Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #13: Hujan Lebat

Hujan Lebat Qiroatur Rasyidah adalah buku panduan pembelajaran bahasa Arab yang berisi teks bacaan, cerita teladan, serta wawasan…

Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #13: Hujan Lebat
Hujan Lebat

Qiroatur Rasyidah adalah buku panduan pembelajaran bahasa Arab yang berisi teks bacaan, cerita teladan, serta wawasan moral untuk melatih kemampuan membaca, menerjemah, dan memahami tata bahasa Arab.

Berikut ini adalah teks muthola'ah dengan Bahasa Arab beserta artinya dari kitab Al-Qiroatu Rasyidah karya Abdul Fattah Shobri Bek dan Ali Umar Bek yang membahas tentang sebuah kapal yang dihantam badai dan akhirnya diselamatkan oleh kapal lain yang melihat kejadian tersebut.

النًّوْءُ

ابْتَدَأَتِ الرِّحْلَةُ وَالْبَحْرُ سَاكِنٌ كَالْحَصِيْرِ لَا مَوْجَ فِيْهِ وَلَا هَوَاءَ. وَلَكِنَّ الرِّيْحَ اشْتَدَّتْ فِي الْيَوْمِ التَّالِيْ. وَهَاجَ الْبَحْرُ وَمَاجَتِ السَّفِيْنَةُ وَ تَزَعْزَعَتْ وَتَقَلَّبَتْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَذَاتَ الشِّمَالِ وَ مِنَ الْأَمَامِ وَالْخَلْفِ. وَطَغَى الْمَاءُ عَلَيْهَا حَتَّى بَلَّلَ الرُّكَّابَ

فَعَلَا الصُّرَاخُ وَاصْفَرَّتِ الْوُجُوْهُ وَ أَعْوَلَتِ النِّسَاءُ وَ تَعَلَّقَ الْأَطْفَالُ بِأُمَّهَاتِهِمْ. وَالرِّيْحُ لَا تَشْفَقُ عَلَيْهِمْ. بَلْ زَادَتْ فِيْ شِدَّتِهَا. وَقَذَفَتْ بِالسَّفِيْنَةِ عَلَى صَخْرَةٍ. فَتَكَسَّرَ قَعْرُهَا وَظَنَّ الْجَمِيْعُ أَنَّهُمْ مُغْرَقُوْنَ

وَلَكِنَّ الرُّبَّانَ وَالْمَلَّاحِيْنَ عَمِلُوْا جُهْدَهُمْ. وَأَحْضَرُوْا حَلَقَاتِ العَوْمِ. وَجَهَّزُوْا قَوَارِبَ النَّجَاةِ الَّتِيْ لَا تَسِيْرُ سَفِيْنَةٌ بِدُوْنِهَا. وَأَنْزَلُوْا الرُّكَّابَ فِيْهَا. حَتَّى رَأَتْهُمْ مِنْ بُعْدٍ سَفِيْنَةٌ عَظِيْمَةٌ. فَأَسْرَعَتْ إِلَى نَجْدَتِهِمْ. وَنَزَلَ مَلَّاحُوْهَا فِيْ قَوَارِبِهِمْ. وَنَقَلُوْا جَمِيْعَ الرُّكَّابَ بِسَلَامٍ. وَهُمْ يَحْمَدُوْنَ اللهَ عَلَى نَجَاتِهِمْ. وَيَمْدَحُوْنَ هِمَّةَ هَؤُلَاءِ الْمَلَّاحِيْنَ

المُفْرَدَاتُ/Kosakata

رِحْلَةٌ : Perjalanan
حَصِيْرٌ : Tikar
مَوْجٌ : Ombak
هَاجَ – يَهِيْجُ : Bergelombang
مَاجَ – يَمُوْجُ : Berombak
تَزَعْزَعَ – يَتَزَعْزَعُ : Terguncang
تَقَلَّبَ – يَتَقَلَّبُ : Terombang-ambing
طَغَى – يَطْغَى : ( Air) naik
بَلَّلَ – يُبَلِّلُ : Membasahi
رَاكِبٌ ج رُكَّابٌ : Penumpang
عَلَا – يَعْلُوْ : Meninggi
صُرَاخٌ : Jeritan
أَعْوَلَ – يُعْوِلُ : Menangis histeris
تَعَلَّقَ – يَتَعَلَّقُ : Bergantung/berpegang
شَفِقَ – يَشْفَقُ : Merasa kasihan
قَذَفَ – يَقْذِفُ : Menghempaskan
تَكَسَّرَ – يَتَكَسَّرُ : Hancur berkeping2
رُبَّانٌ : Nakhoda
مَلَّاحٌ : Pelaut
حَلَقَةُ الْعَوْمِ : Pelampung
قَارِبٌ ج قَوَارِبُ (النَّجَاةِ) : Sekoci
نَجْدَةٌ : Pertolongan
نَقَلَ - يَنْقُلُ : Memindahkan
مَدَحَ - يَمْدَحُ : Memuji
هِمَّةٌ : Semangat

Hujan Lebat:

Sebuah perjalanan telah dimulai... Laut ketika itu tenang bagaikan tikar, tak ada gelombang maupun angin. Namun tiba-tiba di hari selanjutnya angin berhembus kencang, laut bergelombang, kapal pun terombang-ambing, bergerak-gerak dan terseok-seok ke kanan dan ke kiri, ke depan dan ke belakang. Sementara itu air laut meluap-luap melampaui dinding kapal hingga membasahi para penumpang.

Suara teriakan pun meninggi, wajah-wajah terlihat panik, para perempuan meraung-raung, dan anak-anak kecil bergelantungan pada ibunya. Namun angin seakan tak menaruh belas kasihan pada mereka. Ia malah bertambah kencang hingga menghempas kapal ke sebuah batu karang. Lambung kapal pun pecah dan semua orang mengira bahwa mereka akan tenggelam.

Akan tetapi nakhoda dan para awak kapal tetap berusaha sekuat tenaga. Mereka menyediakan pelampung, dan mempersiapkan perahu-perahu sekoci yang mana kapal tidak akan melakukan perjalanan tanpanya. Mereka kemudian menurunkan para penumpang ke dalamnya. Hingga akhirnya sebuah kapal besar melihat mereka dari kejauhan. 

Kapal itu pun menambah kecepatannya agar segera bisa menolong mereka. Para awak kapalnya kemudian turun menggunakan sekoci-sekoci dan mengevakuasi para penumpang kapal yang tenggelam itu dengan selamat. Para penumpang itu pun memuji Allah atas keselamatan mereka, dan mengapresiasi kegigihan para awak kapal itu.

Pesan Moral: Jangan pernah putus asa dan berhenti untuk berikhtiar dalam menghadapi sebuah masalah, bahkan ketika masalah itu terkait keselamatan nyawa sekalipun. Karena jika memang belum masanya bagi seseorang untuk menemui ajalnya, maka akan ada jalan tak terduga bagi orang itu untuk selamat.



Kisah HikmahMuthola'ah

Post a Comment for "Terjemah Kitab Al-Qiroatur Rasyidah #13: Hujan Lebat"

Artikel Terkini

Kembali ke atas