Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #16: Jalanan

Jalanan Seorang santri yang tinggal di dalam lingkungan pesantren , pasti tau apa itu Mutholaah, sebuah materi pelajaran yang ber…

Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #16: Jalanan
Jalanan

Seorang santri yang tinggal di dalam lingkungan pesantren , pasti tau apa itu Mutholaah, sebuah materi pelajaran yang berisi tentang kisah-kisah inspiratif, fabel dan bahkan sebagian isinya diambil dari beberapa Hadist Rasulullah SAW. 

Buku ini sebenarnya bernama Al-Qira'ah Ar-Rasyidah ,dikarang oleh Abul Hasan Ali Hasani Nadwi , salah seorang Ulama India yang telah mengarang 50 Buku yang terdiri dari berbagai bahasa dan pencetus Muslim World League ( Liga Muslim Dunia ) yang berpusat di Makkah.

Berikut ini adalah teks muthola'ah dengan Bahasa Arab beserta artinya dari kitab Al-Qiroatu Rasyidah karya Abdul Fattah Shobri Bek dan Ali Umar Bek bagian 16 ini bercerita tentang anak bernama Fuad yang berjalan kaki di trotoar untuk membeli buku di sebuah toko .

الطَّرِيقُ

خَرَجَ فُؤَادٌ مِنْ دَارِهِ قَاصِدًا مَكْتَبَةً. لِشِرَاءِ كِتَابٍ جَدِيدٍ فِي الْجُغْرَافِيَةِ. كَانَ قَدْ سَمِعَ بِهِ. وَاخْتَارَ أَنْ يَذْهَبَ مَاشِيًا لِيَدْفَأَ لِأَنَّ الْيَوْمَ كَانَ شَدِيدَ الْبَرْدِ وَكَانَ فِي أَثْنَاءِ سَيْرِهِ يَلْتَزِمُ الطَّوَارَ الْأَيْمَنَ مِنَ الطَّرِيقِ وَلَا يَعْبُرُ الشَّارِعَ إِلَّا إِذَا أَمِنَ الْخَطَرَ. وَكَانَ يَنْظُرُ كُلَّ شَيْءٍ فِي طَرِيقِهِ. مِنْ غَيْرِ أَنْ يَحْتَكَّ كَتِفُهُ بِالْمَارِّينَ مَعَ سُرْعَةٍ فِي مِشْيَتِهِ وَزِحَامٍ فِي الطَّرِيقِ. وَكَانَ إِذَا رَأَى دُكَّانًا كَبِيرًا لَا يَعْرِفُهُ. وَقَفَ بُرْهَةً لِيَقْرَأَ اسْمَ التَّاجِرِ. وَلِيَعْرِفَ مَا عِنْدَهُ مِنَ الْبِضَاعَةِ حَتَّى إِذَا احْتَاجَ إِلَى شَيْءٍ فِيمَا بَعْدُ. قَصَدَ الدُّكَّانَ الَّذِي يَبِيعُهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَسْأَلَ. وَسَارَ كَذَلِكَ إِلَى أَنْ وَصَلَ إِلَى الْمَكْتَبَةِ. فَاشْتَرَى الْكِتَابَ وَعَادَ إِلَى دَارِهِ




المُفْرَدَاتُ

قَاصِدًا : Menuju / bermaksud ke
لِيَدْفَأَ  : Agar menjadi hangat / menghangatkan diri
أَثْنَاءِ : Di tengah-tengah / selama (perjalanan)
يَلْتَزِمُ  : Mematuhi / konsisten mengikuti
الطَّوَارَ  : Trotoar / pinggiran jalan
يَحْتَكَّ  : Bersenggolan / bergesekan
بُرْهَةً : Sejenak / beberapa saat
الْبِضَاعَةِ  : Barang dagangan / komoditas
مِشْيَتِهِ  : Cara jalannya / langkah kakinya
زِحَامٍ : Kesesakan / keramaian (berdesak-desakan)

Jalanan

Fuad keluar dari rumahnya menuju toko buku untuk membeli sebuah buku geografi baru yang pernah dia dengar. Dia memilih untuk berjalan kaki agar tubuhnya terasa hangat, karena hari itu udaranya sangat dingin.

Di sepanjang perjalanannya, dia selalu berjalan di trotoar sebelah kanan dan tidak menyeberang jalan kecuali setelah memastikan situasinya aman dari bahaya.Dia memperhatikan segala sesuatu di jalurnya, tanpa membuat bahunya bersenggolan dengan para pejalan kaki lain, meskipun dia berjalan dengan cepat dan jalanan dalam kondisi ramai.

Ketika melihat sebuah toko besar yang belum dia ketahui, dia akan berhenti sejenak untuk membaca nama pemiliknya dan mengetahui barang dagangan apa saja yang dijual di sana. Dengan begitu, jika suatu saat nanti dia membutuhkan sesuatu, dia bisa langsung menuju toko yang menjualnya tanpa harus bertanya-tanya lagi.

Dia terus berjalan seperti itu hingga akhirnya sampai di toko buku, lalu membeli buku tersebut dan kembali ke rumahnya.

Kisah HikmahMuthola'ah

Post a Comment for "Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #16: Jalanan"

Artikel Terkini

Kembali ke atas