20 Feb 2013

Ahok : Yang Penting Itu Tiga Hal, Perut, Otak Sama Dompet

·   18

Ahok : Yang Penting  Itu Tiga Hal, Perut, Otak Sama Dompet | Sobat Muro’ i  El-Barezy, ketika saya lagi searching, tak sengaja saya menemukan berita yang menurut saya luar biasa. Sebuah ungkapan dari seorang pemimpin mayoritas yang berpenduduk muslim. Apa yang ia ungkapkan, yang jelas membuat saya merinding.

“Kerusakan akhlak jelas bukan soal politik, negara ini rusak karena mencampurkan agama dan politik. Kita bisa berdebat di luar itu, banyak orang munafik, ada nggak pejabat yang berani melaporkan harta kekayaannya dan pajak yang dibayarkannya, tidak ada yang berani Pak, munafik!” seru Ahok dengan tinggi ketika menjawab pertanyaan seorang dokter yang tidak setuju dengan prinsip Ahok dan menyarankan pemerintah juga harus memikirkan akhlak rakyatnya.

Yah, itulah sekilas ungkapan Ahok, Wakil Gubernur DKI saat ini, ketika berbicara di depan sekitar 70 dokter se-Jabodetabek dalam acara seminar tentang Kartu Jakarta Sehat di RS Husada Jakarta, Selasa (19/2).

Ketika ia menjelaskan prinsip hidup, apa yang ia katakan kemudian, “Yang penting  itu tiga hal, perut, otak sama dompet,” sambung Ahok.

Astagfirullah…..saya sungguh prihatin mendengarnya. Ternyata watak aslinya sudah jelas kelihatan. Saya tidak menuduh dan mengada-ada, tapi dari sudut pembicaraannya sudah jelas bahwa ini adalah paham sekulerisme. Mungkin sobat sudah tahu apa itu sekulerisme.

Sekulerisme adalah isme, paham, atau ideologi yang memisahkan perkara-perakara dunia dengan agama, sekulerisme memandang agama hanya urusan pribadi manusia dengan Tuhan secara vertikal dan tidak mempunyai kekuatan apapun untuk mengatur perkara-perkara dunia.  Paham sekulerisme memandang masalah dunia hanya bisa diselesaikan oleh otak, dengan demikian paham sekulerisme sudah men-Tuhan kan otak atau akal kita, terkadang paham sekulerisme dapat menjawab berbagai persoalan hidup dengan cepat, bersifat prgamatis dan bisa memberikan dampak pembangunan real yang bisa dilihat oleh mata.

Tindakan yang ukhrawi dibatasi hanya pada urusan ibadah mahdhah (ritualis) atau tindakan yang jelas acuan teksnya dalam al Qur’an atau Hadits Nabi. Sementara yang tidak secara langsung disebut dalam teks, dianggap tak ada urusannya dengan akhlaq. Allah dianggap tidak tahu, kalau memanipulasi uang proyek itu, adalah dosa. Allah dianggap tidak akan paham, kalau memperkaya diri sendiri itu sebuah kemungkaran. Allah dianggap tidak memantau kelakuan yang tidak ditulis oleh teks yang diwahyukannya. Begitu bahaya sekulerisme sehigga tidaklah pantas untuk hidup di bumi Indonesia tercinta ini.

Padahal, politik dengan agama tidak dapat dipisahkan. Dapat dikatakan bahwa politik berbuah dari hasil pemikiran agama agar tercipta kehidupan yang harmonis dan tentram dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini disebabkan, pertama, oleh sikap dan keyakinan bahwa seluruh aktifitas manusia, tidak terkecuali politik, harus dijiwai oleh ajaran-ajaran agama; kedua, disebabkan oleh fakta bahwa kegiatan manusia yang paling banyak membutuhkan legitimasi adalah bidang politik, dan hanya agamalah yang dipercayai mampu memberikan legitimasi yang paling meyakinkan karena sifat dan sumbernya yang transcendent.

Sobat Muro’i El-Barezy, Kalau yang berbicara seperti ini adalah orang biasa, maka masalahnya akan biasa pula. Tapi jika ia seorang umara alias seorang pemimpin, maka seriuslah masalahnya. Mau dibawa kemana rakyatnya, khususnya Jakarta, jika seorang pemimpinya adalah orang yang sekuler, naudzubillah…

Paham sekulerisme merupakan bahaya laten yang harus diwaspadai oleh kita bangsa Indonesia , karena kita masyarakat yang beragama dan agama seyogyanya dapat mewarnai setiap langkah dan usaha kita dalam menapaki jalan hidup ini, karena agama yang datangnya dari Tuhan  pastinya mengandung keseimbangan dan kebaikan secara komprehensif dan menyeluruh. Termasuk mengatur semua tatanan kehidupan yang didalamnya adalah bernegara dan berpolitik.  Sedangkan paham sekulerisme merupakan program propaganda syetan melalui kecintaan  terhadap dunia ini secara berlebihan yang akan membawa manusia pada kesesatan dan kehancuran.

Semoga bermanfaat, happy blogging….




Subscribe to this Blog via Email :