Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #15: Abdullah dan Burung Kecil (Bagian 2)
Abdullah dan Burung Kecil (Bag.2) Qiroatur Rasyidah adalah buku panduan pembelajaran bahasa Arab yang berisi teks bacaan, cerita …
![]() |
| Abdullah dan Burung Kecil (Bag.2) |
Qiroatur Rasyidah adalah buku panduan pembelajaran bahasa Arab yang berisi teks bacaan, cerita teladan, serta wawasan moral untuk melatih kemampuan membaca, menerjemah, dan memahami tata bahasa Arab.
Berikut ini adalah teks muthola'ah dengan Bahasa Arab beserta artinya dari kitab Al-Qiroatu Rasyidah karya Abdul Fattah Shobri Bek dan Ali Umar Bek yang membahas tentang seorang anak bernama Abdullah dan seekor burung bagian 2.
عَبْدُ اللهِ وَالْعُصْفُوْرُ (٢)
قَابَلَ عَبْدُ اللهِ أَبَاهُ فِي الْبَيْتِ وَأَرَاهُ الْعُصْفُوْرَ. فَأَخَذَ الرَّجُلُ فِيْ يَدِهِ وَقَالَ: "هَذَا عُصْفُوْرٌ جَمِيْلٌ يَا عَبْدَ اللهِ. مِنْ أَيْنَ جِئْتَ بِهِ".
"فَقَالَ الْوَلَدُ: "وَجَدْتُهُ فِيْ عُشٍّ فِي الْحَدِيْقَةِ مَعَ أَهْلِهِ. فَصَعِدْتُ فِي الشَّجَرَةِ وَأَخَذْتُهُ
"فَقَالَ الْأَبُ: "كَيْفَ تَكُوْنُ حَالُكَ لَوْ خَطَفَكَ رَجُلٌ مِنَ الْبَيْتِ. وَذَهَبَ بِكَ إِلَى حَيْثُ شَاءَ
"قَالَ الْوَلَدُ: أَكُوْنُ فِيْ غَايَةِ الْحُزْنِ وَالْأَلَمِ مِنْ فِرَاقِ أَهْلِيْ. فَلَا يَهْنَأُ لِيْ عَيْشٌ مَا دُمْتُ بَعِيْدًا عَنْهُمْ وَلَكِنْ مَا بَالُكَ تَسْأَلُنِيْ هَذَا السُّؤَالَ.
فَقَالَ الْأَبُ: "وَمَا بَالُكَ أَنْتَ خَطَفْتَ الْعُصْفُوْرَ مِنْ بَيْتِ أَهْلِهِ. هَلْ بَلَغْتَ هَذَا الْحَدَّ مِنَ الظُّلْمِ وَالْقَسَاوَةِ". فَأَدْرَكَ الْوَلَدُ أَنَّهُ صَنَعَ شَرًّا. وَطَلَبَ مِنَ الْخَادِمِ أَنْ يَرُدَّ الْعُصْفُوْرَ إِلَى أَهْلِهِ
المُفْرَدَاتُ/Kosakata
أَرَى - يُرِيْ : Memperlihatkanخَطَفَ - يَخْطِفُ : Menculik
مَا بَالُكَ : Apa maksudmu
شَرٌّ : Keburukan
بَلَغَ – يَبْلُغُ : Mencapai
حَدٌّ : Batas
قَسَاوَةٌ : Kekerasan
أَدْرَكَ – يُدْرِكُ : Menyadari
Abdullah dan Burung Kecil (2):
Abdullah pun bertemu ayahnya di rumah dan menunjukkan kepadanya burung kecil itu. Ayahnya kemudian mengambil burung itu lantas berkata: “ Burung ini bagus sekali wahai Abdullah. Dari mana kamu dapatkan ini?”.Sang anak pun menjawab: “Aku menemukannya sedang bersama dengan keluarganya di sebuah sarang di kebun. Aku pun naik pohon dan kemudian mengambilnya”.
“Bagaimana perasaanmu jika ada seseorang yang menculikmu dari rumah, kemudian pergi membawamu ke mana ia mau?”, tanya sang ayah.
“Aku akan sangat sedih dan sakit karena berpisah dari keluargaku, hidupku juga tak akan tenteram selama berada jauh dari mereka. Tapi apa maksud ayah menanyakan pertanyaan itu kepadaku?”, jawab sang anak.
Maka sang ayah pun berkata lagi: “Kalau begitu apa maksudmu menculik burung itu dari rumah keluarganya? Sudah sampai batas ini kah kezaliman dan kekerasan hatimu?”.
Seketika sang anak pun paham bahwasanya ia telah melakukan sebuah keburukan. Maka ia pun meminta pembantu untuk mengembalikan burung itu ke keluarganya.

Post a Comment for "Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #15: Abdullah dan Burung Kecil (Bagian 2)"