Yang Terbaru

Subscribe Here!

Dapatkan Update Informasi Terbaru dari KANG MUROI Melalui Email

Blog Stats

Jilboobs, Berhijab Yang Tidak Sesuai Syar'i

By On 13.8.14

jilboobs
image : rappler.com
Jilboobs, Berhijab Yang Tidak Sesuai Syar'i | Akhir-akhir ini berkembang sebuah istilah baru yang beredar luas via media online atau social media. Istilah populer itu adalah jilboobs. Sebenarnya apa sih arti jilboobs itu? Dilihat dari asal katanya, jilboobs itu adalah gabungan dari 2 buah kata, yaitu jilbab dan boobs.
Jilbab adalah pakaian muslimah yang menutup aurat, sedangkan boobs adalah bahasa Inggris yang berarti (maaf) payudara. Jadi, jilboobs adalah model berpakaian muslim jilbab tapi menonjolkan lekuk-lekuk tubuh bagian depannya. Jadi bisa dikatakan walaupun mereka bermaksud menutupi aurat namun masih 'telanjang'.

Saat ini banyak model pakain muslimah yang seperti itu. Memakai jilbab tapi bagian dada terlihat menonjol alias menampakkan lekuk-lekuk bagian dada dan bagian tubuh yang lainnya. Kita tidak bisa kemudian menyalahkan mereka seratus persen, bisa jadi karena mereka belum tahu betul tentang bagaimana berhijab secara syar'i dan islami. Atau bisa dikatakan ini sudah lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang mengumbar aurat secara terbuka, minimal mereka ada itikad baik untuk menutup auratnya. Lalu apakah benar model pakaian yang seperti ini jika ditinjau dari sisi syariat Islam?

Kriteria Jilbab Yang Benar Sesuai Syar’i

Saat ini banyak sekali muslimah yang melengkapi pakaiannya dengan kerudung. Sebenarnya kalau bicara soal kerudung, Jilbab adalah pakaian wajib bagi para muslimah. Mungkin selama ini ada pemahaman yang salah antara jilbab dan kerudung yang perlu sedikit di luruskan. Kalau bicara tentang jilbab, sebenarnya kita sedang bicara tentang pakaian yang longgar yang menutup aurat dari kepala sampai kaki, termasuk didalamnya adalah kerudung yang menutupi kepala. Kerudung yang digunakan juga kerudung yang sesuai dengan apa yang sudah di gambarkan dalam Al Qur’an, yang panjang sampai menutupi dada seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 31,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ 

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumurnya (Indonesia: hijab) ke dadanya….”

Berjilbab yang ada saat ini lebih tepat kalau di kategorikan sekedar menutup kepala, tidak ada bedanya dengan memakai topi atau penutup kepala lainnya karena syarat berjilbab tidak terpenuhi. Model pakaian, jenis bahan, dan kerudung yang dipakai tidak mencerminkan berjilbab yang di tuntun oleh Allah dan RasulNya. Sehingga tidak bisa dikatakan berjilbab.Pakaiannya harus longgar tidak membentuk tubuh, kainnya cukup tebal dan tidak menampakan kulit, dan model yang tidak menyerupai pakaian pria.

Sayangnya para publik figur ikut mengacaukan ketentuan ini. Kondisi yang sudah salah kaprah menjadi semakin kacau dengan design yang di buat mengikuti trend yang ada. Banyaknya Muslimah yang mulai memakai kerudung mendorong para designer pakaian untuk ramai - ramai merancang pakaian Muslimah. Namun hanya sedikit yang masih memperhatikan syarat syar’i nya pakaian Muslimah. Selebihnya lebih memikirkan bagaimana produknya laku di pasaran.

Lalu hijab seperti apa yang benar atau yang syar’i itu. Hijab syar’i harus memenuhi kriteria yang sudah saya sebutkan diatas yaitu sebagai berikut:

1. Menjulur ke bawah sampai menutupi kedua kakinya (tidak berbentuk potongan atas dan bawah, baik rok atau celana (seluar) panjang) sebab firman Allah SWT: ''Dan hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'', yaitu hendaklah diulurkan jilbabnya ke bawah sampai menutup kaki bagian bawah. Sebab diriwayatkan dari Ibnu Umar Ra yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ''Barang siapa mengulurkan pakaian karena sombong maka Allah tidak akan memandangnya di hari kiamat.Ummu Salamah bertanya: 'Bagaimanakah wanita dengan ujung pakaian yang dibuatnya?' Rasulullah SAW menjawab: 'Hendaklah diulurkan sejengkal'. Ummu Salamah bertanya lagi: 'Kalau demikian telapak kakinya terbuka?' Maka jawab Nabi SAW: 'Jika demikian perpanjanglah sampai satu hasta dan jangan ditambah'.'' (HR Jamaah).Hadis ini menjelaskan bahwa jilbab diulurkan kebawah sampai menutup kedua kakinya. Meskipun kedua kakinya tertutup dengan kaus kaki atau sepatu, maka hal itu tidak menggantikan fungsi mengulurkan jilbab yang dihamparkan sampai ke bawah sehingga kakinya tidak tampak.

2. Bukanlah pakaian tipis sehingga warna kulit dan lekuk tubuhnya tampak. Dari Usamah bin Said Ra: ''Rasulullah SAW pernah memberikan kain qibthi (sejenis kain tipis). Kain ini telah beliau terima sebagai hadiah dari Dahtah Al Kalabi tetapi kemudian kain tersebut akan aku berikan kepada istriku, maka tegur Rasulullah kepadaku: ''Mengapa tidak mau pakai saja kain qibthi itu?'' Saya menjawab: ''Ya Rasulullah, kain itu telah saya berikan kepada istriku''. Maka sabda Rasulullah: ''Suruhlah dia mengenakan pula baju di bagian dalamnya (kain tipis itu) karena aku khawatir nampak lekuk-lekuk tubuhnya'' (HR Ahmad). Dan diriwayatkan pula dari Aisyah Ra (HR Abu Daud).

3. Bukanlah pakaian yang menyerupai laki-laki (seperti celana (seluar) panjang), tetapi bila sebagai tsaub/pakaian adalah boleh. Sebagai pakaian dalam, celana panjang tersebut panjangnya hendaklah lebih pendek daripada jilbab itu sendiri. ''Rasulullahmelaknat laki-laki yang berpakaian seperti wanita dan melaknat wanita yang berpakaian seperti pakaian laki-laki.'' (HR Abu Daud).

4. Tidak memakai wangi-wangian yang sampai menyebarkan bau yang dapat menarik perhatian laki-laki. Sabda Rasul SAW: ''Siapa saja wanita yang memakai wewangian kemudian berjalan melewati suatu kaum dengan maksud agar mereka mencium harumnya, maka ia telah berzina.'' (HR Nasa'i, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah).

Lalu, dimana letak tidak syar’i-nya jilboobs? Ya jelas sekali jawabannya. Ada beberapa point diatas yang tidak terpenuhi, yaitu pakaian yang longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh atau tidak ketat. Maka, sungguh benarlah sabda Nabi Muhammad SAW:

Rasulullah saw. bersabda yang artinya, “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak-lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim).

Maka, jika ada muslimah yang mau tetap dianggap sebagai ummatnya Rasulullah SAW, maka segera tinggalkan cara berpakaian ala jilboobs ini dan pelan-pelan mengikuti berhijab seperti apa yang disyariatkan oleh islam. Semoga bermanfaat dan happy blogging...


45 komentar

Hhmmm memang fenomena ini sangatlah tidak sesuai syariat islam dalam berpakaian malah cendrung melihatkan lekuk tubuh bukannya menutupinya (m)

yoi gan, ane pernah baca yg tntang jilboobs ini, tak search d google image mncul nya waw waw semua 8-)

Kebanyakan dari mereka cuma gaya-gayaan doang sekedar mengikuti tren tanpa tahu tujuan utama mengenakan jilbab, maka tak heran banyak yang berjilbab tapi tidak sesuai dengan tuntunan Islam :)

sekarang memang banyak gaya tren atas berjilbab tapi bawak melompong kang [-(

karena memakai jilbabnya ndak murni keinginan dari dalam hati sendiri juga mungkin ya kang, jadinya ya begitu, mungkin...karena kalau berjilbabnya murni karena keinginan diri sendiri untuk memperbaiki diri, pasti ndak akan jadi begitu jilbabnya

selamat Pagi Mas... Istilah Jilboobs juga sudah sering saya dengar kemarin tapi saya baru tahu artinya hari ini setelah membaca Artikel dari Kang Muroi... makasih Mas atas pencerahannya hari ini...

Fenoemna JILBOOBS ini emmang sedang trending topic di media sosial beberapa hari terakhir ini. Dari segi tata bahasa (grammar) Bahasa Inggris BOOBS adalah (maaf) buah dada perempuan,. Jadi JILBOOBS sebenarnya plesetan saja dari JILBAB yang oleh pengarang istilah itu lebih fokus kepada upaya untuk menonjolkan bagian tubuh kaum hawa terutama di bagian (maaf) dada nya. Secara pribadi saya termasuk salah satu yang MENENTANG fenomena dan kebiasaan kaum adam dengan Aksi JILBOOBS ini.

Khusus untuk bahasa nomor (4). Tidak memakai wangi-wangian yang sampai menyebarkan bau yang dapat menarik perhatian laki-laki. Saya rasa kaum ADAM (bukan kaumnya mas Reo Adam hehiehiehiehiehiee) juga sering kedapatan Wangi. Cowok kok wangi>? Ya mengapa tidak. Tinggal NIAT nya saja memakai wangi itu apa. Karena mewangian dalam badan laki laki juga bisa MENGUNDANG hasrat atau keinginan kaum perempuan. Sudut pandang bisa saja berbeda beda. Nah pandangan saya seperti itu.

wah saya baru tau kang, minal aidin walfaidin ya kang

saya sendiri jug kadang suka heran pak sama orang2 yang berhijab tetapi memakai pakaian ketat dan kerudungnya pun hanya menutupi kepala dan leher saja, oh iya minal aidin walfaidin ya pak

Niatnya udah baik ya mas El..
Dan kita doain bersama..agar mereka bisa Total.. :)

semoga dengan hebohnyabbjilboobs ini makin menguatkan muslimah untuk mengenakannya lebih baik dan sesuai gituh ya.

prihatin juga ngliat anak2 remaja jaman skrg sob.. gak kyk jaman dulu kala :D

saya setuju Mas bahwa syar'i adalah utama. tapi saya juga setuju pendapat mas Bud Purnomoi di atas, bahwa inilah proses. maksudnya baik. semoga yang sedang berproses itu semua, akan mendapatkan ending yang baik.

pandang kesini kang... nanti saya ubah jurusnya akang, yang apa tuh?

Jadi tertarik dengan topik yang dibahas. Bisa diskusi lebih jauh atau ada info yang lebih Kang?

fenomena jilboobs ini karena mereka tidak memahami bagaimana hijab yang sebenarnya dalam Islam...dan adalah tugas bagi yang memahami tentang hijab dengan benar, untuk memberitahukan kepada mereka kaum jilboobs ini....agar mereka juga bisa mengerti dan memahami tentang hijab yang benar sesuai ajaran Islam...
keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

saya rasa, mereka yang bergaya jilboobs hanya mengikuti trend.
terlebih lagi, selama bulan ramadhan, televisi-televisi juga menyuguhkan acara 'berhijab' tapi tetap bisa tampil sexy.

memprihatinkan sekaligus memalukan dengan adanya jilboobs ini....

Karena perkembangan jaman sekarang ini juga tidak mengikuti syariat agama hal ini contohnya akan bisa banyak terjadi. Bahayanya lagi kalau masyakat semakin lama semakin menganggap hal ini benar tentunya akan banyak dampak akibat hal ini di kemudian harinya kang...

Jilboobs, saya terus terang baru tahu kang, berarti kalau orang sunda bilangmah jiga lepet yah, pakai jilbab tapi pakaian ketat.

Jilboobs emang lagi ngetren sekarang euy. semua foto2 orang ajj di Upload sama Fp-nya. hehehe

Silahturahmi juga kang muroi :-d
Pakaian ketat sekarang emng lebih diminati cewe ataupun cowo,

kalau kata ustad wijayanto... atas krudung, bawah warung..

kalau kata ustad wijayanto... atas krudung. bawah warung.

hadir lagi menyapa sahabat...keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

orang pertama yang mempopulerkan jilboob bakalan nanggung dosa nih

orang orang yang menganut jillboobs menjadikan jilbab bukan untuk menutup aurat atau menjalankan perintah agama. melainkan menjadikan jilbab sebagai tren hehehe :)

jaman sekarang yah mas.. Jilbab cuma buat nutupin kepala doank, tidak sesuai syariat islam. hehe..

kalo saya tidak perlu khawatir baju akan menjadi ketat di tubuh saya.. karena mau pakai ukuran small pun tetep aja longgar :D

kembali mengunjungi sahabat tercinta di Pandeglang mengirim salam sehat dan ceria selalu yea kang.

Fenomena Jilboobs barangkali karena mereka yang memakainya lebih memandang jilbab sebagai trend busana ketimbang sebagai kewajiban menutup aurat ... :)

Kira-kira keinginannya apa ya kang ... :) :)

Jilboobs.. saya malah baru tau kang hehehe ... mungkin si pemakainya hanya mengikuti trnd aja ya kang... untung saya gak pakai Jilboobs :d

Jilboobs lebih bak tidak menggunakan jilbab. kalau berpakainya kaya gituh. tidak mencerminkan wanita yang soleh di mata alloh :d

wah bener sekali, jilboos sekarang lagi tren yang tidak sesuai, hanya sebatas trend saja bukan mengikuti syar'i agama

Ini kayaknya sekarang lagi ngetren ya om Muroi..

Salam kenal dari Atonaru,
follow done #383
follow back ya..

Ini sudah menyimpang dari konseb yg diajarkan islam tentang jilbab, Harusnya aurat kita tutupi, bukan malah kita pamerin...naudzubillah

Salam Mas Muroi. lama saya tidak berkunjung di Blog Mas Ini
Dan hari ini kembali saya mendapat Ilmu pengetahuan tentang Berhijab
Yang Tidak Sesuai Syar'i, makasih atas artikelnya Mas (o)

Sungguh terlalu ya Kang, secara tidak langsung sudah menciderai busana Muslimah yang telah diatur utk menjaga aurat bukan sebaliknya... Makasih artikelnya... Ijin follow blognya.

Salam kenal dari Pulau Dollar

itulah kebanyakan yang makai jilbab gak ngerti ketentuan dan hukum yang berhubungan dengan jilbab tersebut. ditambah lagi mode yang menurut saya kebablasan. sehingga jilbab kadang hanya dipakai sebagai alat perhiasan, bukan berpatokanpada sunah Rasul. Semoga jilbaber indonesia tambah baik dan mengerti melalui artikel ini. salam sahabat blogger dan ditunggu kunjungan baliknya di bengkel blogger.

Tentu KODOK mati menahan nafsu donk

sungguh sangat miris banget ketika dengar kata jilboobs di media elektronik....
yaa semoga aja hati para wanita itu tersadarkan, apa yang sudah mereka perbuat atas penampilan mereka...

sebuah trend yg sangat memprihatinkan