18 Feb 2015

Mengenal Rambutan Rapiah, Si Hijau Yang Manis

rambutan rapiah
Rambutan Rapiah, Si Hijau Yang Manis | Sahabat dan sahibit Kang Muro’i, tak terasa sudah beberapa bulan ini saya tidak update blog kesayangan ini. Dengan alasan kesibuk dan lain hal yang membuat blog ini seperti rumah kosong yang tidak berpenghuni. Disana-sini sudah berlumut dan penuh dengan debu hehe…sampai sampai domain jadi kadaluwarsa, makanya jika sobat mengunjungi alamat yang lama dengan TLD sudah bisa dipastikan tidak akan bisa diakses lagi. Mungkin semuanya harus mulai dari nol lagi membangun traffic agar kembali seperti semula.

Namun Alhamdulillah kali ini Kang Muro’i sedikit mencoba kembali eksis ditengah rutinitas yang menyita waktu dan energy. Maklum kerjaan adalah nomor wahid sehingga mau tidak mau ngeblog dikesampingkan dulu.

Nah pada kesempatan kali ini untuk mengawali posting setelah lama vacuum, Kang Muro’i ingin mencoba mengulas buah yang saat ini sedang musim, apalagi kalo bukan buah yang banyak rambutnya alias Rambutan. Rambutan yang dalam bahasa latinnya Nephelium sp. merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia. Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis.

Rambutan yang banyak kita kenal biasanya rambutan Ace yang manis dan dagingnya biasanya bisa ‘ngelotok’ atau mudah copot dari bijinya. Rasanya manis asem dan seger apalagi jika dimakan siang hari. Namun buah rambutan ini tidak semua orang menyukainya karena kasang rasanya asam.

Namun ada satu jenis buah rambutan yang saya sendiri baru mengenal namanya dan cukup unik, namanya Rambutan Rapiah. Rambutan ini buahnya cukup lebat. walau tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya sangat  tinggi, kebanyakan kulitnya kulitnya berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan berambut agak jarang ( agak botak), daging buah manis dan agak kering, kenyal, ngelotok dan daging buahnya tebal, dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik.warna hijau buah ini sudah manis.

Mungkin bagi yang belum tahu rambutan rapiah ini dikira masih mentah karena kebanyakan penjual memajang rambutan rapiah yang berwarna hijau, tapi kalo soal rasa tidak kalah dari rambutan ace yang sudah terkenal itu. Yang belum mencoba mencicipi rambutan rapiah ini bolehlah sekali-kali mencobanya, di daerah saya sendiri banyak penjual dipinggir jalan yang menjajakannya. Soal harga memang sedikit mahal daripada rambutan biasa, tapi sebanding dengan rasanya…mak nyusss..

Semoga bermanfaat dan happy blogging….