Live With, ada ungkapan menarik tentang kepribadian anak ini, diantaranya adalah :

  • Jika anak biasa hidup dicela atau dicerca, kelak dia terbiasa menyalahkan orang lain.
  • Jika anak biasa hidup dengan diolok-olok,  kelak dia terbiasa menjadi pemalu.
  • Jika anak biasa hidup dikelilingi perasan iri hati, kelak dia akan terbiasa selalu merasa bersalah.
  • Jika anak biasa hidup dicekam ketakutan, kelak dia terbiasa hidup dengan merasa resah dan cemas.
  • Jika anak biasa hidup dengan kejujuran, kelak dia terbiasa memilih kebenaran.
  • Jika anak terbiasa mengenyam rasa aman damai, kelak dia terbiasa percaya diri.
  • Jika anak terbiasa diperlakukan dengan adil, kelak dia terbiasa dengan keadilan.

Anak Akan Meniru Orang Tua
Sekali lagi perilaku anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama kedua orang tua mereka. Apa yang anak lihat maka akan dilakukan oleh mereka. Dapat pula di analogikan bahwa kita akan panen sesuai dengan benih yang kita tanam. Kita menanam kebaikan, kita akan mendapat kebaikan. Begitu pun sebaliknya, kita berbuat jahat, kita akan mendapat ganjaran yang setimpal. Itu hukum alam yang tidak bisa diubah, yaitu hukum sebab-akibat. Begitu pula apa yang kita tanam kepada anak-anak kita, itulah yang akan kita panen hasilnya.

Eiiit, mau kemana sob? Coba tonton dulu nih videonya :


Semoga bermanfaat dan happy blogging...



Subscribe to this Blog via Email :