23 May 2015

Kenali Ciri-Ciri Beras Sintetis dan Bahaya Jika Mengkonsumsinya

beras dari sintetis
Kenali Ciri-Ciri Beras Sintetis dan Bahaya Jika Mengkonsumsinya | Saat ini ibu rumah tangga patut was was soal kabar yang satu ini. Beras palsu yang diduga dioplos dengan bahan plastik alias berbahan sintetis banyak beredar di pasaran. Berita mengenai beredarnya beras plastik ini telah membuat heboh warga. Bagaimana tidak, beras merupakan makanan pokok rakyat indonesia. Karena kebanyakan masyarakt kita rasanya belum makan jika belum makan beras (nasi). Itulah mengapa hal ini cukup meresahkan di masyarakat luas. Heran yah masa makanan pokok bisa dicampur plastik seperti itu. Apa gak bahaya tuh son hehe...

Hal ini bermula dari kecurigaan seorang pedagang bubur di Bekasi, Jawa Barat. Ia curiga dengan bubur hasil masakannya, ada yang misah dari bubur yang lengket menyatu. Kabar tentang dugaan beras plastik tersebut  cepat menyebar dan segera pula disikapi oleh Pemerintah Kota Bekasi,

Sehingga Pemerintah Kota Bekasi  melakukan penyelidikan asal usul keberadaan beras plastik yang dimasak si ibu tukang bubur. Aparat Disperindag Bekasi yang turun ke lapangan mengambil sampel beras yang dihebohkan guna penyelidikan dan uji laboratorium.

Sementara itu pedagang beras merasa keberatan jika disebut memperdagangkan beras sintetis, karena ia juga mengambil atau membeli dari pemasok besar beras langganannya dan mempersilakan pihak Pemkot Bekasi menyelidiki si pemasok.

Begitu pula pihak Bea dan Cukai belum dapat memastikan asal-usul beras yang diduga sintetis tersebut, apakah berasal dari beras impor atau ada pedagang “orang dalam” yang nakal untuk mencari keuntungan besar secara melawan hukum dan membahayakan kesehtan bahkan jiwa itu. Masih ditunggu hasil penyelidikan aparat berwenang lebih lanjut.

Namun sebaiknya masyarakat waspada, bukan mustahil  tanpa disadari sudah sempat pula beredar di daerah lain. Untuk itu wajib diketahui ciri-ciri dan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh beras sintetis.
Beras sintetis terbuat dari campuran plastik, kentang, ubi jalar, dan getah sintetis beracun. Jika dibuat bubur, air tidak akan menyatu dengan beras. Jika dibuat nasi, beras makin mengeras dan mongering.

Berikut ini beberapa ciri ciri atau tanda beras palsu sintesis yang dicampur plastik yang kami rangkum dari keterangan ahli pangan spesialis gizi klinik Dr Verawati Sudarma, Mgizi, Sp.GK..

1. Beras asli akan menyerap air, maka tekstur beras akan lembut. Dan jika dimasukan ke penanak nasi beras akan mengeras tapi tekstur kelembutannya masih ada. Sedangkan untuk beras palsu, maka beras lembek dan semakin mengeras. Sama halnya saat dikeluarkan dari penanak nasi, beras palsu justru akan semakin kering dan mengeras

2. Jika beras palsu yang terbuat dari plastik maka tektur beras akan lebih lembut dan licin, berwarna putih seluruhnya. Untuk beras asli, tekstur beras sedikit lebih kasar, warnanya putih dan bening tapi tidak seluruhnya

3. Beras asli akan memiliki rasa manis karena glukosa karbohidrat dalam beras terurai sempurna. Sedangkan beras palsu rasanya hambar dan tawar tidak memiliki rasa

4. Aroma beras palsu cenderung mengeluarkan bau sangit dan beraroma bahan kimia. Untuk beras asli akan mengeluarkan aroma lebih wangi karena H2O di beras yang menjadi nasi akan mengeluarkan bau yang harum, selain itu juga glukosa pada beras keluar dengan sempurna

5. Butiran beras yang baru saya beli terlihat bening tanpa kotoran dan warna pun sangat mencolok. Kalau beras asli, di dalam butiran akan terlihat warna putih kecil di tengah-tengah

Sementara menteri perdagangan indonesia Rachmat gobel punya trik khusus untuk membedakan antara beras asli atau imitasi. "Cara paling mudah untuk tahu beras itu asli atau plastik ya dengan cara dibakar, kalau meleleh itu plastik.

Bahayanya mengonsumsi beras sintetis, menimbulkan rasa atau  gejala mual, muntah, kembung, diare, pusing, dan akibat lain terkait racun yang terkandung dalam beras sintetis. Lebih jauh dapat merusak sistem pencernaan, pernafasan dan otak. Lebih jauh bisa mengakibat kanker !

Ngeri banget kan yang ditimbulkan oleh orang yang mengkonsumsi beras sintetis ini. Semoga kita lebih waspada dalam mengkonsumsi beras ini. Sedia paying sebelm hujan, mencegah lebih baik dari mengobati. [Dari Berbagai Sumber]