Mereka yang Menjual Akidah Demi Dunia yang Sesaat

Mereka yang Menjual Akidah Demi Dunia yang Sesaat

kenikmatan dunia hanya sesaatKangmuroi.Net | Salah satu fitnah yang marak di akhir zaman adalah beredarnya orang-orang bodoh yang mengaku sebagai ulama’ dan banyak ilmu agama. Mereka diagungkan dan dirujuk hanya karena kepintarannya berorasi atau retorika. Mereka dipuja-puji karena sering diundang mengisi pengajian di berbagai lokasi.

Padahal, ulama’ sejati tidak hanya cukup dengan itu. Ulama’ sejati atau ulama akhirat ialah mereka yang amat besar rasa takutnya kepada Allah Ta’ala dan bersungguh-sungguh mengamalkan seluruh ajaran Islam di dalam diri, keluarga, dan masyarakatnya.

Banyak hadits-hadits Rasulullah yang mengisyaratkan akan datangnya fitnah akhir jaman, diantaranya adalah :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الْأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِى أَمْرِ الْعَامَّةِ
Rasulullah saw. bersabda: "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia. Pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara." Lalu beliau ditanya, "Apakah Ruwaibidlah itu?" beliau menjawab: "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan orang banyak (umat)." (HR. Ibnu Majah)

Dalam riwayat hadits yang lain Rasulullah saw. bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَتُنْتَقَوُنَّ كَمَا يُنْتَقَى التَّمْرُ مِنْ أَغْفَالِهِ فَلْيَذْهَبَنَّ خِيَارُكُمْ وَلَيَبْقَيَنَّ شِرَارُكُمْ
“Sungguh kelak kalian akan dipilah-pilah sebagaimana kurma di pilah-pilah dari yang mentah. Karena itu, orang-orang yang terbaik di antara kalian akan pergi (wafat) dan yang tersisa adalah orang-orang yang jahat di antara kalian.” (HR. Ibnu Majah)

Dr ‘Abdullah ‘Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah menyebutkan, ada ulama’-ulama’ yang berperan mengaburkan pemahaman umat. Mereka menerbitkan fatwa hanya karena harta dan takut dengan rezim penguasa. Mereka ini adalah ulama ulama dunia yang rela menjual akidah hanya untuk mendapatkan kenikmatan dunia yang sesaat.

Ada sebuah ibroh yang perlu kita renungkan dimana ketika itu Sayyid Quthb hendak dieksekusi gantung oleh rezim penguasa zalim, didatangkanlah seorang laki-laki yang terkenal dengan keulama’-annya. Laki-laki ini ditugaskan untuk membimbing pihak tereksekusi dalam mengucapkan kalimat thayyibah di akhir hayatnya.

“Sayyid Quthb?” tanya si laki-laki yang disebut ulama’ itu.
“Iya.” tegas Sayyid Quthb.
“Bacalah Asyhadu an-laa ilaha illallaah,” tutur si laki-laki.
“Sampai Tuan juga turut campur? Tuan datang untuk melengkapi sandiwara ini?” tanya Sayyid Quthb dengan nada sinis.

“Ketahuilah, wahai Tuan,” lanjut sosok pemikir Muslim yang menulis Tafsir Fi Zhilalil Qur’an ini, “kami dihukum karena kami mengucapkan (memperjuangkan) Laa ilaha illallaah, sedangkan Tuan-tuan makan roti dengan menjual Laa ilaha illallah.”

Demikianlah sesungguhnya kejadian-kejadian seperti ini akan senantiasa ada sampai akhir zaman. Kita pun mendapatinya akhir-akhir ini. Ada orang-orang yang aktif di organisasi masa Islam, bahkan menjadi pemimpin tingkat Nasional, tapi sikapnya bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam yang mulia dengan mendukung para musuh islam yang jelas jelas telah menghinakan Al Qur'an dan islam yang mulia.

Berhati-hatilah. Kenalilah dengan baik orang-orang yang di-ulama’-kan di sekitar kita. Lihat pemahaman dan pengajarannya. Amati kehidupan sehari-harinya. Jangan sampai kita mengikuti, padahal ia termasuk ulama’ yang menjual Islam demi sekerat roti untuk menghilangkan lapar di perutnya.

Sesungguhnya dajjal akan dating diakhir jaman dengan berbagai bentuk dan macamnya, diantaranya adalah orang-orang alim yang menjual agama dan akidahnya demi kehidupan dunia yang fana ini. Dajjal dalam bentuk manusia.

Maka kita disunahkan dalam setiap duduk tasyahud akhir untuk selalu berdoa :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.
 Artinya :
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”

Semoga bermanfaat…..

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

10 comments

mencerahkan,
kan ada ulamauhum ya mas :)

Balas

Dari dulu, ayat hanya untuk didagangkan demi urusan politik dan kukuasaan. YA ,lebih khususnya untuk urusan perut.
Suka menghakimi orang lain dan dianggap menistakan agama serta dianggap menyesatkan.
Kenapa yang pintar dan berilmu tidak mau memberikan ilmunya/meluruskan pengetahuan orang yang belum paham.
Kenapa harus dengan kekerasan ?
Mudahnya beda tafsir harus disingkirkan.

Balas

kita boleh menambah lafal saat baca tahiyat ya Mas?

Balas

ya boleh mas, disunahkan membaca doa

Balas

Kalau aku langsung wasalam.

Balas

ga papa kok mas, sunah ini....

Balas

itulah yang di sebut Masihdajal , si pendusta besar yah Kang hehe

Balas

iya sama saya juga langsung salam aja mas hehe

Balas