Lalu Apa Bedanya

tilang penerobos bus way
Seorang polisi menilang penerobos jalur bus way [image dari google]
Lalu Apa Bedanya | Tepat pada hari ini, senin, 25 Nopember 2013, pemberlakuan denda maksimal buat para pelanggar penerobos jalur bus way TransJakrta mulai diberlakukan. Untuk kendaraan roda dua denda maksimal sebesar 500 ribu rupiah dan untuk kendaraan roda 4 denda maksimal adalah 1 juta rupiah. Hal ini sesuai dengan undang-undang lalu lintas Pasal 287 ayat 1 UU No 22/ 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Pasal 287 ayat 1 tersebut disebutkan bahwa setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Walaupun saya sendiri bukan warga Jakarta, saya ikut mendukung pemberlakuan undang-undang ini demi terwujudnya ketertiban dan kerapihan kota Jakarta. Tapi apa lacur, sore ini saya nongkrongin tipi sungguh melihat sebuah pemandangan yang ironis, ternyata pemberlakuan denda maksimal ini kurang begitu berpengaruh terhadap para pegguna jalan. Pada hari pertama saja masih banyak ratusan pengendara yang dengan sengaja menerobos jalur bus way ini. Entah itu roda dua ataupun empat, mulai dari kondaraan pribadi, angukatan umum dan bahkan ada juga mobil pejabat.

Alasan klise sudah pasti yang mereka katakana, macetlah, belum tahu lah dan lain sebagainya. Alasan macet adalah mendaji alasan utama. Namun bukan berarti kemudian menyerobot jalur yang jelas-jelas sudah terlarang yaitu jalur bus way. Jika alasannya tidak tahu peraturan saya rasa tidak masuk diakal. Kecuali mereka hidup didunia terbelakang yang tidak ada arus informasi sehingga berita sedikitpun tidak tersampaikan.

Saya jadi teringat ketika punya jemuran padi dirumah. Biasanya yang suka makan jemuran ini kalo ngga ayam paling juga bebek. Begitu di usir ayam-ayam itu pergi, sebentar kemudian datang lagi. Begitulah seterusnya dan tidak akan pernah berhenti walaupun kita mengusirnya sampai ribuan kali. Ayam-ayam itu akan terus datang dan mencoba memakan gabah yang saya jemur tadi, tidak takut dengan kayu atau benda lain yang dipukulkan kepada meraka alias ayam-ayam itu.

Saya ungkapkan ini bukan berarti para pelanggar atau penyerobot jalur bus way ini seperti ayam. Jelas sangat jauh sekali perbedaannya. Ayam sudah jelas adalah binatang yang tidak punya otak untuk menalar baik dan buruk dan para penyerobot jalur bus way adalah manusia dengan segala kesempurnaannya yang dikarunia otak untuk berfikir dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ayam sudah jelas-jelas tidak makan bangku sekolah, jangankan kuliah, sekolah dasarpun tidak. Dan para penerobos jalur bus way itu saya rasa banyak orang yang terpelajar ya minimal mereka pernah mengenyam bangku sekolah.

Lalu jika sudah demikian apa bedanya mereka yah dengan para ayam-ayam yang tidak tahu aturan. Memang peraturan pasti saja ada saja celah kelemahannya. Entah itu kurangnya sarana pendukung seperti jalur penyeberangan, kurangnya jalur kendaraan roda dua dan lain sebagainya. Namun bukan berarti peraturan itu untuk dilanggar bukan?

Kata Aa Gym juga bahwa disiplin itu harus 3M, Mulai dari sekarang, Mulai dari hal yang kecil dan Mulai dari diri sendiri. Kalo tidak, sampai kapan Negara kita mau berdisiplin. Semoga bermanfaat dan happy blogging…



Reaksi:
Jika Anda merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Anda bisa memberikan donasi melalui Paypal atau dengan Pulsa Dana hasil dari donasi akan digunakan untuk operasioanl Blog Kang Muroi - Terima kasih.

you might ALSO LIKE :

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

58 Responses to "Lalu Apa Bedanya"

  1. Betul mas, biarpun saya bukan orang Jakarta tapi saya gemes juga ngelihatnya apalagi yang alasannya ga tahu. Wong saya aja yang di pedesaan tahu, masa mereka yang di kota ga tahu hehehehe... Saya juga pernah mengalami kecelakaan yang diakibatkan kelalaian orang lain, dia menyebrang secara tiba-tiba pada jalur yang salah dan akhirnya saya yang celaka. Itulah akibat melanggar aturan, orang lain bisa ikut dirugikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga gemes kok mas, kenapa tidak tertib gitu masih aja melanggar

      Delete
    2. Bedanya mana artikel barunya haha.

      Delete
  2. Mungkin mereka mikirnya 'peraturan itu dibuat buat dilanggar' kali Mas, hehehe :-d .. Padahal dendanya itu sudah cukup besar (bagi) saya, mungkin kalo masih banyak yang ngelanggar dendanya bisa dinaikkin lagi :d . Jadi pas ngelanggar jadi kapok sendiri. Tapi kalau ga punya kesadaran ya emang susah sih Mas. Harus ada kesadaran dari dalam diri buat taat sama peraturan yang ada. :)


    ReplyDelete
  3. memang nggak bisa di atur tuh orang-orang yang suka nerobos jalur bus way.
    selain di denda, seharusnya motor atau mobilnya di sita dulu biar pemiliknya jalan kaki. biar kapok.

    ReplyDelete
  4. Bangsa kita memang terdepan kalau soal melanggar aturan kang.
    Makanya, ane saranin ke pemerintah buat ngelarang dan mendenda siapa pun yang bermain sepak bola.... dengan gitu dijamin dunia sepak bola kita pasti maju ...wkwkwk =p~

    ReplyDelete
  5. hahaha,
    mas Muro'i mengambil contoh masalah yang sangat tepat, ckckck :))

    ReplyDelete
  6. Kalau itu mah udah kebangetan ya mas ...

    ReplyDelete
  7. memang manusia terkadang bisa bersikap leboh rendah dari seekor hewan.... dan itu sangat menyedihkan, tapi aku jadi bertanya-tanya, kenapa pelanggaran di jalur busway saja yang di denda maksimal, kenapa pelanggaran lalu lintas lainnya di sepelekan, misalnya berkendara dengan melawan arah, parkir di tempat di larang parkir, tidak memakai helm dan sebagainya :-)

    ReplyDelete
  8. selamat malam Kang Muroi....Miris juga ya Kang kalau melihat fenomena seperti di atas, memang dalam hal ini yang di perlukan adalah kesadaran dari diri kita masing masing, Aturan tidak akan bisa berpengaruh terlalu kuat apabila kesadaran dari diri kita masing masing memang tidak ada....

    ReplyDelete
  9. Menurut pandangan saya, kalau ada yang masih belum tahu mengenai informasi terbaru mengenai peraturan lalu lintas, sebenarnya ada dua asumsi. pertama: mereka memang benar-benar tidak tahu. Kedua: Mereka sudah tahu namun menjadikan perkataan tersebut sebagai dalih dirinya untuk lepas dari jeratan pelanggaran yang telah ia lakukan.
    Okeh, untuk kasus pertama, bagi yang memang benar-benar tidak tahu mengenai informasi tersebut, seharusnya ada sosialisasi massive dalam artian penyebarluasan informasi tersebut harus dilakukan terus menerus, bisa melalui TV, surat kabar, internet, banner, dan alat promosi lainnya. Dengan mensosialisasikannya secara kontinyu, maka jangkauan cakupan masyarakat yang mengetahui informasi tersebut akan lebih luas lagi. :)

    ReplyDelete
  10. isyu yg sedang memanas nih bang, setuju dengan disiplin harus datang dari diri kita pribadi.

    ReplyDelete
  11. Lalu apa bedanya? lha apa? :D

    ReplyDelete
  12. di tunggu aja mas kuat berapa bulan, ato kalo tidak tunggu beberapa hari aja deh, pasti kumat lagi. Peraturan juga bakalan hangus. :D

    ReplyDelete
  13. diberlakukan aturan macam apapun, denda seberat apapun, kalau pribadi pengguna jalannya belum benar, ya akan tetap terjadi pelanggaran to Pak El. Yang jelas, semua dikembalikan kepada pribadi masing-masing, mau diajak tertib atau enggak, mau diajak maju apa enggak...memang susah ngurusi orang banyak...makanya saya heran, kenapa hanya Jakarta yang pada rame didatengi orang, bukan Papua, bukan Kalimantan Selatan, bukan Bengkulu atau Jambi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. atau mengunjungi Desa Cilembu yang terkenal dengan keindahan dan kesejukannya....gituh ya KK?

      Delete
    2. iya saya mau Mang, nanti dioleh-olehi ubi sekarung ya...asyeeeek

      Delete
  14. ah entah lah mas, culture orang kita emang seperti itu
    susah banget buat disadarinnya -_-
    harusnya busway punya trek yang hanya bisa dilalui bus transjakarta saja, maksud saya adalah trek yang pengguna lain tidak bisa pakai

    ReplyDelete
  15. intinya harus ngerti n nyadar sendiri :D

    ReplyDelete
  16. saya mau membuat kontradiksi dengan komen saya di kolom pertama, bagaimana seandainya saya terjebak macet di jalanan jakarta yang katanya panas, sedangkan saya punya urusan yang penting, padahal saya sudah berangkat lebih awal satu jam dari jadwal, apes banget kan? jadi ada jalur bus way di sasak juga.
    itulah gambarannya, tapi ada juga yang memang dasar ndablek mirip ayam tadi.
    hehehehhe

    ReplyDelete
  17. mungkin yang menerobos aturan ini adalah mereka yang dulu sewaktu sekolahnya ikutan bimbel atau bimbingan belajar kang, karena biasanya di bimbel seperti itu kan diajarkan jalan pintas untuk menyelesaikan hitungan2 yang cukup rumit dengan cara sederhana dan cepat. Dan mungkin itu dipraktekkan sampai sekarang....itu mungkin hanya kemungkinan kedua, kemungkinan yang pertama ya mungkin itu, mereka belajar dari binatang *ups

    ReplyDelete
  18. Denda nya tambahin jadi 3x lipat kang

    ReplyDelete
  19. kalau kepepet dan banyak temennya gak masalah mas masuk jalur Bas way... eheheh... tapi sekarang dah lihai toh angkutan yang masuk jalur bus way... dia telepon temennya yang lebih duluan ... " halo, didepan ada polisi gak",... kalau gak ada ya lenggang aja masuk, kalau ada baru keluar :d

    ini kejadiannya tadi pagi loh mas... :d

    ReplyDelete
  20. tapinya emang rada susah kalau kita terburu-buru dan ada kesempatan bisa melanggar...abisnya gimana lagi coba...?kepepet seh posisinya....
    #dont try at home

    ReplyDelete
    Replies
    1. ditambah lagi jalanan macet,, setelah tengok kiri kanan gak ada polisi langsung tancap gas, eh polisinya dibawah pohon cemara

      Delete
  21. Suka kesel emang lihat pengendara arogan kayak gitu. Mau enak sendiri padahal banyak kendaraan yang yang rela mematuhi aturan meskipun terjebak kemacetan.

    Kebanyakan orang daerah tuh yang tinggal di jakarta, yang suka nyerobot jalur Busway piss :)

    ReplyDelete
  22. nice artikel sob,,,
    ane nyimak aja lah,, no comment..hehe

    ReplyDelete
  23. prinsip sebagian msyarkat Indonesia.., Peraturan itu dibuat untuk dilanggar..., @-)
    mgkn baikx naikkan lg dendax jd 2jt *smile

    ReplyDelete
  24. wih makan jemuran, ngeri amat mas =p~

    ReplyDelete
  25. Itulah Kang, di saat masyarakat banyak menuntut akan suatu hal yang harus ditetapkan sesuai dengn hukum, di waktu yang lain mereka juga akan teruji dengan ucapannya sendiri. Dari hal kecil saja kita belum bisa menata dan disiplin ya.

    Salam,

    ReplyDelete
  26. cnice info . . .
    salam kenal ditunggu kunjungan baliknya . . .

    ReplyDelete
  27. hahaha begitulah orang indonesia mas.. bila masih mampu untuk membayar denda.. ya berarti masih berani melanggar undang2... hehehehe...

    ReplyDelete
  28. yg jadi pertanyaan saya kang...
    apakah undang-undang yg seperti akang cantumkan diatas,hanya berlaku untuk jalur transjakarta?
    kok giat sekali petugas mengawal atau ronda di jalur tersebut.

    gak heran kang,kalo ayam suka lewat jemuran padi....indoseyah gitu loh
    #bangsaku juga...hahahahaha :d

    ReplyDelete
  29. kayaknya msh kurang efektif yg dgn denda 500-1 juta untuk pelanggar. Coba di penjara seminggu, itung2 buat shock terapi gitu. Dijamin jera dech. Hahaha..

    ReplyDelete
  30. kayaknya msh kurang efektif yg dgn denda 500-1 juta untuk pelanggar. Coba di penjara seminggu, itung2 buat shock terapi gitu. Dijamin jera dech. Hahaha..

    ReplyDelete
  31. Mungkin dendanya perlu ditingkatkan biar ada efek jera.. kalau saya sih setuju setuju saja asal peraturanya adil tidak tebang pilih...

    ReplyDelete
  32. Mungkin dendanya perlu ditingkatkan biar ada efek jera.. kalau saya sih setuju setuju saja asal peraturanya adil tidak tebang pilih...

    ReplyDelete
  33. dendanya terlalu besar mas
    kayak diperas sj
    belum tentu uangnya masuk ke pemerintah dan digunakan untuk kesejahteraan rakyat

    malah bisa membuka lowongan korupsi baru

    ReplyDelete
  34. banyak peraturan banyak yg melanggar pula,hehe..
    semoga kedepannya masyarakat setia dengan peraturan yg sudah dibuat,menjalankan dengan ikhlas dan sepenuh hati.. :)

    ReplyDelete
  35. sebenernya petinggi juga mas yang buat masalah ini tidak kunjung berakhir, pada satu sisi rakyat jelata mencoba untuk menaati semua peraturan yang telah ditetapkan pemerintah DKI, namun disisi lain masih ada juga para wakil rakyat yang tidak memiliki akal dan otak dengan sengaja dan seenaknya saja main trobos jalus basway tersebu, apa mentang mentang mereka menggunakan mobil dinas ? lalu bisa seenaknya saja ? dan sepertinya petugas yang berjaga pun enggan menghentikan mobil wakil rakyat tersebut, intinya tetap pada hati nurani masing masing, jika para wakil rakyat aja enggan menuruti aturan tersebut lalu bagaimana dengan rakyat ..............................? :d

    ReplyDelete
  36. mampir dulu sambil nungguin yang baru :)

    ReplyDelete
  37. Disiplin sebetulnya juga identik dengan kesabaran. Kata A'aGym, orang yang sabar itu disayang sama Tuhan. hehe

    ReplyDelete
  38. Ini akibat pembiaran yang terjadi selama bertahun-tahun.. pembiaran trhdp perilaku jahanam manusia, hehehehe... oh ya, mengenai aturan baru ini, saya sih setuju saja, demi kemajuan Ibu Kota kita juga.. saya malah heran komentar orang2 di FB ataupun di media2 onlen, menurut mereka pantas saja dipakai bersama, karena jalur itu sebelumnya adalah jalur umum, kenapa mesti dipisahkan dan khsus dipakai busway?? Saya hanya tertawa, karena apa? Justru dikhususkan untku busway ini meruapak salah satu bentuk pelayanan pemerintah yang mendahulukan/mengutamakan pelayanan publik. Kalau ga mau macet, kenapa ga naek busway aja? Ayo, buatlah Jakarta, Ibu Kota NKRI sebagai kota yang jauh dari kesemerawutan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampai salah tulisa segala saya... asemmm...

      Delete
  39. Ibukota itu jadi cerminan buat daerah-daerah lain ya, harus membuat contoh yang baik,memang jakarta terkenal dengan kemacetan, namun masyarakatnya yang kurang peduli dan ikut andil dalam memberantas kemacetan, pemerintah sudah berupaya optimal melaksanakan peraturan dan membuatnya, namun masyarakatlah yang mesti sadar dan tentunya harus tegas kepada yang melanggar aturan.

    ReplyDelete
  40. Mungkin Kurang Gede Tuhh Jalannya Makannya masii banyak orang Yang Nerobos jalur Bussway Ups Maksud saya Dendanya bukan Jalannya :D

    ReplyDelete
  41. hemmz...Penekanan tata bahasanya menarik sekali kakak yang satu ini . . .
    semangat ya . . .

    happy bloging

    ReplyDelete
  42. mereka memang sekolah tinggi mas.. cuman 1 yang tidak ada pada mereka.. yakni "kesadaran".. nah jika saja mereka itu punya akan hal itu,, Insya Allah hal tersebut tidak akan terjadi.. :)

    ReplyDelete
  43. ayam dan bebek memang nggak pernah makan bangku sekolah, pasti nggak doyan :)
    beda sama manusia, rata2 sdah makan bangku sekolah, sayang kayak ayam kelakuannya

    ReplyDelete
  44. sebenarnya bukan salah ayam atau bebeknya mas. karena yang dibikin jalur bus trans jkt dulunya adalah jalan yang biasa digunakan oleh ayam dan bebek :)

    ReplyDelete
  45. berkendara di jalan raya seharusnya memang tertib ya mas. Jadi bisa aman dan nyaman, yang pada gilirannya bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas :)

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel