Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nahwu Wadhih #8: Jumlah Ismiyah Kalimat Nominal Dalam Bahasa Arab

Nahwu Wadhih #8 Jumlah ismiyah adalah kalimat yang diawali oleh kata benda (isim) dan tidak mengandung kata kerja utama. Memahami…

Nahwu Wadhih #8: Jumlah Ismiyah Kalimat Nominal Dalam Bahasa Arab
Nahwu Wadhih #8

Jumlah ismiyah adalah kalimat yang diawali oleh kata benda (isim) dan tidak mengandung kata kerja utama. Memahami contoh jumlah ismiyah menjadi langkah mendasar bagi siapa saja yang ingin menguasai ilmu nahwu dan tata bahasa Arab secara menyeluruh.

Kalimat nominal ini tidak memiliki kata kerja, melainkan menekankan identifikasi, deskripsi, atau atribusi terhadap subjek. Dalam kehidupan sehari-hari maupun teks-teks keagamaan, berbagai contoh jumlah ismiyah dapat ditemukan mulai dari ungkapan sederhana hingga ayat-ayat Al-Qur'an yang penuh makna.

Anda dapat menyimak penjelasan dan contoh dari jumlah ismiyah seperti yang akan kami jelaskan dibawah ini yang bersumber dari kitab Nahwu Wadhih juz 1.

الجملة الاسمية

Kalimat Nominal



الأمثلة
١- الدار واسعة
٢- الجو معتدل
٣- الغبار ثائر
٤- الشارع مزدحم
٥- الطريق ضيقة
٦- الفأرة مختبئة

Contoh-contoh:

  1. Rumah itu luas
  2. Udaranya sejuk
  3. Debu itu beterbangan
  4. Jalanan Macet
  5. Jalanan itu sempit
  6. Tikus itu bersembunyi


البحْثُ
الأمثلة السابقة كلها جمل مفيدة، وكل واحدة منها مركبة من اسمين، أولهما مبتدأ، والثاني خبر، ولأن كل جملة من هذه الجمل مبدوءة باسم، تسمى جملة اسمية




Pembahasan:

Setiap contoh di atas adalah jumlah mufidah dan setiap jumlah di atas tersusun dari 2 isim, yang pertama mubtada dan yang kedua khabar. Oleh karena setiap jumlah ini diawali dengan isim maka dinamakan jumlah ismiyyah.


القواعد
١٢- كل جملة تتركب من مبتدأ وخبر تسمى جملة اسمية

Kaidah:

Setiap kalimat yang tersusun dari mubtada dan khabar dinamakan jumlah ismiyyah.





Nahwu

Post a Comment for "Nahwu Wadhih #8: Jumlah Ismiyah Kalimat Nominal Dalam Bahasa Arab"

Artikel Terkini

Kembali ke atas